PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Demokrat Belum Akui Prabowo atau Jokowi Menang Pilpres 2019
BUALBUAL.com, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief menyatakan bahwa pihaknya belum mengakui paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai pemenang Pilpres 2019. Demokrat masih menunggu hasil penghitungan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Menunggu KPU," tutur Andi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (19/4).
Diketahui, sejumlah petinggi Demokrat hadir saat Prabowo dan Sandi mendeklarasikan diri sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia 2019-2024 di Jalan Kertanegara, Kamis (18/4).
Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan dan Wakil Ketua Umum Syarief Hasan hadir dalam acara tersebut. Ketua bidang hukum dan advokasi Ferdinand Hutahaean turut mendampingi.
Andi membantah kehadiran petinggi Demokrat dalam deklarasi itu sebagai simbol pengakuan partainya terhadap kemenangan Prabowo-Sandi. Dia mengatakan kehadiran pengurus Demokrat tidak mewakili sikap partai, melainkan sebagai bagian dari koalisi.
"Itu kan sebagai koalisi hadir , sebagai partai kan menunggu KPU," ucap Andi.
Ketua bidang hukum dan advokasi Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan hal serupa. Partainya belum mengakui Prabowo-Sandi sebagai pemenang pilpres meski sudah mengklaim kemenangan.
"Secara prinsip saat ini partai Demokrat memegang teguh bahwa belum ada pemenang pilpres. Prinsipnya tidak mungkin sekarang mensyukuri yang belum terjadi," kata Ferdinand.
Bukan berarti Demokrat mengakui paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin memenangkan pilpres lantaran mayoritas lembaga survei berkata demikian. Ferdinand menegaskan partainya menunggu hasil penghitungan resmi KPU.
"Karena dua-duanya mengklaim menang pilpres, maka partai Demokrat menunggu hasil resmi dari KPU. kita berharap semua pihak menunggu hal yang sama yaitu dari KPU," kata Ferdinand.
Ihwal kehadiran petinggi Demokrat yang hadir di deklarasi Prabowo-Sandi, Ferdinand mengatakan itu bukan bentuk pengakuan Demokrat. Meski demikian, Ferdinand menyebut partainya meyakini secara nurani bahwa Prabowo-Sandi yang memenangkan Pilpres.
"Klaim itu wajar, penegasan sikap. Untuk menjaga [situasi] kondusif bangsa mari kita semua turunkan tensi politik. Himbauan ini juga berlaku untuk kubu Jokowi," kata Ferdinand.
"Andai KPU sudah menetapkan Prabowo sandi menang Pilpres, Demokrat akan membuat acara syukuran besar besaran itu yang akan kita lakukan nanti," lanjutnya.
Sebelumnya, Komandan Kogasma Demkrkt Agus Harimurti Yudhoyono juga telah mengatakan hal serupa. Dia menyebut partainya menunggu keputusan resmi KPU.
"Kami dapat tanggapi bahwa sama yang sudah dijelaskan oleh kandidat Capres Pak Prabowo dan Pak Jokowi dan partai lain, bahwa kami akan menghormati dan menunggu hasil resmi KPU," kata AHY dalam konferensi pers di kantor pusat Partai Demokrat, Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (17/4).
Terpisah, pada Kamis (18/4), Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY mengeluarkan instruksi kepada pengurus dan kader Partai Demokrat untuk terus memantau perkembangan situasi.
Instruksi SBY tersebut dikeluarkan usai Prabowo dan Sandi mendeklarasikan kemenangan sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2019-2024 Kamis (18/4) sore.
"Sehubungan dengan perkembangan situasi politik pasca pemungutan suara Pemilu 2019 yang menunjukkan ketegangan (tension) dan bisa berkembang ke arah yang membahayakan politik dan keamanan kita, saya instruksikan kepada pejabat tersebut, untuk secara terus-menerus memantau dari dekat perkembangan situasi yang terjadi di Tanah Air," demikian bunyi instruksi SBY.
Sumber: cnnindonesia
![]() Prabowo-Sandi klaim menangkan pilpres 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
|


Berita Lainnya
Jokowi Keluarkan Peraturan Gubernur Nyapres Harus Izin Presiden
Presiden Prabowo Apresiasi Satgas PKH, Total Rp31,3 Triliun Berhasil Diamankan
PKB Antarkan Kepala Sekolah Cantik Jadi Anggota DPRD Kota Tanjungpinang
Sebut Abg Cina Hina Presiden Jokowi Yang Viral di Medsos Cuma Lucu-lucuan, Polda Metro Tuai Kritikan
Bantuan Pembangunan Tanggul 7.000 M dan Normalisasi Sungai dari Sambu Group di Desa Penjuru
Sumarsih Sebut: Jokowi Merangkul Para Pelanggar HAM
Zulkifli Hasan: Jokowi Tolak Tanda Tangani UU MD3 Itu karena Pencitraan
Taufik: Ekonomi Masyarakat Sulit, LAMR Beri Jokowi Gelar Adat Hanya Karena Riau Bebas Asap dan Rebut Blok Rokan
Viral! 1 Keluarga Asal Tembilahan Tinggal di Tenda di Tanjungpinang, Kini Mereka Dipulangkan ke Kampung Halaman
Menristekdikti Dilaporkan BEM Se-Indonesia ke Bawaslu Diduga Kampanyekan Jokowi di Kampus
New Normal di Pasar: Buka 06.00-11.00, Jaga Jarak 1,5 Meter
Ketum PWI Atal S Depari Minta Presiden Jokowi Jangan Gunakan KUHP Buat Penjarakan Wartawan