PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
6 Syarat dari PKB untuk Gerindra Cs Jika Gabung Koalisi Jokowi
BUALBUAL.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta partai pendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019 menunjukkan niat baik jika ingin bergabung dengan Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Hal itu menanggapi wacana koalisi 'plus-plus' pada periode pemerintahan Joko Widodo ke depan.
Ketua DPP PKB Lukman Edy mengatakan hal itu diperlukan untuk menghindari pandangan politik dagang sapi dari proses politik tersebut.
"Koalisi plus-plus sih oke-oke saja, tetapi bagi teman-teman dari partai pendukung 02 harus menunjukkan bukti terlebih dahulu niat baik mereka untuk membangun kebersamaan," ujar Lukman dalam pesan singkat, Jumat (26/7).
"Supaya tidak terkesan hanya dagang sapi berharap pembagian kursi kekuasaan," ujarnya.
Lukman menuturkan koalisi tidak boleh dibentuk dengan dasar pragmatisme. Jika hal itu digunakan, ia berkata parpol KIK akan menolak dan memandang sinis.
Lebih lanjut, Lukman membeberkan beberapa hal yang bisa dilakukan oleh parpol pendukung Prabowo jika ingin bergabung dengan KIK. Pertama, Lukman meminta Gerindra cs tidak mengulang narasi-narasi berbau fitnah yang tidak didukung oleh data yang faktual.
Kedua, Gerindra cs menyatakan komitmen untuk tidak menggunakan politik identitas dalam membangun demokrasi Indonesia.
"Ketiga, tidak memberikan tempat kepada kekuatan intoleransi dan radikal, sekaligus menyatakan ikut bertanggung jawab mengikis semua potensi intoleransi dan radikalisme," ujar Lukman.
Selanjutnya, Lukman menyampaikan pihaknya juga menginginkan partai pendukung Prabowo yang hendak berkoalisi mau menjalankan semua visi dan misi 'Indonesia Maju' tanpa syarat. Kelima, Gerindra cs juga diminta untuk berkomitmen solid selama lima tahun pemerintahan Jokowi ke depan.
"Keenam, menertibkan semua pendukung yang belum 'move on', menghadapi kenyataan kemenangan Jokowi dan Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019 kemarin," ujarnya.
Senada, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Abdul Kadir Karding menyampaikan KIK tidak menutup peluang bagi Gerindra cs untuk bergabung. Sebab, ia menilai hal itu bagian dari rekonsiliasi yang tengah diupayakan oleh Jokowi pasca Pilpres 2019.
"Bisa saja ke depan Gerindra atau yang lain bergabung. Bisa saja, itu tidak haram dalam tanda petik ya sangat dimungkinkan karena memang ada kebutuhan rekonsiliasi," ujar Karding.
Karding menyampaikan rekonsiliasi pasti berkahir dengan pembagian kekuasaan. Namun, pembagian kekuasaan itu harus tetap lewat izin Jokowi dan kesepakatan semua parpol KIK.
"Jadi bagi saya semuanya kita serahkan sepenuhnya kepada, terutama Pak Jokowi karena beliau adalah pemimpin koalisi kami. Dan tentunya sekali lagisoal sikap akan ada tambahan misalnya partai dalam koalisi KIK pasti akan dibahas di KIK itu sendiri," ujarnya.
"Dan kami belum tahu apa hasilnya karena itu menyangkut sikap masing-masing partai," ujarnya menambahkan.***
Sumber: cnnIndonesia

Berita Lainnya
Ini Jawaban Putranya, Mbah Moen Dukung Jokowi Atau Prabowo?
Surati Luhut, Ahok Mau Kampanyekan Jokowi Usai Bebas
Kalau Benar Kementerian BUMN, Mobilisiasi Para Pekerjanya Untuk kampanye Jokowi, DPR Tak Segan Beri Sanksi
Istana Bantah Jokowi Kampanye Lewat Iklan di Bioskop
Presiden Jokowi: Lakukan Uji coba Jalan Tol Soroja, Pakai Mobil Bus Persib Bandung
Susunan Kabinet Rampung, Jokowi: Yang Baru Lebih Banyak, Petahana Juga Banyak
D'Sayur TPI Cabang Ke 3,Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Moeldoko: Relawan Jokowi Jangan Asik Selfie dan Duduk Saja
Bukan Hanya BBM, Perang AS-Iran Ternyata Pengaruhi Harga Mainan Anak-Anak hingga Pakaian
PMRJ Bentuk Satgas Covid-19, Untuk Bantu Warga Riau Terdampak Covid-19 di Jakarta
Buat Netizen, Ayo ikut kuis Presiden Jokowi di Facebook, berhadiah 10 sepeda Klik disini?
Jokowi: Jangan Kufur Nikmat, Bersyukur Ekonomi Tumbuh Di Atas 5 Persen