PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Fadli Zon Bilang Maksudnya Sejumlah Media, Soal Prabowo Marah Pada Jurnalis
Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon angkat bicara terkait ucapan Ketua Umumnya sekaligus capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang meluapkan kekesalannya terhadap jurnalis di acara Hari Disabilitas Dunia, Rabu (5/12). Menurut dia, Prabowo hanya sedang kesal dengan insan media yang tidak menjalankan tugasnya sesuai prosedur.
"Saya belum mendengar persis apa yang dikatakan Pak Prabowo, tapi saya kira yang dimaksud adalah ada sejumlah media yang tidak menjalankan prosedur standar jurnalistik," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/12).
Selain itu, Fadli juga menduga, kemarahan Prabowo terkait dengan jumlah peserta aksi reuni 212 yang disebut media namun tidak sesuai fakta di lapangan. Meskipun Fadli juga mengaku tidak mengetahui alasan dan Mantan Danjen Kopassus Prabowo mengucapkan hal itu.
"Tapi saya kira nanti kita bisa lihat. Kan kalau misalnya ada orang ngumpul jutaan disebut puluhan ribu itu juga bisa disebut sebuah kebohongan juga," ujarnya.
Di tempat yang sama, Musisi Ahmad Dhani menilai, kemarahan Prabowo kepada media arus utama masih dalam tataran wajar. Sebab, kata dia, penilaian Pengamat Rocky Gerung terhadap media lebih keras lagi.
"Kalau mengutip kata-katanya Rocky Gerung, kalau acara 212 itu tidak diliput media itu termasuk penggelapan sejarah. Menurut saya Pak Prabowo masih terlalu halus ya," ucap Dhani.
Diketahui, Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menumpahkan kekecewaannya terhadap jurnalis saat pidato Peringatan Hari Disabilitas Dunia di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (5/12/2018).
Prabowo mengklaim jurnalis atau wartawan yang datang hanya mencari kesalahan dalam berucap. Kesalahan itu akan menjadi bahan untuk 'gorengan' kubu Jokowi.
"Ada saja enggak di sini, mereka ke sini nungguin gue salat ngomong," ketus Prabowo.
"Mereka, saya katakan, kelompok itu, menunggu gue salah ngomong kemudian digoreng lagi, bicara emak-emak engga boleh, tampang engga boleh," tambah dia.
Prabowo menduga, ada upaya besar memanipulasi demokrasi di Indonesia. Praktik sogok menyogok terjadi di seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari partai politik, pejabat, dan rakyat yang mau dibohongi dan dicuci otak oleh pers yang berbohong.
"Jadi saya katakan hey jurnalis kalian tidak berhak sandang sebagai jurnalis. Saya katakan mulai sekarang jangan lagi hormati mereka karena mereka semua antek," Prabowo memungkasi.
(Merdeka)
.jpg)

Berita Lainnya
BPN Prabowo-Sandi Akan Ikut Hitungan Suara, Untuk Antisipasi Kecurangan
Geger! Siswa SMP Bunuh Kakak Kandungnya
Persiapan Pembenahan Stadion Utama Riau Digesa
Dua Bos PT SSS Akan Disidangkan, Terkait Karhutla
Kasus Korupsi, KPK Geledah Beberapa Lokasi di Bengkalis
Ops Aman Nusa II 2020, TNI, Polri dan Pemda Lampura Semprot Disinfekta Wabah Covid-19 dengan water Canon
Bersama Pihak Terkait, Anggota Koramil 01/Bengkalis Lakukan Sosialisasi Bakal Diretapkan New Normal
Pendidikan Anti Korupsi Telah Diterapkan di Riau Sudah Sejak Lama
Pilpres 2019 Maaf, Saya Mau Coblos Prabowo Saja
Piala AFF: U19 Indonesia di Kalahkan Thailand, Berikut Skor Pertandingannya
Fahri Hamzah: Jangan-Jangan Semua Diatur Agar Dia Menang Lagi "Curigai Dia"
Pada Tahun 2020 Bakal Ada Peningkatan Jalan Pangkalan Nyirih Menuju Kadur Bengkalis