PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Partai Amanah Nasional Nilai Komisioner KPU Berintegritas dan Netral
Bualbual.com,- Partai Amanat Nasional (PAN) menilai Komisioner KPU masih menghadapi isu krusial seputar netralitas dan integritas yang dapat memengaruhi penyelenggaraan pemilu dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota. Untuk itu, Wasekjen DPP PAN Dipo Ilham menyarankan perlunya pembangunan sistem integritas penyelenggara pemilu yang memuat kode etik sebagai pedomoan perilaku.
“Selama ini masalah netralitas dan integritas menjadi masalah yang krusial di internal KPU. Kita berharap KPU dapat menjaga integritas dan independensinya. Sebab, jika independensi KPU sudah terkoyak, maka hasil dari suatu pemilihan umum pasti akan diragukan,” ujar Dipo di Jakarta, Selasa (4/4).
Pengusaha muda ini juga meminta agar KPU tidak berlebihan dalam memaknai arti mandiri yang tertuang dalam konstitusi. Hal ini menyusul pernyataan Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay yang meminta agar beleid pemilu tidak mengamputasi kemandirian penyelenggara dalam menyusun peraturan KPU (PKPU) seperti yang tertuang dalam beleid Pilkada.
“Kami jelaskan bahwa mandiri yang dimaksud dalam konstitusi adalah keputusan yang ditetapkan tidak diintervensi pihak lain, namun dalam proses pengambilan keputusan masukan- masukan dari berbagai pihak tentu diperbolehkan,” imbuhnya.
Dipo mengingatkan agar KPU tidak memaknai sifat mandiri sebagai acuan tersendiri dalam menjalankan demokrasi dan tidak menjadi subordinat eksekutif untuk menyelenggarakan pemilu. Sebab, konsep negara ini memiliki tiga pilar kekuasaan atau disebut trias politika yang terdiri dari eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Atas ketentuan tersebut, Dipo meminta agar KPU mampu menjalankan fungsinya sebagai penyelenggara negara yang bertugas dalam pemilihan umum sesuai undang- undang.
“KPU harus menjalankan fungsinya sesuai amanat undang- undang yang dibentuk DPR. Jangan sampai ada kesan bahwa KPU menjadi lembaga yang mendesain diri sebagai kekuasaan keempat bila memposisikan diri sebagai penyelenggara pemilu,” tandas Dipo.
Selain itu, Dipo melihat beberapa tantangan lain yang harus dihadapi KPU. Salah satunya mengenai Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019 yang dilakukan serentak. Pada pemilu yang lalu, Dipo menyebutkan ada beberapa daerah yang tidak dapat melakukan pencoblosan lantaran terbentur masalah geografis dan logistik. Untuk itu, Dipo meminta agar KPU menyusun strategi guna mengantisipasi terjadinya hal serupa.
“Hal tersebut merupakan kelemahan KPU yang membuat kinerja mereka menjadi kurang maksimal,” kata Dipo.
Hingga saat ini, lanjut Dipo, pemilihan calon Komisioner KPU dan Bawaslu masa bakti 2017- 2022 tengah berlangsung dan masih mengalami polemik. Namun Dipo memastikan bahwa DPR bersama pemerintah tengah melakukan langkah- langkah tepat tanpa menimbulkan persoalan atau benturan terhadap perundang- undangan.
“Semua proses yang mengarah pada peningkatan kinerja KPU sedang berlangsung. DPR bersama pemerintah berupaya menghasilkan putusan yang tepat. Kami harapkan yang terbaik," pungkas Dipo. (D.C)

Berita Lainnya
Sebelum Debat Kedua, Pasangan Calon Walikota Nomor 4 Ayah Kita Edy Nasution-Dastrayani Bibra Sholat Magrib Berjamaah di Masjid Al Mukminin
Abdul Wahid: Dumai Akan Jadi Kota Industri Masa Depan yang Maju Tanpa Mengabaikan Lingkungan
Dukungan Semakin Kencang, Setiap Hari Cagub Bermarwah Terima Undangan Deklarasi dari Relawan
Kasmarni Gelar Pelatihan Kewirausahaan, Untuk Peningkatan Prekonomian Masyarakat
Diberi Waktu 3 Hari, Ada 7 Balon DPD RI Tidak Memenuhi Syarat Dukungan
Menang Secara Aklamasi, HM Wardan Kembali Nakhodai Partai Golkar Inhil
PKB Inhil Salurkan Bilik Sterilisasi dan Tempat Cuci Tangan Untuk Pelabuhan Guntung dan Masjid Pulau Burung
Potong Dua Ekor Sapi, DPD Demokrat Riau Berikan Kurban ke Warga dan Anak Yatim
Tanngal 6 - 7 Desember, KPU Pesisir Barat Pengiriman Logistik ketingkat PPK Harus Selesai
Sulastri Pamit dari Golkar, Siap Maju ke DPR RI dari Dapil Riau 1 Lewat Demokrat
Sang Politik Kontrversi Riau, Bergabung ke Partai Demokrat
Masyarakat Tanah Merah Sudah Jatuh Cinta dengan Abdul Wahid dan Fermadani