PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Penulis: Eddy Akhmad RM
APA lagi yang dapat dibanggakan terhadap negeri yang bernama Indonesia kita ini? Kalaupun kita mencintainya, itu barangkali karena tak ada pilihan yang lain. Sebab setelah 71 tahun merdeka, sebagai rakyat, kita merasa hampir tak ada faedahnya negeri ini bagi kita yang rakyat ini. Sebagai pemilik yang syah negeri ini, kita hampir tidak mendapatkan sedikit pun perlindungan atau proteksi dari Negara dalam segala hal.
Bahkan yang ironisnya, kita justru mendapat perlakuan yang tidak adil. Kondisi ini tentu sangat berbeda dengan negeri lainnya, di mana Negara selalu hadir dan menjadi pelindung bagi rakyatnya. Contoh yang paling dekat, tentangga kita Malaysia, di mana setiap rakyatnya memiliki kebanggaan yang tinggi dengan negerinya. Hal itu disebabkan, karena sebagai rakyat, mereka merasa Negara memiliki arti karena selalu melindungi dan berpihak pada rakyatnya sendiri.
“Sementara di negeri kita, tidak ada beda antara kita yang pribumi yang bukan pribumi di mata Negara. Bahkan dalam banyak hal, nagara atau penguasa lebih memberikan perhatian kepada mereka yang memiliki modal, siapapun orangnya,’’ kata Wak Kornel merapek.
“Betul kate dikau itu Wak Kornel. Di Malasyia, bukan hanya KTP yang berbeda antara pribumi dan non pribumi. Perlakuan Negara pun memberikan keistimewaan bagi bagi pribumi. Di bidang ekonomi dikenal dengan istilah afirmatifaction, atau keberpihakan 70 persen untuk pribumi dan 30 persen untuk yang lainnya,’’ terang Young.
Sementara di negeri kita, meskipun kita adalah pemilik yang syah negeri ini, KTP saja berlaku selama lima tahun. Artinya, jika kita tak memperpanjang atau KTP kita habis masanya, maka kita tak dianggap lagi sebagai warga Negara.
“Bahkan, dalam banyak hal orang-orang yang non pribumi mendapat perlakuan istimewa. Contoh kalau orang kita nak ambil kredit di bank jangan harap akan memperoleh kemudahan. Sementara, jika orang lain terutama yang mata sipit itu, sekalipun persyaratan tak lengkap, mereka justru dipermudah,’’ tegas Young.
Sementara itu kini, lanjut Young, apa lagi yang hendak kita banggakan? Sejak pemerintahan Jokowi-JK, kita benar-benar menjadi bangsa yang tak memiliki kebanggaan lagi. Sebagai bangsa yang besar, makmur, justru kita jadi negeri pengimpior, mulai dari kebutuhan pokok, sampai tenaga kerja pun kita impor.
“Bahkan Wak Kornel, kini semakin parah lagi. Kita bukan saja mengimpor daging sapi, sampai jeroan saja kita impor!’’ kata Young terkekeh-kekeh. Meleseeeet!

Berita Lainnya
Gubri Syamsuar Terima SAKIP 2019 Dengan Nilai B
Pesta Narkoba di Kamar Hotel, 12 Remaja Diciduk Polresta Pekanbaru
Hitungan goblok Ala Mas Afif, terkait Salah Satu kandidat Pilwako kota Pekanbaru 2017 - 2022
Pemkot Pekanbaru Hentikan Paksa Pembangunan Gedung Karena Langgar Izin
KPK Peringatkan ASN dan Pejabat Negara Lainnya Tak Minta THR ke Pengusaha
Kantor Gubri Dikuasai Masa Aksi, Mahasiswa Minta Presiden Copot Kapolda dan Pangdam
Ribuan Peserta Ikuti Pawai Ta'aruf, Jelang Pembukaan MTQ Ke 17 Kecamatan Pinggir
Ramli Walid-Ali Azhar, Menggali Harus Jadi BANGKIT Berpeluh Tanpa Harus MENGELUH
Cak Imin Perintahkan Semua Kader PKB Wajib Menangkan Paslon "LeHa" di Pilgubri 2018
Kolam Renang Hotel Telaga Puri Merengut Nyawa, Seorang Bocah Meninggal
Panglima TNI Dan Kapolri Resmikan Aplikasi Lancang Kuning Nusantara
Mahfud: Tidak Gebyah Uyah, Saya Hanya Sebut Tiga Kasus UIN