Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Negara Amerika Korban Tersadis COVID-19, Hampir Setengah Juta Jiwa Terinfeksi
Serangan Virus Corona atau COVID-19 ke Amerika Serikat benar-benar yang tersadis sepanjang sejarah wabah ini mulai mencengkeram dunia.
Kenapa bisa disebut yang tersadis, lihat saja grafik jumlah penderita corona di negara Adi Kuasa itu, hanya dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, jumlah penderita sudah hampir setengah juta orang.
Berdasar data terkini yang disiarkan Coronavirus COVID-19 Global Cases CSSE John Hopkins, terhitung pukul 22:30, Jumat malam 10 April 2020, jumlah penderita corona di Amerika sudah di angka 467.184 orang.
Dengan jumlah itu, kini Amerika menjadi pusat pandemi COVID-19. Padahal, sebelumnya Amerika santai-santai saja saat pertama kali wabah ini muncul dan mengurung China pada akhir Desember 2019.
Namun lihatlah, China mampu dengan cepat meredam keganasan corona. Jumlah penderita corona di negara komunis ini terhenti hanya di angka 80 ribuan, tercatat saat ini penderita corona di China sebanyak 82.940 jiwa.
Hebatnya China, dari jumlah itu, mereka mampu memulihkan 77.787 penderita dan tercatat jumlah penderita meninggal sampai saat ini total ada 3.340 jiwa.
Kondisi ini berbeda jauh dengan Amerika. Di negeri Paman Sam itu sudah lebih dari 16 ribu penderita yang meninggal dunia, sementara baru 26.522 saja yang mampu mereka pulihkan.
Angka kematian corona di Amerika bahkan kini telah mengalahkan jumlah warga sipil tewas dalam Perang Dunia II, dalam perang yang berlangsung selama 6 tahun satu hari itu, jumlah korban meninggal di angka 11.200 orang.
Jumlah penderita yang meninggal dunia di Amerika diprediksi bakal terus bertambah. Bahkan China pernah menyebut bahwa korban jiwa akibat corona di Amerika bisa mencapai 200 ribu jiwa.

Berita Lainnya
Sedih! Dilema Petugas Medis Saat Pandemi Corona "Kami Dilatih untuk Menghadapi Kematian"
Negara China Tolak Penyelidikan Independen Soal Asal Usul COVID-19
Setelah Hilang 21 Hari! Akhirnya Kim Jong-un Muncul di Depan Publik
Lahir Ditengah Wabah, Dua Bayi Kembar Diberi Nama Corona dan Covid
Wabah COVID-19 Belum Selesai, Kini WHO Temukan Kasus Baru Virus Ebola
Negara Malaysia Dibuka Kembali Setelah 3 Bulan Lockdown Corona
Konservasi Gajah PHR Mendunia, Raih Green World Environment Awards 2024 di Brasil
Aplikasi Facebook Gulirkan Fitur Mode Diam Untuk Heningkan Notifikasi Smartphone
Facebook Hentikan Sementara Layanan Push Notification dan Luncurkan Fitur Baru untuk Atasi Kecanduan Medsos
Sedih! Dilema Petugas Medis Saat Pandemi Corona "Kami Dilatih untuk Menghadapi Kematian"
Setelah Hilang 21 Hari! Akhirnya Kim Jong-un Muncul di Depan Publik
58 Jemaah RI Umrah Pulang 9 April, Sempat Tertahan Akibat Saudi Lockdown