PILIHAN
Tim Prabowo-Sandi Boikot Metro TV, Kubu Jokowi Langsung Bereaksi
BUALBUAL.com, Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memutuskan untuk memboikot televisi swasta Metro TV.
Perusahaan televisi yang dimiliki oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh itu dianggap kerap merugikan Capres dan Cawapres nomor urut 02 itu menjelang Pilpres 2019.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi Widodo atau JokowiMa'ruf Amin, Johnny G Plate mengaku heran dengan langkah tim Prabowo-Sandiaga yang memboikot Metro TV.
Ia pun menyarankan agar tim Prabowo-Sandiaga terlebih dulu membaca peraturan KPU dan Undang-undang Pemilu dengan teliti.
"Apa yang mau diboikot? Lucu-lucuan saja. Sebaiknya terlebih dahulu membaca UU pemilu dan PKPU dengan cermat," ujar Johnny kepada Suara.com, Selasa (6/11/2018) malam.
Berdasarkan UU Pemilu dan PKPU, aturan kampanye di televisi bisa dilakukan di bulan terakhir masa kampanye. Karena itu, pihaknya tidak diperbolehkan mengkampanyekan pasangan Jokowi-Ma'ruf di media televisi manapun termasuk Metro TV.
"Kampanye televisi sudah diatur dengan sangat rigit dan hanya berlangsung 21 hari saja di bulan terakhir masa kampanye. Saat ini tidak diperbolehkan melakukan kampanye di media TV termasuk Metro TV," ucap Sekretaris Jenderal Partai Nasdem itu.
Menurut Johnny, siaran berita ataupun talkshow yang terkait dengan politik di stasiun televisi, merupakan program masing-masing stasiun televisi.
"Tidak ikut pun tidak masalah tergantung kalkulasi branding politik masing-masing. Bagi stasiun TV tentu membutuhkan narasumber yang berkualitas dan ada sangat banyak nara sumber politik yang berkualitas. So, yang butuh media TV siapa? ah lucu-lucan saja," tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum BPN pasangan Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso memutuskan untuk mengambil wewenang dalam pemboikotan televisi swasta Metro TV. Bahkan Djoko mengaku siap bertanggung jawab atas keputusan itu.
"Kalau lapor sudah, saya yang ambil tanggung jawab dan ambil keputusan," kata Djoko di Prabowo-Sandiaga Media Center, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Selasa (6/11/2018).
Pertimbangan Djoko untuk memboikot sementara Metro TV lantaran banyak pemberitaan Metro TV soal Prabowo-Sandiaga yang menurutnya tidak berimbang. Akibatnya, pemberitaan tersebut dinilai sudah merugikan Prabowo-Sandiaga selaku kontestan Pilpres 2019.
"Karena merugikan tim saya, nggak sehat, ini sedang talkshow ada medsos dimasukin menurut pendapat A, B begini dan ini merugikan," kata dia.
Menurut Djoko tidak ada batas waktu untuk memboikot Metro TV. Sebab sejauh ini menurutnya tidak ada itikad baik dari Metro TV pasca pihaknya mengumumkan akan memboikot.
"Sampai waktu ditentukan kemudian, yang jelas dia (Metro TV) happy-happy saja diboikot," imbuh dia.
Sumber: suara.com

Berita Lainnya
Kominfo Catat 178 Hoaks di Januari, Jokowi Bicara Semburan Dusta
BNN Tanjungpinang, Akan Fokus Pada Penguatan Tim Penyuluhan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika
Yusril Bakal Dipaksa Tinggalkan Jokowi, Keputusan Majelis Syuro PBB Dukung Prabowo-Sandi
Syarat Menjadi Capres Sulit, Jokowi Dituding Tidak Demokratis
Jokowi Abaikan Rasa Kemanusiaan Korban Terorisme "Sadis"
Komunitas Milenial Diajak Dukung Jokowi-Ma'ruf
Ketua OJK Pinta Proses Pengajuan Penangguhan Cicilan Kredit Nasabah Sebaiknya Dilakukan Online
Amien Rais: Jokowi Bakal Jadi Presiden Bebek Lumpuh Usai Pilpres 2019
Menteri Yasonna Pastikan Jokowi Ogah Keluarkan Perppu untuk Gantikan UU KPK
Didatangi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Fadli Zon: Saya Akan Tetap Kritik Kalau Salah
Kebersamaan dan Kedekatan Letkol Inf IGB Putu Wijangsa dengan Jurnalis di Tanjungpinang Harus Berakhir
Meski Indonesia dalam Masalah Covid-19, Pemindahan Ibu Kota Negara Tetap Lanjut