PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Pulau Penyengat di Nobatkan Sebagai Pulau Perdamaian Dunia
BUALBUAL.com - Dinas Kominfo, Kota Tanjungpinang – The World Peace Committee (Komiti Perdamaian Dunia) menobatkan Pulau Penyengat sebagai Pulau Perdamaian Dunia.
Penobatan itu, berdasarkan surat keputusan masyarakat Internasional dari 202 negara yang tergabung dalam anggota the World Peace Committee, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden the World Peace Committee, Djuyoto Suntani, disaksikan Plt. Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Isdianto, Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul, dan Ketua DPRD Provinsi Kepri, Lis Darmansyah, di Balai Adat Pulau Penyengat Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Minggu (15/09/2019).
Plt. Gubernur Provinsi Kepri, Isdianto mengharapkan dengan ditetapkan pulau Penyengat sebagai pulau Perdamaian Dunia tentunya menjadi tantangan bagi kita semua , baik pemerintah provinsi Kepri, pemko untuk menata pulau Penyengat agar lebih indah dan menarik.
“Kalau sudah ditetapkan sebagai pulau perdamaian dunia, jika tidak kita poles secara apik, maka tidak ada sesuatu hal menarik yang bisa pengunjung dapatkan dari sini. Maka dari itu, mari kita duduk bersama, saling sharing dan merancang apa yang harus kita buat agar pulau Penyengat memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang masuk ke Kepri,” ucap Gubernur.
Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul menuturkan setelah ditetapkan sebagai pulau perdamaian dunia, diharapkan agar 202 negara yang tergabung dalam the World Peace Committee ikut mengenalkan dan mensosialisasikan pulau Penyengat sebagai destinasi Internasional, sehingga hajat dari seluruh masyarakat Kepri untuk menjadikan pulau Penyengat sebagai destinasi dunia dapat terwujud.
“Sinergitas dari seluruh masyarakat dan semua pihak sangat diperlukan. Karena ini merupakan sebuah jembatan bagi kita, untuk benar-benar mewujudkan destinasi pulau Penyengat dalam kancah pariwisata Internasional,” pungkasnya.
Sementara Presiden the World Peace Committee, Djuyoto Suntani menjelaskan ditetapkan pulau Penyengat sebagai pulau Perdamaian dunia mengingat pada masa lalu Penyengat sebagai pusat pemerintahan imperium Melayu, yang meliputi Riau-Indonesia, Singapore, dan semenanjung Malaysia.
Penyengat juga merupakan pulau berdimensi spiritual yang memiliki aura perdamaian bagi kawasan Asia Tenggara maupun Internasional. Disinilah hadir energi positif yang memberi inspirasi bagi umat manusia, sehingga diyakini kedepan pulau Penyengat menjadi pulau paling nyaman bagi penggiaat perdamaian dari seluruh dunia.
“Dilatarbelakangi hal itu, maka pulau Penyengat layak menjadi pulau perdamaian dunia sepanjang masa,” ucap Djuyoto.
Apalagi, lanjut dia, pada masa lalu, pulau Penyengat telah melahirkan para ilmuwan, filosof, pemikir, cendikiawan dan mahakarya yang luar biasa, salah satunya Gurindam 12. Saat ini kami lagi fokus membangun etika dunia, membaca pasal-pasal Gurindam 12, semuanya mengandung spirit untuk perdamaian dunia,
“Jadi inti dari Gurindam 12 bisa kita jadikan sumber membangun etika dunia. Ajaran-ajaran Gurindam 12 bersama pulau Penyengat bisa kita sebarkan ke seluruh dunia,” tuturnya
Dikatakan Djuyoto, tanggal 21 September telah ditetapkan sebagai perayaan hari perdamaian dunia,” insyAllah 2020 akan kita undang duta besar dari berbagai negara untuk merayakan hari perdamaian dunia di pulau perdamaian,” katanya. Tentunya ini akan menguntungkan, utamanya masyarakat pulau Penyengat, dan umumnya masyarakat Tanjungpinang, Kepri, dan seluruh Indonesia, dan umat manusia seluruh dunia,” tambah dia
Acara juga dirangkai dengan pembacaan sejarah pulau Penyengat oleh Raja Malik, dan penyerahan cinderamata.
Acara turut dihadiri, Direktur Operasional the World Peace Committee Malaysia dan Asia Tenggara, Super Tun Omar bin Lukman beserta anggotanya, Staf Ahli Pemprov Kepri, Wakil Walikota, Hj. Rahma, unsur FKPD provinsi Kepri dan kota Tanjungpinang, Kepala OPD pemprov Kepri dan kota Tanjungpinang, Ketua LAM provinsi Kepri dan kota Tanjungpinang, Ketua TP-PKK provinsi Kepri dan kota Tanjungpinang, serta tokoh masyarakat pulau Penyengat
Reporter: pian

Berita Lainnya
Setelah UAS, Giliran Ustaz Adi Hidayat Dukung Prabowo-Sandiaga
Begini Serunya Kegiatan HKN Di Kecamatan Senayang
Kapolda Riau Diskusikan Prediksi Karhutla Tahun 2020
Peringati Hari Anti Korupsi 2019, Kejari Kampar Sosialisasikan Perang Lawan Korupsi
Bejat!!! SPG di Rohil Digilir 6 Pria, Begini Modusnya
Karna Keinginan Para Tokoh, Hj,Nurlia Menyatakan Siap Maju di Pilkada Inhil
Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi, Lepas Bertuah Akshara Symphony ke Istana Negara
Kemenkominfo RI Bersama Diskominfotik Pemprov Riau Akan Gelar Forum Diskusi Publik di Pekanbaru
Dandim 0314/Inhil, Salurkan Bantuan ke 12 Kepala Keluarga Pengusian Karhutla di Kec Tempuling
Buntut Kudeta Gagal, Turki Pecat 18.000 Pegawai Pemerintah
Pelaku Tancap Gas Dari Kejaran Polisi, Usai Menabrak Mati Pesepeda 'Berlangsung Dramatis'
M. Arifin: Akhirnya Buka Suara Terkait Terpuruknya Prestasi Inhil MTQ Tingkat Provinsi Riau