Agustus 2021, Nilai Tukar Petani di Riau Naik 3,47 Persen
BUALBUAL.com - Nilai tukar petani (NTP) di Riau pada Agustus 2021 sebesar 136,74 atau naik sebesar 3,47 persen dibanding NTP Juli 2021 sebesar 132,16.
"Kenaikan NTP ini disebabkan oleh naiknya indeks harga yang diterima petani sebesar 3,47 persen relatif lebih besar dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani yaitu sebesar 0,01 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Misfaruddin di Pekanbaru, Rabu (1/9/2021).
Selain itu, pada Agustus 2021, sembilan provinsi di Pulau Sumatera mengalami Kenaikan NTP. Bangka Belitung menjadi provinsi dengan kenaikan NTP tertinggi yaitu sebesar 3,68 persen.
Sementara, Provinsi Kepulauan Riau tercatat sebagai satu satunya provinsi yang mengalami penurunan NTP di Pulau Sumatera yaitu turun sebesar 1,41 persen.
"Pada Agustus 2021, terjadi penurunan indeks harga konsumsi rumah tangga pertanian di Provinsi Riau sebesar 0,2 persen. Hal ini disebabkan karena adanya penurunan pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,49 persen," jelasnya.
Sedangkan, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Riau mengalami kenaikan sebesar 2,88 persen, yaitu dari 133,79 persen pada Juli 2021 menjadi 137,64 pada Agustus 2021.

Berita Lainnya
Tren CPO Bakal Terhenti, Tapi Masih Ada Kemungkinan Naik Lagi
Berikut Syarat-syarat Izin Praktik Terapis Wicara di DPMPSTP Inhil
Batik Tulis Karya Siswa SMK Muhamadiyah Abung Semuli
Menjaga Warisan dan Menumbuhkan Masa Depan: 58 Tahun Dedikasi Sambu Group
Gubri Launching Bantuan Beras PPKM 2021
Pemuda Desa Teluk Kiambang, Inhil Sukses Raih Peluang Bisnis dari Nira Kelapa
Pemerintah Pusat Pangkas Transfer Daerah, Inhil Bisa Kehilangan Seperlima Pendapatan
Pengurus KUD Pancuran Gading Sukses Kembang Unit Usaha Beromset 3,6 Miliar
Harga Bahan Olahan Karet di Riau Masih Naik Turun, Cek Selengkapnya di Sini
Hadapi Ramadan dan Idulfitri, Ini Komoditi Bahan Pokok Masyarakat yang Perlu Diwaspadai
Kelola Uang dengan Baik Mulai Sekarang, Jangan Tunggu Pandemi Berakhir
BLT Desa untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat Miskin Terdampak Corona