Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Pimpinan DPRD Inhu Angkat Bicara Sikap Manajemen SPBU CODO Diduga Arogan dalam Menyikapi Masalah
Pimpinan DPRD Inhu Angkat Bicara Sikap Manajemen SPBU CODO Diduga Arogan dalam Menyikapi Masalah
BUALBUAL.COM INHU RIAU-, Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hulu (INHU) dari Fraksi Partai Gerindra H.Suwardi Ritonga yang akrab disapa Ucok, melontarkan bahasa arogan kepihak menazemen SPBU puncak selasi dalam menyikapi kondisi rumah keluarga Sutikno warga Desa Sungai Dawu puncak selasi
Ungkapan itu dicetuskan Ucok yang saat pihak media melakukan konfirmasi terkait musibah yang dialami warga tempatan terkait tembok pagar SPBU menimpa rumah keluarga Sutikno dari ketinggian tembok pagar SPBU 5M dengan jarak 2 M dari rumah warga.
"Jangan menindas orang lemah apalagi masyarakat tempatan, setau saya rumah warga yang duluan berdiri harusnya bangunan SPBU bisa menjaga lingkungan," katanya kepihak media, Kamis 14 /09/2023 dirungkerjanya.
Jika dilihat dari segi bangunan SPBU patut dicurigai dari segi aturan lingkungan khususnya dari zero insiden dan unsur-unsur syarat Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup( UKL-UPL).
Sangat disayangkan apabila SPBU sudah beroperasi sekian tahun, hingga sampai saat ini telah menimbulkan dampak negatif kepada masyarakat, tentunya tidak salah kita patut mencurigai lolosnya izin bangunan SPBU CODO di Desa Sungai Dawu Kecamatan Rengat Barat.
Perlu dievaluasi kembali tentang status perizinan bangunan SPBU termasuk kelayakan tempat, jaminan instalasi dan manufer tekanan muatan 35 ton ini harus di perhatikan kepada masyarakat tentunya harus dikaji kembali.
"Ada tanggung jawab moral yang harus di jaga seluruh perusahaan, yaitu hubungan industrial, khusus nya terhadap masyarakat sekitar perusahaan,"ujarnya
Kemudian dijelaskan, kederadaan perusahaan sedia nya memberi dampak baik terhadap masyarakat, bukan sebalik nya malah menjadi menimbulkan ketidak nyamanan yg membuat rasa khawatir bagi warga sekitar.
"Silahkan ber investasi di Inhu tentu dengan segala prosedur dan aturan yg berlaku dengan tetap menjaga dan menghargai peradaban dan kearipan masyarakat lokal," Ucapnya dengan tegas.
Tentunya antara perusahaan dan masyarakat dapat duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi menciptakan harmoni yg saling menguntungkan.
Di hari yang sama di tempat yang berbeda pihak media mencoba menghubungi manager SPBU CODO Ega melalui telepon seluler untuk melakukan perkembangan informasi terkait masalah yang terjadi, sayangnya diduga tidak menjawab.

Berita Lainnya
Seluruh Jemaah Haji Riau Sudah Berada di Makkah, Siap Jalani Puncak Ibadah Haji di Armuzna
Pemkab Bekasi Siapkan 91 Lokasi Vaksinasi
Tinjau Langsung Kegiatan Sekolah Tatap Muka, Bupati Inhu Rezita Meylani Yopi Mari Kita Mematuhi Prokes
DLHK Riau Terima Bantuan 500 Paket Sembako dari APHI untuk Masyarakat
SK Keluar dari Kemendagri, Jonli Jadi Pj Walikota Dumai
Bupati Bengkalis Hadiri Muscab Partai PPP Bengkalis
Saya Kecewa Bantuan Masjid Dipotong Gubernur Hampir 50 Persen, Wagubri Batalkan Safari Ramadan
18 Juni 2020, Covid-19 di Riau Bertambah 6 Kasus, Ini Riwayatnya
Endang Budi Karya Terkesan dengan Kekayaan Budaya Melayu
Kadinkes Inhil Belum Bisa Pastikan Jadwal Vaksinasi untuk Masyarakat Umum
Pemkab Inhil Terima Sertifikat SRG dari Sucofindo
Pemprov Riau Harapkan Bantuan Sembako Dapat Meringankan Beban Masyarakat