Adik George Floyd Desak Kongres AS Loloskan UU Reformasi Kepolisian
BUALBUAL.com, Washington DC - Adik laki-laki George Floyd, yang kematiannya memicu demo besar-besaran menentang rasisme di Amerika Serikat, mengusulkan kepada Kongres AS untuk 'menghentikan rasa sakit'. Ia meminta agar Kongres meloloskan reformasi untuk mengatasi dan mengurangi kebrutalan polisi.
Dilansir AFP, Rabu (10/6/2020), adik laki-laki George Floyd, Philonise Floyd, hadir secara pribadi di sidang Kongres dan menggambarkan kesedihannya ketika menonton video kematian saudaranya. Ia mendesak anggota Parlemen menangani masalah sistemik dalam penegakan hukum.
"Aku di sini untuk memintamu menghentikannya. Hentikan rasa sakitnya. Aku tidak bisa memberitahumu jenis rasa sakit yang kamu rasakan ketika kamu menonton... kakak laki-lakimu, yang kamu pandangi sepanjang hidupmu, mati-matian memohon pada ibunya," ujar Philonise Floyd.
Philonise Floyd meminta Kongres memperhatikan apa yang terjadi pada unjuk rasa setelah kematian saudaranya. Philonise yang hadir mengenakan masker dan membawa foto saudaranya itu berharap kematian George tidak sia-sia.
"George meminta bantuan dan dia diabaikan. Tolong dengarkan panggilan yang saya buat untuk Anda sekarang, untuk panggilan keluarga kami, dan panggilan yang muncul di jalan-jalan di seluruh dunia," ujar Philonise Floyd.
"Mungkin dengan berbicara dengan Anda hari ini, aku bisa memastikan bahwa kematiannya tidak sia-sia," lanjutnya.
Partai Demokrat di AS mengusulkan reformasi menyeluruh yang bertujuan mengurasi rasisme sistemik dalam sistem penegakan hukum AS. Undang-undang ini bertujuan untuk menghentikan kebrutalan polisi.
Dalam undang-undang akan dibuat aturan agar lebih mudah menuntut petugas kepolisian karena pelecehan, menuntut adanya pelatihan anti-rasisme, dan melarang polisi yang dipecat bekerja kembali di kepolisian distrik lain.
Komite Kehakiman Dewan dari Partai Republik, Jim Jordan mengakui bahwa ini adalah waktu untuk berdiskusi tentang perlakuan polisi terhadap orang Afrika-Amerika. Partai Republik disebutnya juga ingin membuat perubahan pada sistem kepolisian.
"Ini salah, dan pembunuh saudara laki-lakimu akan menghadapi keadilan," ujar Jordan kepala Philonise Floyd.

Berita Lainnya
Begini Penjelasan Pakar Sejarah Tentang Bagaimana Pandemi Akan Berakhir
Facebook, Twitter, dan Instagram Hapus Video Kampanye Donald Trump
Joe Biden-Harris Resmi Jadi Presiden-Wapres Amerika Serikat: Jalanan Kota Washington Sepi
Sedih! Dilema Petugas Medis Saat Pandemi Corona "Kami Dilatih untuk Menghadapi Kematian"
Ratusan Tas Mewah Istri Mantan PM Malaysia Najib Razak Banyak Rusak Saat Disita Polisi
Indonesia dan malaysia Makin Tertekan, Tiongkok Buat Panas Konflik Wilayah Laut China Selatan
Sedih! Dilema Petugas Medis Saat Pandemi Corona "Kami Dilatih untuk Menghadapi Kematian"
Ditengah Wabah Corona Takut Terjadi Kiamat, Pria Ini Kembalikan 'Artefak' yang Dicuri 15 Tahun Lalu
Lahir Ditengah Wabah, Dua Bayi Kembar Diberi Nama Corona dan Covid
Curhat Pilu CEO Pesawat Air Asia 'Tony Fernandes' Hadapi Pandemi Corona
Facebook Hentikan Sementara Layanan Push Notification dan Luncurkan Fitur Baru untuk Atasi Kecanduan Medsos
Terungkap! Rahasia Sejarah Tembok Besar China