PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Hidup dari Bantuan Tetangga dan Sanak Famili Kisah Dua Wanita Tuna Netra Lansia di Kuantan Singingi Riau
BUALBUAL.com - Sejak tidak lagi mendapat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dua wanita tuna netra yang telah lanjut usia (lansia) di Simandolak Benai, hidupnya kian tak menentu.
Kini, keduanya tengah berjuang untuk bertahan hidup. Dasminar mengalami buta sejak 2006 lalu. Sedangkan Nuraini alias Itai buta sejak masih kecil. Mereka hidup dari belas kasihan tetangga dan sanak famili.
Dari pengakuannya kepada wartawan, akhir pekan lalu, Nuraini mengaku, kalau dirinya kini menggantungkan hidup sehari-hari dari bantuan tetangga. Karena sudah setahun tidak mendapat bantuan sembako dan telur dari pemerintah.
"Kini kami hidup dari bantuan dan belas kasihan tetangga dan sanak famili. Apalagi sejak bantuan sembako dan telur yang kami terima dulu sudah terhenti, sejak bulan puasa tahun lalu," ujar Itai kepada wartawan.
Itai menceritakan. Dirinya punya anak yang juga ikut membantu. Namun dirinya juga prihatin dengan kondisi ekonomi anaknya. Sehingga ia berharap perhatian dari orang-orang yang ikhlas membantu.
"Ada juga bantuan dari anak. Tapi mereka juga punya keperluan. Dan saya juga ada anak di Jakarta. Anak kami itu juga tidak bisa melihat," ungkap Itai yang alami kebutaan sejak lahir.
Kakak adik ini hidup satu rumah. Berharap bantuan dari tetangga. Terutama untuk memenuhi keperluan sehari-hari. "Sedangkan untuk memasak dan lainnya, kami kerjakan sendiri," ujarnya.
Di usia yang senja, Itai mengaku tidak bisa beraktivitas apapun. Karena itu, ia berharap ada bantuan rutin dari pemerintah. "Sehingga kami tidak mengalami kesulitan seperti saat ini," diungkapnya.
Jika nenek Itai buta sejak lahir, kakaknya Dasminar mengalami kebutaan sejak 2006 lalu. Ia ikhlas dan pasrah dengan kondisi yang menimpanya. "Kini nasib kami sama, tidak bisa melihat sama sekali," tuturnya.
Ia juga berharap ada bantuan secara rutin dari pemerintah, sehingga hidupnya tidak menjadi beban masyarakat dan warga sekitar. "Kami hanya bisa berharap, ada uluran tangan, dan di usia senja ini kami harap bisa lebih baik," harapnya juga.
Sementara itu, Kepala Desa Simandolak, Fikri yang dikonfirmasi Riau Pos, Ahad (9/2) mengakui, ada dua orang warganya kakak adik yang sudah lanjut usia. Menderita tuna netra. Dan kini tengah hidup sebatang kara.
"Memang dulu ada bantuan untuk keduanya. Tapi 2019 kemarin terputus. Ntah apa penyebabnya. Dan ke depan, nanti akan kita upayakan bantuan mereka dari dana desa. Kalau sekarang dana desa belum ada, tentu nanti baru bisa dibantu. Dan ini akan diupayakan," katanya.***
Sumber: riaupos.co

Berita Lainnya
Pemprov Riau Belum Bersikap Atas Surat Dispensasi Pemkab Meranti
Gelar Kegiatan Di Kab Siak, Ketum 'PELTI' Riau Agus Triansyah: Ini Awal Kebangkitan Kita Bersama
Ternyata Ini Penyebab Surya Paloh Minta Susi Terima Nasib Tak Bisa Jadi Capres
Vietnam Penjarakan Warga AS dengan Tuduhan Akan Gulingkan Negara
Sawit Turun Lagi,Berikut Harga TBS Pekan Baru
Syamsuddin Sebut: SBY Tak Lagi Santun, Setelah Agus Jadi Cagub DKI Jakarta
Pekanbaru Tagih Janji Politik Syamsuar-Edy 'Setahun Memimpin Riau'
70 Ribu Truk ODOL yang Beroperasi di Provinsi Riau akan Dinormalisasi
Alamak, Baru Tiga Menit Menikah Sudah Minta Cerai Ape Pasal!
Diperiksa Selama Dua Jam 15 Pertanyaan Oleh Bawaslu, Pjs Bupati Inhil Bungkam
5 Kg Sabu-sabu Tangkapan Bea Cukai Dimusnahkan Polres Inhil
HM. Wardan Lakukan Pencurahan Cor Pertama Jalan Rabat Beton Desa Pebenaan, Keritang