PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Butuh Komitmen Aparat, Pemilu Damai
BUALBUAL.com, Kehadiran pemilu yang damai sangat dinantikan seluruh rakyat Indonesia. Dibutuhkan komitmen dari kontestan pemilu dan peran aparat penegak hukum dalam mewujudkan hal tersebut.
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menjelaskan bahwa keterlibatan aparat penegak hukum sangat berpengaruh dalam menciptakan pemilu damai.“Kita kan mau damai-damai saja, tetapi kalau aparat mempunyai sikap yang tidak menghadirkan kedamaian, misalnya dengan berlaku tidak adil, maka akan memiliki dampak,” ucapnya dalam diskusi di Media Center Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (25/3).
Politisi senior PKS itu menyatakan bahwa kedamaian bukan suatu hal yang abstrak, melainkan nyata dan harus bisa diwujudkan. Kedamaian pemilu, sambungnya, sangat erat kaitannya dengan pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil (jurdil).
[caption id="attachment_47491" align="alignnone" width="705"]
Hidayat Nur Wahid[/caption]
“Kalau semuanya melakukan jurdil, maka hasilnya akan terjadi damai, karena tak ada yang merasa dianaktirikan, dipinggirkan, dan kemudian dilebih-lebihkan hingga menghadirkan semacam kecemburuan di lapangan,” tegas politisi PKS itu.
Sebagai orang yang berada di barisan oposisi, HNW berharap agar petahana bisa memainkan peran jujur dan adil itu. Sebab hanya dengan begitu, pemilu yang berkualitas menjadi semakin bisa diwujudkan sesuai dengan kaidah demokrasi.
“Dengan cara itu demokrasi akan selamat dan tidak berubah menjadi democrazy. Harusnya kita semakin baik dan tidak malah semakin jauh dari prinsip-prinsip demokrasi,” pungkasnya.
Hidayat Nur Wahid[/caption]
“Kalau semuanya melakukan jurdil, maka hasilnya akan terjadi damai, karena tak ada yang merasa dianaktirikan, dipinggirkan, dan kemudian dilebih-lebihkan hingga menghadirkan semacam kecemburuan di lapangan,” tegas politisi PKS itu.
Sebagai orang yang berada di barisan oposisi, HNW berharap agar petahana bisa memainkan peran jujur dan adil itu. Sebab hanya dengan begitu, pemilu yang berkualitas menjadi semakin bisa diwujudkan sesuai dengan kaidah demokrasi.
“Dengan cara itu demokrasi akan selamat dan tidak berubah menjadi democrazy. Harusnya kita semakin baik dan tidak malah semakin jauh dari prinsip-prinsip demokrasi,” pungkasnya.
Sumber: RMOL.co

Berita Lainnya
Komit Pemerintah kab Inhil Gelorakan Dukungan Pengelolaan Zakat
Pemkab Kampar Gelar Pasar Murah di 8 Kecamatan
Sah! Syamsuar-Edy Natar Jabat Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Periode 2019-2024
Terungkap: Dibalik Tertangkapnya Anas Ma'amun Sampai Tertipu Zaini Ismail Rp. 3,2 Miliar
Wudhu Dialiran Sungai, Hasnawati Nyaris Tewas Terkam Buaya
Untuk Proyek 35.000 MW, PLN Tarik Utang Rp 24 Triliun
Ayo Buruan Beli Sepeda Motor Murah, 108 Unit Harga Mulai Rp500 Ribuan Hanya di Kota Pekanbaru
Telkomsel Adakan Pengobatan Gratis 'Wujudkan Masyarakat Sehat Berkualitas'
Bripka Ridho Warsika Terpilih Wakili 79 Bhabinkamtibmas di Inhil Ikuti Lomba Hut Bhayangkara ke 72
Tenny Sejagad: Rilis Single Kedua 'Hijab Bukan Halangan Untuk Meniti Karir'
Ijtimak Ulama, Prabowo – Abdul Somad Pasangan Terbaik untuk Masa Depan Indonesia