PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Tujuh Kali Sumpah Setia Melayu-Bugis
Tujuh Kali Sumpah Setia ‘Melayu-Bugis’
Sejarah Kerajaan Johor, Pahang, Riau dan Lingga hingga Kesultanan Lingga-Riau ada sejumlah Sumpah Setia antara bangsa Melayu dan Bugis. Sumpah yang kemudian menjadi salah satu sumber tata negara kerajaan saat itu. Sumpah yang telah menempatkan sejelas-jelasnya kedudukan pihak Bugis dan Melayu.
Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad atau lebih dikenal dengan nama Raja Ali Haji yang lahir di Selangor pada Tahun 1808 dan meninggal di pulau Penyengat pada Tahun 1873 adalah seorang ulama, sejarawan dan pujangga abad ke 19 keturunan Bugis dan Melayu dalam karya sejarahnya Kitab Silsilah Melayu dan Bugis dan sekalian Raja-rajanya mengisahkan,
……” Kemudian berkata Upu2 yang berlima itu kepada Raja Sulaiman, adapun yang seperti permintaan Raja Sulaiman kepada saya semua itu, saya terimalah. Akan tetapi hendaklah kita semua ini berjanji dahulu betul2. Maka Jawab Raja Sulaiman, baiklah. Dan khabarkanlah oleh Upu2 itu boleh saya dengar. Syahdan berkata pula Upu Daeng Perani. Adapun jika jaya pekerjaan saya semua ini sekali lagi melanggar Siak, maka sebelah Raja Sulaiman menjadi Yamtuan Besar sampailah kepada turun menurunnya, dan saya semuanya menjadi Yamtuan Muda sampailah kepada turun – menurunnya juga, tiada boleh yang lain, Maka boleh pilih saja yang lima beradik ini, mana – mana jua yang disukai oleh orang banyak, maka dianya itulah yang jadi Yamtuan Muda, tiada boleh tiada. Dan lagi pula Yamtuan besar jadi seperti perempuan saja, jika diberinya makan baharulah makan ia. Dan Yamtuan Muda jadi seperti laki – laki. Dan jika datang satu2 hal atau apa2 juga bicara, melainkan apa2 kata Yamtuan Muda. Syahdan sekali perjanjian kita mana2 yang tersebut itu, tiada boleh diobahkan lagi. Maka boleh kita semua pakai sampai kepada anak cucu cicit turun temurun kita kekalkan selama – lamanya”.
Sedang Raja Ali Kelana, dalam tulisannya “Kumpulan Ringkas Berbetulan Lekas” juga turut mengisahkan soal Sumpah Setia Melayu-Bugis. Dalam karya tersebut dapat diketahui ada delapan kali sumpah setia yang dibuat oleh Yang Dipertuan Besar dengan Yang Dipertuan Muda.
Namun jika dicermati lebih jauh, perjanjian dan Sumpah Setia antara Melayu-Bugis yang benar-benar dibuat oleh Yang Dipertuan Besar dari sebelah Melayu hanyalah tujuh kali. Dan yang terakhir atau ketujuh tersebut yakni Sumpah Setia Melayu-Bugis oleh Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah dengan Yang Dipertuan Muda, Raja Muhammad Yusuf Al Ahmadi. Pada Tahun 1883, sultan Sulaiman mangkat di Daik. Sejak itu juga berakhirlah Dinasti Bendahara menduduki tahta Kerajaan Melayu Lingga-Riau. (Idalf)
editor: hasbi Muhammad
BB.C/pl.com
.jpg)

Berita Lainnya
Ini Penyakit yang Serang Masyarakat Pekanbaru Akibat Asap, Selain ISPA
Pelabuhan Dumai Riau Tak Lagi Layani TKI dari Malaysia
Kinerja Dishub Inhil di Pertanyakan, Tarif Parkir Kenderaan di Kota Tembilahan Tidak Sesuai Dengan Perda
Berkas Perkara Korupsi di Dispora Riau Segera Lengkap 'Audit BPK Selesai'
Sudah 10 Tahun Menderita Kanker, Lansia di Simpang Gaung Butuh Uluran Tangan
'Begituan' di Kamar Hotel, Dua Remaja Dicokok Polisi
Warga mulai Kwatir, Tekait kabar ada harimau sumatra di balai raja, Masyarakat Mintah Pihak terkait Segera meneluaurinya,
Terus Berikan Layani Perpustakaan Keliling 'Tingkatkan Minat Baca'
Krisis Financial, Manajemen PSPS Riau Serahkan Klub ke Gubernur, Ini Harapan Pelatih
RKUHP Pasal Perzinaan Dihapuskan, DPR: Bagaimana Pak Menteri Setuju? Pemerintah: Setuju!
Kecamatan Bantan dan Bengkalis Terbanyak: ODP Covid-19 di Kabupaten Bengkalis Sebanyak 1.796 Orang, di Seluruh Kecamatan
Sepi! Safari Dakwah Tuan Guru Bajang di UIN Suska Riau