Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Dewi Ansar Tutup Kegiatan Inkubasi Bisnis Pengembangan UMK Perempuan di Bintan
BUALBUAL.com - Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Riau Hj. Dewi Kumalasari Ansar resmi menutup kegiatan Angel Investor Program Inkubasi Bisnis Pengembangan Usaha Perempuan di Kabupaten Bintan tahun Anggaran 2022 di Aula Kantor Bupati Bintan, Selasa (20/12).
Kegiatan ini juga disejalankan dengan wisuda 68 peserta Usaha Menengah Kecil (UMK) Naik Kelas dari Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan yang sudah mengikuti pelatihan ini selama 4 bulan, dimulai bulan Agustus 2022 lalu sampai Desember tahun 2022.
Dalam sambutannya, Dewi Ansar menyampaikan bahwa kesenjangan gender dalam berbagai bidang pembangunan masih merupakan masalah di Provinsi Kepri. Menurut Dewi Ansar hal ini dapat dilihat dari masih rendahnya capaian Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) meskipun secara umum pencapaian pembangunan gender semakin meningkat.
Dijelaskan Dewi Ansar, berdasarkan data IDG Provinsi Kepri tahun 2022 sebesar 58,97 persen masih jauh dibawah rata-rata nasional sebesar 76,26 persen. Jika dilihat dari komponen pembentukannya, maka rendahnya capaian IDG Kepri terutama disebabkan oleh rendahnya presentase sumbangan pendapatan perempuan yang hanya sebesar 28,71 persen.
"Untuk itu, saya mengharapkan dengan diadakannya kegiatan ini para pelaku UMK kedepannya dapat terus berkomitmen dan konsisten dalam berusaha sehingga akhirnya dapat memberikan hasil yang baik sesuai yang diharapkan dan tentunya bisa memajukan ekonomi para pelaku usaha perempuan di Kepri lebih baik lagi," kata Dewi Ansar.
Selanjutnya, Dewi Ansar mengatakan saat ini permasalahan perempuan dan anak di Kepri tidak terlepas dari sisi Pendidikan, Ekonomi, Kesehatan, Kekerasan, Perkawinan Anak, Pola Asuh Anak, Akses Perempuan dalam Teknologi hingga Keterwakilan Perempuan dalam Politik dan Dunia Usaha.
Dewi Ansar melanjutkan, untuk mengatasi permasalah perempuan dan anak di Kepri tersebut Presiden RI Joko Widodo memberikan 5 Arahannya yaitu peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan, peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan/pengasuhan anak, penurunan kekerasan pada perempuan dan anak, penurunan pekerja anak dan pencegahan dini.
"Program Inkubasi bisnis ini merupakan salah satu program yang mendukung mandat yang diberikan bapak Presiden RI Joko Widodo untuk diselesaikan sampai tahun 2024 untuk mengatasi permasalah perempuan dan anak," ungkapnya.
Terakhir, Dewi Ansar menjelaskan tujuan utama diadakannya program ini adalah guna mendorong para pelaku UKM khususnya perempuan Kepri untuk naik kelas, baik dari segi mindset, attitude, skill bisnis, standarisasi produk serta jejaring bisnis.
Ia juga berharap melalui kegiatan Inkubasi bisnis ini dapat mendorong ekonomi perempuan untuk lebih maju dan kuat melalui bimbingan kelas Entrepreneurship, Community program, Lateral
Thinking, Business Network dan pasar bersama.
"Semoga kelak ibu-ibu peserta yang sudah wisuda dari kegiatan Inkubasi bisnis ini, dapat menjadi utusan pelaku usaha perempuan yang potensial dan dapat menjadikan bisnis sebagai masa depan serta mampu memberikan peluang kerja untuk masyarakat sekitarnya," tutupnya.

Berita Lainnya
Awal Tempati Rumdis Bupati Bengkalis Kasmarni, Santuni Anak Yatim
Persiapan Pemprov Kepri Jelang Kedatangan Wisman
Pastikan Pemilu Aman, Ketua DPRD Septian Nugraha bersama Rombongan Bupati, Tinjau TPS Di DURI
Wamenag: Presiden Prabowo Siapkan Perkampungan Bagi Jemaah Haji dan Perluas Bandara Thaif
Paripurna Permintaan Persetujuan RAPBD P TA 2022 menjadi APBD P Tahun Anggaran 2022
Wagub Marlin Berharap RUU Daerah Kepulauan Cepat Disahkan
Gubernur Lantik LKKS Kepri Periode 2021-2024
Hari Kedua Pemulangan, 887 Jamaah Haji Riau Tiba di Tanah Air
Bupati Lingga Resmikan Aliran Listrik 24 Jam dan Air Bersih di Pulau Lipan
Menelusuri Jejak Sejarah dan Potensi Desa Bantayan di Kecamatan Mandah Indragiri Hilir
Kadis Dishub Inhu Berbagi Takjil
Bupati Inhil HM Wardan Meresmikan Penarikan Undian Pesta Rakya Simpedes Bank BRI Tembilahan