Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Peringatan Hari Mangrove Sedunia 2025
Dari Riau untuk Iklim Dunia: Dongeng Rajalesa dan Hutan Mangrove
BUALBUAL.com - Di sebuah kampung pesisir yang damai bernama Tempatan Bahari, hiduplah seekor rajawali perkasa bernama Rajalesa. Ia bukan rajawali biasa Rajalesa adalah penjaga dan pelestari ekosistem pesisir, sahabat hutan mangrove, dan pelindung laut.
Setiap pagi, Rajalesa terbang tinggi di atas kampung. Ia menyapa hutan mangrove yang rindang, mengamati sungai dan laut, serta memastikan semuanya tetap seimbang. Ia mencintai tanah kelahirannya dan alam sekitarnya.
Namun suatu pagi, ia melihat perubahan yang menyedihkan. Air sungai menjadi keruh. Akar-akar mangrove dipenuhi sampah. Beberapa pohon bakau tumbang. Ikan-ikan tak sebanyak dulu. Dan suara kicau burung-burung kecil... menghilang.
Rajalesa mendarat di dekat pohon bakau tua yang dulu selalu hijau. Kali ini, daunnya layu dan batangnya luka.
"Teman Mangrove, apa yang terjadi padamu?" tanya Rajalesa sedih.
Dengan suara lirih, pohon tua itu menjawab,
"Kami lelah, Rajalesa... Kami ditebang, dicemari, dan dilupakan. Laut makin marah, dan tanah mulai tenggelam. Kami butuh bantuan..."
Rajalesa terdiam sejenak. Tapi hatinya tak bisa tinggal diam. Ia mengepakkan sayap dan berseru lantang,
"Aku tak bisa membiarkan ini terus terjadi!"
Ia pun terbang ke desa. Di atas atap sekolah dan rumah-rumah penduduk, Rajalesa berteriak memanggil:
"Anak-anak Tempatan Bahari, dengarkan aku! Hutan mangrove sedang sakit! Jika kalian mencintai kampung ini, mari kita selamatkan mereka!"
Anak-anak segera keluar rumah. Mereka menengadah melihat Rajalesa di langit. Ibu guru, pak nelayan, dan warga lainnya juga berkumpul.
"Rajalesa, apa yang harus kami lakukan?" tanya salah satu anak.
Rajalesa menjawab tegas,
"Tanam kembali mangrove! Bersihkan pantai! Jangan buang sampah ke sungai! Jadilah penjaga alam seperti aku!"
Anak-anak pun bersorak,
"Kami siap, Rajalesa!"
Hari-hari berikutnya, suasana kampung berubah. Anak-anak menanam bibit bakau di tepian pantai. Para nelayan membersihkan sampah di sungai. Ibu-ibu membuat sabun ramah lingkungan. Para guru mengajarkan pentingnya menjaga bumi.
Rajalesa terus terbang memantau. Setiap kali melihat perubahan, ia tersenyum bangga.
Hingga tibalah tanggal 26 Juli 2025, warga kampung mengadakan peringatan Hari Mangrove Sedunia. Mereka berkumpul di pesisir, bernyanyi, menari, dan menanam bersama.
Rajalesa terbang rendah, lalu mendarat di depan semua orang. Ia memandang wajah-wajah penuh semangat itu, lalu berkata:
"Hari ini kalian semua telah menjadi Rajalesa kecil. Kalian telah menjaga, melindungi, dan mencintai pesisir ini. Kalian adalah harapan masa depan."
Semua orang bertepuk tangan. Dan di langit sore itu, matahari bersinar hangat, seperti mengamini bahwa alam sedang bahagia kembali.
Tema: “Lindungi Mangrove, Selamatkan Bumi – Dari Riau untuk Iklim Dunia”
Dipersembahkan oleh BDPN
Pesan Moral:
"Siapapun bisa menjadi penjaga alam"
Tidak perlu bersayap, yang penting punya hati.
Jagalah mangrove, karena mereka menjaga bumi untuk kita.

Berita Lainnya
Jaga Sinergitas Informasi, Polres Inhil dan JMSI Inhil Gelar Bukber Penuh Keakraban
Penganti Khairul Fata Bukan Juara Di Bidang Qiraat Murattal tapi Juara 2 Di Bidang Qiraat Mujawwad
Bagikan Sembako Gunakan Keranjang dan Door to Door, Yuningsih: Terima Kasih PD IWO Inhil dan RPU
Elda Suhanura Gerakkan Mesin Alumni SMAN 1 Tembilahan untuk Majukan Sekolah dan Alumni
HUT ke-3, GMBI KSM Hulu Sungkai Lampura Santuni Anak Yatim
PLN ULP Tembilahan Pasang Listrik Gratis Untuk Warga Kurang Mampu di Sungai Piyai
Perceraian Warga Inhil Masih Tinggi, PA Tembilahan: Penyebab Utama Mayoritas Karena Ekonomi
Diduga Kepsek SMAN Di Mandau, Lakukan Tindakan Asusila Pada Siswi
Lembaga LIMPAN Door to door Donasikan Sembako kepada Warga Terdampak Covid - 19
Dompet Dhuafa Riau Berbagi Kebahagiaan dengan Anak-anak Panti Asuhan Baitul Yatama Inhu
Presiden Jokowi Cabut Izin PT SHM, Masyarakat 3 Desa di Inhil Lepas dari Belenggu
Sumardany Zirnata Terpilih Aklamasi Pimpin DPD Masata Riau Periode 2025 - 2029