PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Karena Ini.... Penyebab Kematian Wanita di Gorong-gorong Jalan Tuanku Tambusai
BUALBUAL.com, Tim forensik dari RS Bhayangkara Polda Riau, menemukan adanya sejumlah luka akibat benda tajam dan tumpul di beberapa posisi tubuh mayat yang ditemukan di Jalan Tuanku Tambusai ujung, Kecamatan Payung Sekaki.
Seperti adanya luka bekas benda tajam di bagian dada, perut dan paha.
"Penyebab meninggalnya akibat kekerasan benda tajam di dada.
Namun kekerasan di paha, dapat mengakibatkan kematian juga," ungkap Kepala Sub Bidang Pelayanan Medis Kedokteran Kepolisian (Kasubbid Yanmed Dokpol) RS Bhayangkara Polda Riau, Kompol Supriyanto, Rabu (2/5/2018).
Korban yang diperkirakan berusia 25-35 tahun tersebut, saat ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan. Kaki kirinya terpisah sejauh tiga meter dari badannya.
Menurut Supri, terpisahnya kaki perempuan tanpa identitas itu, bukan karena dimutilasi. Namun karena proses pembusukan.
"Saya tegaskan tidak ada tanda-tanda korban tersebut mendapatkan luka-luka akibat mutilasi. Namun ditemukan adanya proses pembusukan daerah paha," tegas Supriyanto.
Ia menduga, korban sudah meninggal dalam waktu satu bulan. Oleh sebab itu, tubuh korban mengalami pembusukan hingga ada semacam binatang pengerat yang menggigit paha kiri korban.
"Sangat dimungkinkan adanya binatang pengerat (tidak bertentangan dengan biawak) yang menariknya sehingga mengakibatkan pahanya lepas," bebernya.
Selai itu, leher wanita itu juga terikat dengan tali plastik yang talinya telah diikatkan pada sebuah batu untuk menenggelamkannya.
"Terikat dengan tali, bisa dilakukan sebelum dan setelah (meninggal). Di leher ada kekerasan tumpul, saya tidak tau akibat jeratan atau cekikikan. Yang jelas kalau kekerasan dilakukan sebelum meninggal," ucapnya.
Meski hasil otopsi telah keluar, namun jasad korban masih berada di RS Bhayangkara Polda Riau. Menunggu identitasnya terungkap oleh penyidik Satreskrim Polresta Pekanbaru.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Aryanto, mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.
"Kita masih lidik. Namun dapat dipastikan kalau kematiannya tidak wajar," katanya.
Sebelumnya, jasad perempuan ini ditemukan oleh tiga orang pencari rumput untuk pakan ternak pada Selasa (1/5) pagi.
Awalnya mereka mengira bau menyengat yang mereka hirup adalah bangkai binatang, ternyata malah berasal dari bau mayat seorang perempuan.***
cakaplah.com

Berita Lainnya
Kodim 0314 Inhil Laksanakan Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni
Wabup H. Syamsuddin Uti Tinjau Pelaksanaan Simulasi Tes CPNS Berbasis CAT
Gubernur Riau Paparkan Kondisi Struktur Jalan di Provinsi Riau
Kalahkan CSKA Moscow, Roma Berhasil Bawa Pulang Tiga Poin
dr Ersan: Tipe RSUD Kita Bukan Tipe Abal-abal 'Polemik Turun Kelas RSUD Bengkalis'
Pada Field Trip HM Wardan dan para delegasi Asian Pacific Coconut Community (APCC) mengikuti kegiatan panen kelapa
Koramil 09/Kemuning Inhil Gelar Shalat Minta Hujan
Susi Pudjiastuti: Bedakan Pencurian Ikan dengan Persahabatan dan Iklim Investasi Itu Natuna Bukan China
Terlalu Kritis Facebook Tangguhkan Akun Afi Nihaya
Ketua TP PKK Kasmarni Buka Stand Bazar MTQ Tingkat Kecamatan Pinggir
Pecah Ban,Pengemudi Mobil di Jalan Lintas Buton Siak Tewas
Inprastruktur Sudah Mulai Maksimal Bupati Inhil Bisa Mengisi Kegiatan 3 Tempat Dalam Satu Hari