Masih Nantikan Audit BPKP, Kejati Riau Belum Dapat Selesaikan Kasus Korupsi Bantuan sosial Siak
BUALBUAL.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau belum menyelesaikan pengatasan kasus sangkaan korupsi dana bansos (bantuan sosial) untuk fakir miskin dan anak cacat pada Sekretariat Wilayah Kabupaten Siak Tahun Bujet 2014-2019.
Pengatasan kasus ini sudah diatasi Sektor Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau semenjak Mei 2020. Awalannya ada 15 poin kontribusi yang dilacak Korp Adhyaksa Riau tetapi pada akhirnya kasus meruncing pada sangkaan korupsi dana bantuan sosial untuk fakir miskin dan anak cacat.
Kasus ditingkankan dari penyidikan ke penyelidikan berdasar Surat Perintah Penyelidikan (Sprindik) Nomor PRINT-09/L.4/Fd.1/09/2020 yang diberi tanda tangan oleh Kajati Riau, Mia Amiati, pada 29 September 2020 kemarin. Tetapi sampai sekarang tidak ada lpenetapan terdakwa.
Kepala Kejati Riau, Dr Supardi, mengaku lambatnya pengatasan kasus ini sampai belum usai sampai sekarang ini " Kasus (telah) menahun, korupsi dana bantuan sosial (Siak)," tutur Supardi, Rabu (28/12/2022).
Supardi menjelaskan, beskal penyidik telah mengecek lebih 900 orang saksi untuk membikin jelas kasus ini. Proses pengecekan saksi telah selesai dilaksanakan. "Saksi nyaris seribu," kata Supardi.
Hasil penyelidikan itu, kata Supardi, telah dibeber oleh team beskal penyidik ke dianya. Menurut dia, hasil mengekspos itu sudah juga disampaikan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.
Tetapi, sampai sekarang Kejati Riau tidak dapat memutuskan terdakwa karena harus menanti audit dari Tubuh Pemantauan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Riau.
"Telah melapor Kejagung, hasil tunggu audit BPKP. Masih menanti," papar Direktur Penyelidikan pada Beskal Agung Muda Sektor Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejagung RI.
Masih berprosesnya audit perhitungan rugi negara di BPKP Riau dianggap oleh Kepala Seksi Penyelidikan pada Budang Pidsus Kejati Riau, Rizky Rahmatullah. Walau demikian, team auditor selalu bekerjasama dengan team beskal penyidik supaya hasil audit selekasnya didapatkan.
Awalnya bulan Desember ini, team auditor telah lakukan proses verifikasi ke Kabupaten Siak. Diharap, sebentar lagi audit selekasnya selesai dan hasiknya diberikan ke Kejati Riau. "Team auditor masih kerja, masih berproses," kata Rizky.
Pada pengusutan kasus ini, beskal penyidik sudah keluarkan beberapa ribu surat panggilan saksi. Penyelidikan memang memerlukan waktu lumayan lama, karena luasnya object penyelidikan kasus.
Untuk ungkap kasus ini, beberapa saksi telah dicheck beskal penyidik. Antara saksi itu ada Yan Prana Jaya sebagai Kepala BPKAD dan Bappeda Siak, Pendamping II Sektor Pembangunan dan Ekonomi Setdakab Siak, Hendrisan, bekas Kadisdik Siak, Kadri Yafis, bekas Kadisos Siak, dan Nurmansyah.
Pengecekan dilaksanakan pada 3 orang dekat Gubernur Riau, H Syamsuar yaitu Indra Gunawan, Ikhsan dan Ulil Amri. Indra sebagai anggota legislator Siak, sekalian bekas Ketua KNPI dan Karang Taruna Siak.
Beskal Penyidik Pidsus mintai info Kapala Tubuh PMD Capil Propinsi Riau, Yurnalis sebagai bekas Kabag Kesra Setdakab Siak, 13 camat masa 2014-2016, beberapa ratus orang kades dan saksi yang lain.

Berita Lainnya
Polres Bengkalis Ungkap Dugaan TPPO di Sepahat, Belasan Orang Diamankan
Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Riau Berhasil Ringkus Pembakar Mobil Dinas Lapas Klas II Pekanbaru
Polsek Kampar Kiri Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Gadis Dibawah Umur
Warga Tembilahan Hulu Tak Dapat Berkutik Saat Diamankan Satres Narkoba Polres Inhil
Polres Karimun Berhasil Tangkap Bandar dan Pelaku Judi Sie Jie
Kejati Kepri Menahan Tiga Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan Studio LPP TVRI
Berusaha Kabur, Dua Pria di Jalan Batang Tuaka Tembilahan Diamankan Polisi
Cegah Maraknya 303, Polisi Tangkap 2 Agen Judi Togel Di Mandau
Polres Lampung Utara Amankan Terduga Pelaku Narkoba
Polsek Tembilahan Amankan Pengedar Sabu di Jalan Batang Tuaka
Digerebek di Rumah Kontrakan, Dua Pria di Koto Taluk Ditangkap, 13 Paket Diduga Sabu Disita
Polda Kepri Berhasil OTT Oknum ASN SKIPM Kota Batam Terkait Ekspor Udang