Komisaris Independen PT KIG Inhil, Haryanto: Tak Setuju Ekspor Kelapa Bulat di Larang
BUALBUAL.com - Terkait pernyataan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Melalui Ketua Komisi IV DPR RI Sudin, Beberapa waktu lalu kepada Kementerian Pertanian meminta kepada pemerintah melarang ekspor kelapa dengan alasan Indonesia kekurangan bahan baku yang bersumber dari kelapa bulat.
Sebagai daerah yang terkenal dengan hamparan kelapa dunia, Komisaris independen PT. Kelapa Indragiri Hilir Gemilang (KIG),
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Indragiri Hilir (Inhil) Hariyanto Angkat bicara.
"Hardiyanto, Memberikan tanggapannya kalau di hitung secara bisnis memang sebagusnya harus di kelola dalam negeri karena kalau di jual bulat kita kehilangan arang yang sangat mahal sekarang ini, belum lagi Air kelapa itu sendiri dan produk trunan lainnya." Ucapnya kepada BUALBUAL.com 22/11/12.
Tapi kita kan tidak mau teroma yang selama ini terjadi, Bartahun - tahun tidak ada kenaikan harga kelapa ya paling segitu - gitu aja. Larangan Ekspor Jelas merugikan petani kelapa karena industri Hilir kita belum mendukung apa bila bahan baku over dari petani maka otomatis harga akan murah, seperti selama ini terjadi.
Disilain, "Haryanto juga menjelaskan jika pelarangan ekspor kelapa bulat terjadi, Maka harga kelapa akan sangat murah bila hanya dijual di dalam negeri, dan itu sepertinya sudah menjadi hukum alam ekonomi di indonesia." Jelasnya
Jujur saya tidak sepakat pelarangan Expor Kelapa Bulat, Saya meminta DPR RI mempertimbangkan kembali usulan tersebut.
"Seharusnya pemerintah pusat lebih perhatian kepada daerah yang mempuyai wilayah perkebunan kelapa khusus terhadap kondisi kerusakan yg butuh peremajaan perkebunan dan memperjuangkan serta meningkatnya permintaan pasar Internasional. Tentu hal itu akan membuat harga jual kelapa petani akan lebih mahal bukan malah membatasi Expor."
Coba Apa Perhatian pemerintah pusat terhadap kebun kelapa yg sudah rusak dan tidak produktif , Sama tidak dengan perlakuannya terhadap kebun sawit seperti Replatinh setiap 25 tahun sekali dan di tanggung oleh pemerintah.
Belum lagi pasar MEA yang sudah Berapa tahun berjalan eh pemerintah membatasi lagi expor kelapa. Ungkapnya.
"Menurutnya Haryanto, Pemerintah dan DPR RI juga harus mendengar aspirasi dari petani dan asosiasi petani kelapa. Karena alasan pelarangan ekspor disebabkan industri dalam negeri takut akan kekurangan bahan baku."
Jika memang apa yang di ucapkan Ketua Komisi IV DPR RI yang mengatakan Sudin, Indonesia kekurangan Bahan Baku, Kita siap memenuhi permintaan pasar dalam negeri berapa mereka butuh, Tinggal gimana lagi sistem pola kerja nya, PT KiG secara Finansial memang sangat terbatas tapi kita bisa kerja sama dengan Pihak bank di Inhil.
Asal! Harga memang memenuhi standar ekonomi masyarakat saat ini, Jika harga masih di bawah standar kebutuhan ekonomi petani saat ini, Sebaik pertimbangkan kembali usulan larangan ekspor, dari pada membuat masyarakat petani semakin menderita.
Haryanto, Petani kelapa bisa saja menduga jangan - jangan apa dikatakan oleh ketua komisi IV DPR RI ini bukan aspirasi murni dari Petani, Tapi bisa permintaan oleh kelompok industri besar yang di dalam negeri, Karena sudah kewalahan bersaing Harga pelaku Expor kelapa bulat. Tutup

Berita Lainnya
Berbagi Kasih PT.ISA Duri XIII Salurkan Program CSR, Beri Santunan Anak Yatim dan Bagi Sembako Gratis
Dinas DP2KBP3A Inhil Siap Mendukung Pemkab Inhil dalam Penandatanganan Kesepakatan dengan BPN untuk Reformasi Agraria dan Percepatan Penurunan Stunting
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Masih Berpotensi Membasahi Riau
Selembayung Khas Melayu Mulai Memudar, Ini yang akan Dilakukan LAM Pekanbaru
Al Huda: Diam-diam Bisnis Waralaba Indomaret Berkedok Brand Lokal Telah Beroprasi di Inhil, DPMPTSP: Tak Beri Jawaban
Ketua Umum FKWI Sebut Andang Yudiantoro Hanya Mengaku-Ngaku Dewan Pendiri dan Tidak Paham Aturan Organisasi
Forum Silaturahmi Organisasi Se-Kecamatan Kempas Inhil, Bersempena Sambut Bulan Suci Ramadhan 1442 H
Dugaan Pungli Pada Supir Terkuak di PKS PT PAA Simpang Bangko
Sambu Group Hibahkan Dermaga Apung Pelabuhan Perhubungan di Kuala Enok
Respon Keluhan Masyarakat, PT Dian Restu Anugrah Turunkan Alat Berat untuk Perbaiki Jalan
Gajah yang Mati di Riau Dalam Kondisi Bunting 22 Bulan
Penyerahan Secara Simbolus Peralatan Menjahit dari Kemenaker Ri, Diwakili oleh DISNAKER Riau kepada PW FATAYAT NU Riau