Dugaan Penyerobotan Lahan di Lampura, Kini Pemilik SHM Menempuh Jalur Hukum
BUALBUAL.com - Melalui kuasa hukumnya, korban dugaan penyerobot hak milik tanah yang telah memiliki Sertifikat Hak Milik akhirnya menempuh jalur hukum.
Hal itu dilaporkan oleh Damiri (kuasa hukum korban) kepada pihak kepolisian, karena upaya menempuh secara kekeluargaan, dipandang tidak membuahkan hasil.
Menurut Damiri, lahan tanah yang berlokasi di Kelurahan Kotabumi Ilir yang dibeli oleh keluarganya (Anis Siti Mariyam) dari Anton Putra dari mantan Camat Pardis beberapa tahun lalu, telah diklaim oleh pihak lain.
"Padahal tanah tersebut telah memiliki SHM atas nama Dahlan, setelah dibeli oleh saudaranya SHM itu dibalik namakan atas nama cucunya Yolanda Lesmana Dwirangga pada Notaris Heri Afrizal," jelasnya, Sabtu (15/04/2023).
"Pada tanggal 05 Maret 2023 lalu, saat saudarinya (Nova Oktaviani) melintas di jalan Rejosari arah Lebung Curub, tiba - tiba melihat lahan tanah tersebut telah ditanam pohon Singkong serta ada banner yang bertuliskan tanah ini akan dijual dan di baleho itu juga tertera nomor kontak si penjual," papar Damiri.
"Karena merasa tidak pernah menanam pohon singkong apa lagi hendak menjual tanah, akhirnya saya (Damiri) menelpon nomor handphone yang tertulis di banner. Dari percakapan itu pula diketahui pemilik nomor yang terpasang di banner itu bernama Puad. Usai ditelepon selang beberapa hari saya ajak orang yang diduga mengkalim lahan tanah milik keluarga saya, untuk bertemu," ungkapnya.
"Pada pertemuan malam itu juga, Anton yang menjual tanah itu langsung saya telpon agar dapat menjelaskan pada Puad tentang asal usul tanah yang diduga diklaimnya. Dalam penjelasan Anton pada Puad melalui telepon genggam milik saya. Tanah itu dibeli Anton dari Cecep Warga Kelurahan Sindang Sari dan telah memiliki SHM," beber Damiri menceritakan percakapan keduanya saat itu.
"Saat itu juga Puad menjelaskan pada Anton bahwa dirinya (Puad) mendapat surat kuasa dari pemilik tanah yang memiliki dokumen SKT (Surat Keterangan Tanah)," sambung Damiri.
"Karena upaya menempuh secara kekeluargaan itu saya pandang tidak membuahkan hasil. Pasalnya Puad tetap berkeras dengan SKTnya dan saya merasa memiliki SHM tanah yang dibeli dari Anton. Maka sebagai warga negara yang taat hukum dan percaya pada dokumen negara serta keterangan dari sipenjual tanah serta saksi -saksi. Maka hal ini saya laporkan pada pihak kepolisian untuk melakukan proses hukum yang berlaku," tegasnya.
Laporan dugaan tindak pidana penyerobotan tanah tersebut, diterima Aiptu. Syahrudin Kanit. II pada Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Lampung Utara, 11/04/2023 kemarin. Dengan Nomor : STPL /116/B-1/IV/2023Polres Lampung Utara /Polda Lampung.

Berita Lainnya
Viral Video Kakek Yang Dibayar Dengan Uang Mainan, AKP Wido: Itu Berita Bohong
Polairud Polres Inhil Terjang Ombak Bawa Pesan Pemilu Damai 2024
Diduga Ditabrak Truk RAPP, Bocah 7 Tahun Meninggal Dunia di Tempat
Terobos Lampu Merah, Dua Pemotor Tabrakan di Jalan M Boya, Inhil
Pesawat Jatuh di Selangor Malaysia, Enam Penumpang dan Dua Awak Pesawat di Dalamnya
Kejati Sedang Selidiki Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung BLK UPTP Pekanbaru
Berita Anggota Satpol PP DKI Melecehkan Seorang Wanita diKantor Satpol PP Dipastikan Hoaks
Puluhan Warga Pekanbaru Kecewa, Saat Datangi Dapur Umum
Aktivis Larshen Yunus, Menghadirkan Keadilan - Memperbaiki Negeri
Pemilik Tanaman Hias di Pekanbaru Lapor Polisi, 20 Aglonema Dicuri Maling
Laporan Tenaga Kerja Perusahaan Sawit Baru Masuk Setelah Ramai Diberitakan
Pedagang di Tembilahan Jadi Korban Penipuan Uang Palsu