PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Pastikan Satu Desa Satu Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
BUALBUAL.com - Demi mencerdaskan generasi bangsa dan memperkenalkan daya tarik yang ada di Desa, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau, Rahima Erna mengajak seluruh Desa sudah mempunyai perpustakaan berbasis inklusi sosial.
Hal tersebut disampaiakannya dalam acara Stakeholders Meeting Provinsi Riau dengan tema "Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial" di Grand Tjokro Pekanbaru yang dilaksanakan selama dua hari, terhitung dari 2-3 September 2019.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau, Rahima Erna mengatakan stakeholder itu sangat penting terutama bagaimana kita berkolaborasi dalam satu team work. Sedangkan inklusi sosial dimaksudkan dengan membaca buku-buku praktis baik kegiatan atau sebuah cara yang diharapkan bisa mempunyai inofativ yang baru.
Apalagi sekarang setiap desa harus sudah memiliki perpustakaan sendiri dalam menunjang kegiatan yang ingin dilakukan.
"Diharapkan kepada kepala desa untuk memantau agar terdapat satu perpustakaan di setiap desa," ucapnya, Senin (2/9).
Ia melanjutkan bahwa perpustakaan berbasisi inklusi sosial merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan.
Menurutnya dengan memanfaatkan perpustakaan berbasis inklusi sosial ini dapat memperkenalkan sisi sosial di setiap desa kepada khalayak ramai.
"Jadikan perpustakaan sebagai center dan mari membangun komitmen bersama," ajak Erna.
Adapun tujuan perpustakaan berbasis inklusi sosial, lanjut Erna, yakni meningkatkan literasi informasi berbasis teknologi informasi komunikasi (TIK), meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat peran dan fungsi perpustakaan agar tidak hanya sekadar tempat penyimpanan dan peminjaman buku tapi menjadi wahana pembelajaran sepanjang hayat dan pemberdayaan masyarakat.
Selain itu yang menjadi sasaran dalam program ini yaitu pemuda, perempuan, pelaku usaha mikro atau kecil, difabel, pelajar, pendidikan dan keterampilan, kesehatan serta pengembangan ekonomi.
Sedangkan hasil yang ingin dicapai yakni, pertama terbitnya regulasi daerah tentang pengembangan perpustakaan, kedua peningkatan peran perpustakaan dalam memajukan masyarakat, ketiga peningkatan akses informasi dan pemanfaatan perpustakaan oleh masyarakat, keepat peningkatan kegiatan berbasis inklusi sosial di perpustakaan.
"Semoga dengan adanya perpustakaan berbasisi inklusi sosial bisa membantu masyarakat dalam membuat inofasi baru dan berkarya lebih kreatif lagi," tutupnya. (MCR)
.jpg)

Berita Lainnya
Begini Tips Ridwan Kamil agar Foto Instagram Banyak "Like"
Sijago Merah Hanguskan Pasar Sungai Salak
Wabup Inhil Rosman Malomo Resmi Menutup MTQ Ke - 48 Tahun 2018
Sempat Berdebat, Banggar Minta Pemprov Riau Naikkan Target PAD di APBD Perubahan 2016
Sah! APBD-P Riau 2019 Sebesar Rp9,426 Triliun
Gelar Open House Idul Adha, Bupati Wardan Bahagia dan Bersyukur Masyarakat Ramai Berkunjung
Mengingat Kembali Kronologi Suap Lahan Eks Gubri Annas Maamun dkk Versi Jikalahari
Bupati Inhil : Usai Acara FKI Bulan Ini Insya Allah Kita Bentuk KPK
Untuk Umumkan Hasil Tes CPNS, Pemko Pekanbaru Tunggu Arahan dari BKN
Ayo Ramaikan Acara "Kendui 3 Ton Koang" Bersama GenPI Kab Rohil
Tak Dikasih Panggung Final Piala Presiden Anies Curhat di Twitter Isinya Mengharukan
Jumita Warga Miskin Asal Rohil Butuh Bantuan, Derita Kanker Hati Stadium Empat