PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Pasti Pada Banyak Belum Tahu! Inilah Perkembangan Rokok Kretek Sebagai Sesajen hingga Gaya Hidup Masyarakat
RiauMagz.com - Merokok menjadi salah satu kegiatan yang banyak dilakukan oleh semua orang diseluruh dunia. Berbagai jenis rokok mulai dari kretek, filter, rokok dengan rasa mentol hingga rokok elektrik dengan mudah kini ditemukan dan menjadi bagian dalam kehidupan manusia sehari-hari. Namun tahukah anda, bahwa jejak sejarah tembakau dalam rokok di nusantara sudah ada sejak masa lampau.
Sebelum ada berbagai variasi rokok seperti saat ini, dahulu masyarakat Indonesia mengenal kretek yang dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) adalah “ke.re.tek [1] /kerẻtẻk/n bunyi daun bakar. /ke.rẻ.tẻk [2]/keretek/n rokok yang tembakaunya dicampuri serbuk cacahan cengkih. Saat menghisap akan terdengar bunyi kerẻtẻk-kerẻtẻk saat serpihan cengkeh dalam rajangan tembakau bertemu dengan api. Awal mulanya masyarakat menyebutnya keretek atau kumretek. Sejalan dengan perkembangan zaman kini lebih dikenal dengan sebutan kretek yang diambil dari suara yang ditimbulkan ketika dihisap.
Di Indonesia sendiri, masyarakat lebih memahami dengan penyebutan kretek hanya sebatas sigaret yang tidak menggunakan filter (busa). Bahkan pada 1960 sampai 1970-an, kretek lebih diidentikkan sebagai sigaret bagi kalangan bawah. Lalu bagaimanakah tembakau bisa masuk ke Indonesia?
Catatan bermula saat Columbus melakukan ekspedisi dan menemukan benua baru diakhir abad ke 15. Tanaman tembakau kemudian mulai dikenal orang-orang Eropa. Sementara persebaran dan perkembangannya sendiri melibatkan berbagai bangsa yang mempunyai minat cukup tinggi dan permintaan besar sehingga mendorong orang eropa mengusahakannya secara besar-besaran ke daerah jajahan yang cocok untuk tanaman ini.
Lantas apa yang membedakan kretek dengan sigaret lainnya. Ternyata ada pada kandungan cengkeh dan unsur-unsur herba atau rempah alamiah lain didalamnya. Jika rokok putih atau jenis rokok konvensional lain asal barat hanya mengandung tembakau, sedangkan kretek sendiri menggunakan produk hasil racikan tembakau dengan cacahan cengkeh dan tambahan saus. Racikan khas Indonesia inilah yang membuat sigaret kretek memiliki rasa serta aroma yang berbeda dengan jenis rokok lainnya.
Rokok kretek merupakan jenis rokok yang hanya ada di Indonesia sejak 1876. Kualitas setiap rokok sebuah perusahaan pastinya memiliki rasa khas yang berbeda-beda tergantung dengan komposisi racikan berbagai macam jenis tembakau untuk memperoleh cita rasa tembakau yang diinginkan serta komposisi cengkeh antara 10-50 persen.
Melihat sejarahnya, tembakau yang banyak dan dikenal serta ditanam merupakan jenis nicotiana tabacum yang berasal dari Amerika Utara dan Amerika Selatan. Tembakau ini juga dikenal sebagai jenis tumbuhan herbal yang dapat hidup mencapai ketinggian hingga 1,8 meter dengan memiliki daun besar, lebar dan runcing sekurang-kurangnya 30 cm. Pemerintah Hindia Belanda membawanya ke Indonesia dan mulai melakukan penanaman besar-besar.
Diketuai oleh Van Den Bosch pada 1830 melalui cultuurstelsel di wilyaah Semarang, Jawa Tengah. Upaya awal tersebut sayangnya mengalami kegagalan hingga tiga tahun kemudian, pemerintah Belanda di Jawa mengirim N.G De Voogt ke Cuba untuk mempelajari cara penanaman tembakau dan menerapkanya di daerah karesidean Rembang Afdeeling Tuban.
Setelah diberikan kepada swasta untuk mengolah tembakau tersebut, barulah menunjukan hasil. Peran swasta bahkan mampu membayar hutang-hutang Belanda serta membuat negara jajahannya menjadi makmur dan berkembang. Dalam catatan sejarah perluasan tanaman tembakau dilakukan ke semua wilayah Indonesia. Karena struktur geografis dan pengolahan pascapanen berbeda membuat tembakau yang dihasilkan juga memiliki kualitas yang berbeda pula. Akibatnya hanya ada beberapa daerah yang memilliki kualitas tembakau terbaik dalam kategori lokasi dan standar hasil produk, yakni Tembakau Deli yang dikenal sebagai penghasil tembakau cerutu, tembakau temanggung (penghasil srintil untuk sigaret), tembakau Vorstenlanden (Yogyakarta, Klaten, Solo) sebagai penghasil cigarette dan sigaret, tembakau besuki dikenal sebagai penghasil tembakau rajangan untuk sigaret, tembakau Madura dan tembakau Lombok Timur juga dikenal sebagai tempat pengasil tembakau untuk sigaret.

Berita Lainnya
Enam Warga Inhil di Anugerahi Gemilang Award Oleh Bupati Wardan
Silahkan Datang Rekam Data ke Stadion Rumbai, Bagi Anda Warga Pekanbaru Tapi Belum Punya e-KTP?
Bawa 10 Kg Sabu, Pasutri di Siak Ditangkap Polisi
Polres Siak Amankan Tiga Tersangka dan 29 Kg Ganja Kering Siap Edar
Musadikin: Apa Kabar Harga Kelapa Di Indragiri Hilir
Sempat Menghebohkan, KPU Riau Pastikan Menolak Pendaftaran Samsurizal-Zaini Ismail di Pilgubri 2018
Begini Baru Keren!!! Mahasiswi UR Ini Manfaatkan Daun Sirih untuk Pestisida Nabati
'BUALBUAL POLITIK' Syamsuar akan Balik ke Golkar, Irwan Nasir: PAN Riau Oposisi?
Diparit Sidomolyo kec Keritang HM. Wardan Lakukan Panen Raya Padi
Pendaftaran CPNS Kota Pekanbaru Dibuka 11 November
Sekda Bustami Sampaikan Lima Point Penting Dalam Penanggulangan Bahaya Asap