Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Makna Filosofis Logo HUT ke-80 RI yang Diluncurkan Presiden Prabowo di Istana Negara
BUALBUAL.com - Menjadi hari bersejarah saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan logo dan tema Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara yang digelar di Istana Negara, Jakarta, ini berlangsung secara hybrid, menghubungkan para kepala daerah, perwakilan kementerian/lembaga, hingga duta besar Indonesia di berbagai negara melalui konferensi video, menunjukkan semangat kebersamaan di seluruh penjuru negeri.
Dalam pidato peluncurannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa peringatan delapan dekade kemerdekaan bukan sekadar ajang seremonial belaka.
“Tahun ini kita merayakan hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang ke-80. Delapan dekade sudah bangsa ini berdiri merdeka, sudah perjalanan panjang yang dibangun dengan semangat perjuangan, dengan pengorbanan jiwa dan raga seluruh anak bangsa,” ujar Presiden Prabowo.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga secara resmi mengumumkan tema peringatan HUT ke-80 RI, yaitu “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Tema ini, menurut Presiden, dipilih dengan cermat untuk mencerminkan arah perjuangan dan visi besar bangsa Indonesia, tidak hanya untuk masa kini tetapi juga untuk proyeksi masa depan yang lebih gemilang.
“Kita ingin selalu menjadi negara yang bersatu Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi satu. Ini adalah dorongan kita, hasrat kita, keinginan nenek moyang kita, kita bangun persatuan dan kesatuan menjadi suatu kekuatan untuk menjaga kedaulatan dan kemakmuran bangsa Indonesia,” tegasnya.
Sejalan dengan pengumuman tema, Presiden Prabowo memperkenalkan logo resmi peringatan 80 tahun kemerdekaan. Desain logo tersebut menampilkan angka 80 yang saling terhubung membentuk simbol infinity (tak terhingga), sebuah representasi visual dengan makna filosofis yang mendalam.
“Secara filosofis, desain ini menampilkan bentuk angka 8 dan 0 yang saling terhubung tanpa ujung, tidak terputus, infinity. Bentuk ini melambangkan bahwa persatuan sebagai dasar dari kedaulatan, adalah manifestasi kesejahteraan rakyat, dan upaya menggapai cita-cita bangsa menuju Indonesia Maju yang tak pernah putus," jelas Presiden.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam laporannya menyebutkan bahwa pemilihan tema dan logo HUT ke-80 Kemerdekaan RI telah melalui proses seleksi yang ketat dan melibatkan banyak pihak.
“Proses penetapan logo ini diinisiasi oleh Kementerian Ekonomi Kreatif yang bekerja sama dengan Asosiasi Desainer Grafis Indonesia yang telah bekerja selama beberapa waktu untuk menghasilkan pilihan alternatif desain untuk kemudian pemenangnya dipilih langsung oleh Bapak (Presiden),” ungkap Mensesneg.
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya, dalam keterangan terpisah, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin selama satu dekade dengan Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI).
“Jadi, dengan ADGI ini kita sudah 10 tahun. Waktu sejak Parekraf, Badan Ekraf, Parekraf kembali, sekarang Kementerian Ekraf, dan tentu ini juga melakukan proses yang cukup panjang. Ada pengumuman sayembaranya, ada 245 [desainer], kemudian ada 5 besar, dan alhamdulillah Presiden sudah menentukan pilihannya,” kata Menekraf,
Logo terpilih adalah buah karya anak bangsa, Bram Patria Yoshugi, yang berhasil memadukan filosofi tema besar peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Bram menjelaskan bahwa desain angka 8 dan 0 dalam logonya menyimbolkan persatuan yang berdaulat, dengan garis yang melambangkan kesejahteraan rakyat, serta secara keseluruhan menggambarkan Indonesia yang maju.
“Kalau untuk sekarang, kita sebenarnya mungkin memasuki era yang baru juga ya, di dekade yang baru ini, 80. Jadi kita pengin hadirkan sesuatu yang fresh juga, yang mungkin bisa dibilang baru juga semangatnya, tapi semuanya tetap lantang, berani, dan juga kita tetap pengen bisa merepresentasikan Indonesia secara utuh,” jelas Bram.
Turut hadir mendampingi Presiden Prabowo di Istana Negara dalam kesempatan tersebut antara lain Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin, Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto, Ketua BPK Isma Yatun, serta para menteri Kabinet Merah Putih.

Berita Lainnya
Peringatan HAN di Kecamatan Mandau, IGTKI Gelar Kegiatan
Gubernur Rapat Secara Virtual Bersama Presiden Bahas Levelisasi PPKM
Bayi di Pekanbaru Positif Covid-19 Usai Dibawa Takziah
Pesan Menteri ATR/BPN Sofyan A Djalil Masyarakat Riau Jangan Gunakan Jasa Pinjol
Kanit Intelpam, Wakili Kapolsek Pinggir Bertindak Sebagai Inspektur Upacara Penurunan Bendera Sore Ini
Wabup Ardian Saputra Kunjungi Kantor Sekretariat Karang Taruna Lampung Utara
Gugus Tugas Covid-19 Inhil Buka Hotline Pengaduan Terkait Distribusi Bansos
Pemkab Kampar Prioritaskan Stanum Sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19
Gubri H. Syamsuar Minta Masing-Masing Daerah Terus Sosialisasikan New Normal ke Masyarakat
Pemprov Terima WTP, BPK Berikan Catatan Untuk Sejumlah OPD
Tampil Live di CNN, Gubernur Paparkan Strategi Menggesa Vaksinasi Bagi Lansia di Kepri
Prana Jaya Indra Rasyid: BTL Pemprov Riau Sebesar Rp300 Ribu Untuk Non PKH