PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Manajemen Hangout Cocktail Bar & Kitchen Pekanbaru Sebut Ada Persoalan Lain Sebelum Diprotes Warga
BUALBUAL.com - Hangout Cocktail Bar & Kitchen di Jalan Pemuda Kelurahan Tirta Siak Kecamatan Payung Sekaki sebut ada persoalan lain sebelum ada protes warga terkait aktivitas tempat itu.
Humas Hangout Cocktail Bar & Kitchen Andre alias Adek, mengatakan ada persoalan lain sebelum diprotes warga. Ia menyebut, persoalan itu sudah selesai.
Kata dia, protes itu muncul ketika seorang warga sekitar yang sudah bekerja di Hangout tapi saat ini sudah mengundurkan diri. Lantaran mengundurkan diri, pihaknya memasukkan sekuriti lain melalui Outsourcing.
"Sekarang untuk sekuriti kan sudah sistem outsourcing. Jadi ada warga yang mau kerja di Hangout," kata dia.
Terkait laporan warga soal aktivitas hingga dini hari, Ia membantah. Tempat itu kata dia tutup pukul 12 malam. Di hari biasa, kata dia, tempat itu selalu sepi. Pengunjung ramai ketika malam minggu atau Sabtu malam.
"Enggak benar itu sampai dini hari. Lagian kalau untuk Dj dan Live musik itu hanya kalau ada event. Kalau hari biasa hanya musik yang dikeluarkan dari speker dalam," jelasnya.
Sebelumnya warga Kelurahan Tirta Siak, Kecamatan Payung Sekaki protes terhadap keberadaan Hangout Cocktail Bar & Kitchen. Diduga tempat yang menyediakan live musik ini buka hingga pukul 02.00 Wib dinihari.
Informasi yang diterima CAKAPLAH.COM, restoran yang berada di kawasan Pemuda Citywalk ini hampir setiap malam mengadakan live musik. Apalagi malam minggu yang selalu bising dengan suara nyanyian. Kondisi itu membuat masyarakat merasa terganggu.
Tidak hanya masyarakat Kelurahan Tirta Siak. Masyarakat Kelurahan Tampan Kecamatan Payung Sekaki yang berada persis di seberang tempat itu juga merasa terganggu.
"Seberangan. Kami merasa terganggu juga dengan adanya hal itu," kata Ketua RT 3 RW 1 Kelurahan Tampan Kecamatan Payung Sekaki Tomo, Jumat (17/1/2020) malam.
Kata Tomo, Ia bersama warga sudah pernah mendatangi tempat itu. Bahkan sudah tiga kali. Namun belum ada solusi untuk menghentikan aktivitas yang mengganggu warganya itu.
"Sudah tiga kali kami datangi. Cuma kami minta solusi bagaimana musik tidak kedengaran oleh warga. Apalagi orang tua kita di sekitar sini ada yang sakit juga," kata dia.
"Ndak ada keputusan sama sekali. Jadi bagaimana warga resah juga," tambahnya.
Ia menyebut akan membuat surat dan menembuskan surat itu ke Polresta Pekanbaru. "Kami akan berusaha buat tembusan ke Polresta," kata dia.
Sumber: cakaplah
.jpg)

Berita Lainnya
Anak Bos Indofood Meninggal di Singapura Karena Terpeleset
Ucapan Menyedihkan Saat Perpisahan Pemain Real Madrid untuk Zidane
DPRD Kab Kuansing bersama Pemkab Sahkan APBD-P Sebasar Rp1,47 Triliun Tahun 2017
Lulus Tes, 7 Putra-Putri Terbaik Rohil Terkendala Dana Berangkat Kuliah ke Rusia, Turki dan Aljazair
Wilayah Pesisir Bengkulu Diguncang Gempa 5,4 SR, Warga Berlarian
Oknum Caleg Terlibat Judi Kembali Disidangkan di 'PN Kab Pelalawan Riau'
Sergio Ramos Penyelamat Bagi Real Madrid Laga El Clasico
Disambar Petir, Seorang Pemuda Hilang di Perairan Kec Kateman Inhil
Bersama Siswa/i SDN 007 & SDN 008 Tembilahan, Bupati Inhil Peringati Hari HCTPS Sedunia
Hasil Pilkades Serentak 43 Desa Se-kabupaten Inhil Taun 2019
Bupati HM. Wardan Harapkan Para Atlit Raih Mendali Sebanyak Mungkin di Pekan Paralympic Provinsi Riau
Team Opsnal Rekrim Polsek Mandau, Ringkus 5 Pelaku Curanmor