PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Jelang Musda SyamsuarDianggap Kader tak Setia, Pernah Pindah ke 'Lain Hati'
BUALBUAL.com - Keanggotaan Calon Ketua DPD I Partai Golkar Riau Syamsuar sebagai kader Golkar mendapat kritikan dari Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Riau. Menurut himpunan para kader muda partai berlambang beringin rimbun ini, Syamsuar dianggap kader tak setia. Sebab, pria yang sekarang menjabat Gubernur Riau pernah pindah ke 'lain hati', yakni Partai Amanat Nasional (PAN)
"Tapi pak Syamsuar saat maju di Pilgub 2018 memperoleh KTA PAN. Otomatis, keanggotaan beliau di Golkar gugur," ujar Wakil Ketua AMPG Riau, Dani Sahulika, kepada media saat melaporkan Syamsuar kepada Panitia Penjaringan Bakal Calon Ketua DPD I Partai Golkar Riau, Jumat (28/2/2020) kemarin.
Namun sikap AMPG Riau tadi dibantah sendiri oleh pengurus yang lain. Seperti dikutip dari Cakaplah.com, Wakil Ketua AMPG Riau Rayhan Kurniawan menegaskan bahwa Syamsuar merupakan kader Golkar tulen dan pantas menjadi Ketua DPD I Partai Golkar Riau.
"Kalau dikatakan bahwa Syamsuar pernah pindah ke partai PAN, saya rasa itu perlu pemahaman yang jernih dari kader.
Karena ada tiga argumentasi yang harus dipenuhi untuk mengatakan beliau pernah keluar dari Partai Golkar," tegas Rayhan.
Dijelaskan Rayhan, argumentasi pertama yang harus diperhatikan adalah Partai Golkar tidak pernah memecat Syamsuar sebagai kadernya.
"Sampai saat ini, belum ada surat keputusan partai yang memutuskan memecat Syamsuar sebagai kader. Artinya, Syamsuar masih kader Golkar dari awal dia masuk Golkar hingga sekarang," tegas Rayhan.
Argumentasi kedua, lanjut Rayhan, Syamsuar tidak pernah mengisi formulir pendaftaran keanggotaan di partai lain.
"Dan alasan ketiga bahwa Syamsuar tidak pernah pindah partai adalah keanggotan Syamsuar di partai lain tidak dapat dibuktikan melalui Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) KPU," tegas Rayhan lagi.
Oleh sebab itu, Rayhan berharap kepada kader Golkar tetap menjaga stabilitas politik Golkar pada musyawarah daerah (musda) Golkar Riau yang akan digelar 1-2 Maret 2020.
"Biarkan musda berjalan dengan baik dan proses musda sesuai dengan agenda-agendanya. Sehingga kembali membawa kejayaan bagi Partai Golkar Riau," tutup Rayhan.
Sumber : Cakaplah.com /
Dijelaskan Rayhan, argumentasi pertama yang harus diperhatikan adalah Partai Golkar tidak pernah memecat Syamsuar sebagai kadernya.
"Sampai saat ini, belum ada surat keputusan partai yang memutuskan memecat Syamsuar sebagai kader. Artinya, Syamsuar masih kader Golkar dari awal dia masuk Golkar hingga sekarang," tegas Rayhan.
Argumentasi kedua, lanjut Rayhan, Syamsuar tidak pernah mengisi formulir pendaftaran keanggotaan di partai lain.
"Dan alasan ketiga bahwa Syamsuar tidak pernah pindah partai adalah keanggotan Syamsuar di partai lain tidak dapat dibuktikan melalui Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) KPU," tegas Rayhan lagi.
Oleh sebab itu, Rayhan berharap kepada kader Golkar tetap menjaga stabilitas politik Golkar pada musyawarah daerah (musda) Golkar Riau yang akan digelar 1-2 Maret 2020.
"Biarkan musda berjalan dengan baik dan proses musda sesuai dengan agenda-agendanya. Sehingga kembali membawa kejayaan bagi Partai Golkar Riau," tutup Rayhan.
Sumber : Cakaplah.com /
.jpg)

Berita Lainnya
Terbawa Arus Sungai Siak, Bocah Ditemukan Tak Bernyawa
Durhaka! Tak di Beri Uang Untuk Beli Rokok, Pria di Kepri Tega Bacok Kakeknya Sendiri
Bapenda Pekanbaru Turunkan Tim Copot Reklame tak Berizin, Untuk Antisipasi Pengusaha Nakal
THR Anggota Dewan dan ASN, Pekan Depan Pemprov Riau Cairkan
Punya Bakat Menyanyi, Ayo ! Daftarkan Diri Di Festival Lagu Melayu
Tim Penyelam Dikerahkan, Malam-malam Kakek Pencari Ikan Tenggelam
Mahfud MD: Quick Count Dan Hitung Internal Kontestan, Jangan Langsung Percaya Input Data KPU
Ini Inisial 3 Orang yang Ditangkap Terkait Prostitusi, Salah Satunya Artis?
Agenda Tahunan Festival Bakaroh Sungai Intan Diminati Masyarakat
Prabowo Subianto, Tito, Fachrul Dan Mahfud MD Bakal Libas Kelompok Radikal
Cegah Kecelakaan, Pemerintah Bakal 'Papas' Tanjakan Emen
Fadli Zon Bilang Maksudnya Sejumlah Media, Soal Prabowo Marah Pada Jurnalis