Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Program Pamsimas dan Aparat Desa Jaya Sakti Mesuji Diduga Bermasalah
BUALBUAL.com - Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat atau dikenal dengan sebutan Pamsimas merupakan platform pembangunan air minum dan sanitasi pedesaan yang dilaksanakan dengan pendekatan berbasis masyarakat.
Sebagai pelayanan publik yang berdasarkan Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pelayanan air minum dan sanitasi telah menjadi urusan wajib Pemerintah Daerah. Untuk mendukung kapasitas Pemerintah Daerah dalam menyediakan layanan air minum dan sanitasi yang memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Tapi tidak seperti di wilayah kabupaten Mesuji Lampung. Ada warga desa tidak bisa menikmati program air minum dan sanitasi berbasis masyarakat, tepatnya di desa Jaya Sakti kecamatan Simpang Pematang Kabupaten Mesuji.
Saat media bualbual.com investigasi di desa Jaya Sakti kecamatan Simpang Pematang, selain masyarakatnya tidak bisa merasakan air bersih, struktur kepengurusannya sangat tidak bertanggung jawab dikarenakan air tidak sampai di rumah warga.
Bukan hanya tidak merasakan air bersih, bahkan fasilitas aliran listrik gedung Pamsimas desa Jaya Sakti digunakan oleh aparat RT.
Saat dikonfirmasi, Nogroho Joko Haryono selaku Kepala Desa Jaya Sakti, Jumat (09/07), membenarkan bahwa aliran listrik Pamsimas digunakan aparatur RT, dan air dari program Pamsimas Jaya Sakti belum pernah dinikmati warganya karena water meter pendorongan air belum pernah sampai ke rumah warga.
Tidak hanya itu Kades Jaya Sakti pun membenarkan Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Pamsimas Desa Jaya Sakti adalah apartur desa Jaya Sakti yakni saudara Darto yang sekarang sebagai kaur di kantor desa Jaya Sakti.
Seharusnya perangkat desa yang masih aktif bekerja tidak dapat dipilih menjadi anggota KKM. Kriteria keanggotaan KKM merupakan perwujudan dari nilai-nilai luhur kemanusiaan, seperti antara lain; dapat dipercaya masyarakat, jujur, adil, ikhlas,dan sebagainya.
Faktor pendidikan, status, pengalaman, keterampilan, jabatan dan kriteria-kriteria lain yang tidak langsung terkait dengan nilai-nilai kepribadian manusia merupakan nilai tambah.

Berita Lainnya
Oknum Ketua Ormas Anti Narkoba dan Korupsi di Pelalawan Ditangkap Polisi, Diduga Jadi Bandar Sabu
Masyarakat Diminta Tidak Melayani, WhatsApp Anggota DPR RI Abdul Wahid di Retas
3 Orang Alami Luka Bakar Akibat Kebakaran Kios Minyak di Kateman
Marah! Lihat Istri Sering Main Tik-tok, Suami di Padang Siram Istri dengan Minyak Panas
Skandal Perjalanan Dinas Inhil? 18 OPD Diduga Terlibat, Potensi Kerugian Rp459 Juta
Gelar Unjuk Rasa di Kejati Riau, AMMK Minta Indra Gunawan Ditahan terkait Aliran Dana Proyek di Bengkalis
Bikin Warga Geger! Penemuan Mayat Laki-laki yang Terapung di Perairan Pintasan Gaung
Polsek Kuindra Giat Berikan Sosialisasi dan Himbauan Pemilu Damai Kepada Masyarakat Sapat
Isu Skandal Mencuat, Wabup Kuantan Singingi Siapkan Laporan ke Polisi
Petani Padi Benteng Inhil, Terancam Gagal Panen
Satu Orang Tewas, Mahasiswa KKN Unri Masuk Jurang di Kampar akibat Rem Motor Blong
Kalau Jadi Dilaporkan ke Polda Riau, yang dari Rohil Laporan ke-29 untuk Aktivis Larshen Yunus