Riau Kenang Sejarah 1965
Menolak Lupa, Edy Natar Ajak Masyarakat Riau Perkuat Ideologi Kebangsaan
BUALBUAL.com - Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution mengajak masyarakat Riau, khususnya generasi muda, untuk tidak melupakan sejarah kelam bangsa dan terus menjaga ideologi kebangsaan.
Ajakan tersebut disampaikan Edy Natar melalui tulisannya yang dimuat LiputanOke, Selasa (29/9/2026). Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi saat ini, pemahaman terhadap sejarah perlu terus diperkuat agar generasi muda tidak kehilangan akar sejarah bangsa.
Mantan Gubernur Riau tersebut menyoroti masih adanya pelajar dan mahasiswa yang dinilai belum sepenuhnya memahami sejarah pergolakan politik dan ideologi yang terjadi pada 1965.
“Sejarah bukanlah sekadar deretan angka tahun di dalambeb buku pelajaran. Sejarah adalah fondasi, cermin, dan kompas ke mana arah bangsa ini akan dibawa,” tulis Edy Natar.
Ia juga mengaitkan pentingnya menjaga ideologi kebangsaan dengan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat Melayu Riau, termasuk falsafah “Adat bersendikan Syarak, Syarak bersendikan Kitabullah”.
Dalam tulisannya, Edy Natar mengimbau para kepala daerah di kabupaten dan kota se-Riau untuk mengambil langkah dalam memberikan pemahaman sejarah kepada generasi muda.
Ia menyarankan agar pemerintah daerah mengeluarkan surat edaran kepada instansi, sekolah, dan perguruan tinggi terkait kegiatan edukasi sejarah pada 30 September.
Edy Natar juga mengajak masyarakat Riau mengenang para korban yang gugur dalam peristiwa 1965 serta memperingatinya sebagai bagian dari refleksi sejarah bangsa.
Selain itu, ia menyerukan pengibaran Bendera Merah Putih setengah tiang pada 30 September dan kembali dikibarkan satu tiang penuh pada 1 Oktober sebagai bagian dari peringatan Hari Kesaktian Pancasila.
“Anak muda Riau yang saya banggakan, tontonlah sejarahmu, bukan untuk memupuk dendam lama, melainkan untuk memperkuat benteng iman dan nasionalismemu,” tulisnya.
Ia mengingatkan generasi muda agar menjadikan sejarah sebagai pelajaran untuk memperkuat kecintaan terhadap tanah air sekaligus menjaga nilai-nilai kebangsaan.
“Jagalah negerimu, jagalah adatmu, dan pegang teguh Kitabullah dalam setiap langkah hidupmu,” pesannya.Saya juga menghapus pengulangan paragraf tentang pengibaran bendera serta bagian “membeli keripik di pasar bawah” dan “naik sepeda lalu terjatuh” karena tidak berkaitan dengan substansi berita.

Berita Lainnya
UHC Dianggarkan 8 Bulan, Jamri: Hak Kesehatan Tak Boleh Digantungkan APBD Perubahan
Di Tengah Polemik UHC, Publik Diminta Lihat RAPBD 2026 Secara Utuh
Kursi Menimbang Marwah
Mengurai Kisruh Pinjaman Inhil: Kolaborasi Lebih Penting daripada Polemik
Ketika Geografi Mengalahkan Kebijakan: Problem BBM di Indragiri Hilir
Celoteh Bang Bual : Dulu Teriak Petani Sejahtera, Kini Petani Kelapa Merana
Bukan Orang Kaya Raya, Tapi Kaya Hati: Kisah Fahro Rozi dan Ario Membantu Sesama
Tata Pasar Diperketat, DPRD Inhil Apresiasi DKUPP Dongkrak Retribusi hingga 215 Persen
Tafsir Musibah Untuk Bencana Alam Sumatera: Antara Ujian, Peringatan, dan Ketetapan Ilahi
Dari Pekanbaru, HIPPMA Insel Sampaikan Dukungan Terhadap Pinjaman 200 M Pemkab Inhil
Daftar Kelam Korupsi Riau Bertambah, Sudah 7 Kepala Daerah Riau Dijerat KPK, Terbaru Bupati Kuansing
Dua Kali Disidang, Abdul Wahid Justru Banjir Dukungan: Publik Riau Mulai Bersuara