PILIHAN
Butuh Komitmen Aparat, Pemilu Damai
BUALBUAL.com, Kehadiran pemilu yang damai sangat dinantikan seluruh rakyat Indonesia. Dibutuhkan komitmen dari kontestan pemilu dan peran aparat penegak hukum dalam mewujudkan hal tersebut.
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menjelaskan bahwa keterlibatan aparat penegak hukum sangat berpengaruh dalam menciptakan pemilu damai.“Kita kan mau damai-damai saja, tetapi kalau aparat mempunyai sikap yang tidak menghadirkan kedamaian, misalnya dengan berlaku tidak adil, maka akan memiliki dampak,” ucapnya dalam diskusi di Media Center Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (25/3).
Politisi senior PKS itu menyatakan bahwa kedamaian bukan suatu hal yang abstrak, melainkan nyata dan harus bisa diwujudkan. Kedamaian pemilu, sambungnya, sangat erat kaitannya dengan pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil (jurdil).
[caption id="attachment_47491" align="alignnone" width="705"]
Hidayat Nur Wahid[/caption]
“Kalau semuanya melakukan jurdil, maka hasilnya akan terjadi damai, karena tak ada yang merasa dianaktirikan, dipinggirkan, dan kemudian dilebih-lebihkan hingga menghadirkan semacam kecemburuan di lapangan,” tegas politisi PKS itu.
Sebagai orang yang berada di barisan oposisi, HNW berharap agar petahana bisa memainkan peran jujur dan adil itu. Sebab hanya dengan begitu, pemilu yang berkualitas menjadi semakin bisa diwujudkan sesuai dengan kaidah demokrasi.
“Dengan cara itu demokrasi akan selamat dan tidak berubah menjadi democrazy. Harusnya kita semakin baik dan tidak malah semakin jauh dari prinsip-prinsip demokrasi,” pungkasnya.
Hidayat Nur Wahid[/caption]
“Kalau semuanya melakukan jurdil, maka hasilnya akan terjadi damai, karena tak ada yang merasa dianaktirikan, dipinggirkan, dan kemudian dilebih-lebihkan hingga menghadirkan semacam kecemburuan di lapangan,” tegas politisi PKS itu.
Sebagai orang yang berada di barisan oposisi, HNW berharap agar petahana bisa memainkan peran jujur dan adil itu. Sebab hanya dengan begitu, pemilu yang berkualitas menjadi semakin bisa diwujudkan sesuai dengan kaidah demokrasi.
“Dengan cara itu demokrasi akan selamat dan tidak berubah menjadi democrazy. Harusnya kita semakin baik dan tidak malah semakin jauh dari prinsip-prinsip demokrasi,” pungkasnya.
Sumber: RMOL.co

Berita Lainnya
Kantor Imigrasi Siak Peringati Hari Bhakti Imigrasi KE-70, "Sumber Daya Manusia Unggul Imigrasi Pasti Maju"
Jejak Petualang Trans7 Hadir di Kuansig 'Angkat Budaya Lokal'
Resmi Ditutup, Turnamen Futsal Dandim Cup 2019
Eks Lurah Sidomulyo Barat Didakwa Raup Untung Rp43 Juta 'Pungli Surat Tanah'
Blusukan di Pasar Kayu Jati, Andi Rahman di Teriaki 'Lanjutkan'
Terjadi Rusuh Demo Mahasiswa Dan STM Karena Propaganda Media Sosial
Lokasi Dakwah Habib Bahar, di Geledah Polisi
Masih Dianggap "Misteri" Soal Potensi Emas Kuansing
Pemprov Riau Gunakan Dana Tak Terduga Rp7 Miliar, Tangani Karhutla
Kondisi Jalan Semakin Hari Semakin Parah, Warga Jalan Kartini Tembilahan Ancam Demo Pemda Inhil
Diskominfops Inhil Akan Canangkang Penerapan Sistem Informasi Terintegrasi Berbasis Aplikasi Mobile
Syamsuar: Belum Ada ASN Pemprov Riau Ajukan Izin Hadiri Aksi 22 Mei