Orang Tua Ferdian Paleka Sebut Kenakalan Remaja, Anaknya Jadi Tersangka Prank Sembako Isi Sampah
BUALBUAL.com - Aidil (21), otak di balik prank pemberian dus berisi sampah dan batu kepada transgender di Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, diketahui sering memberikan uang hasil dari YouTube ke orang tuanya.
Aidil dan ini merupakan teman sejak Sekolah Menengah Pertama (SMA). Keduanya pun kini sudah ditetapkan tersangka kasus dugaan tindak pidana ITE. Saat gelar perkara di Mapolrestabes Bandung, Roni (49) orang tua Aidil, datang menjenguk anaknya. Roni datang bersama istrinya, Lamisa (45).
Roni tampak ikut memvideokan anaknya yang sudah mengenakan baju tahanan. Roni mengaku tegar, menerima kenyataan anaknya menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana ITE.
Menurutnya, setelah lulus SMA, Aidil pernah bekerja di sebuah gudang di Jalan Soekarno-Hatta selama dua tahun. Sebelum akhirnya, ia mengundurkan diri dan nganggur selama setahun.
"Waktu nganggur, si Ferdi (ferdian) main lagi ke rumah dia sudah punya akun YouTube dan sudah banyak menghasilkan duit," ujar Roni di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Jumat (8/5).
Sambil menunggu panggilan kerja, Aidil kembali bergaul dengan Ferdian, dan ikut membuat video di akun YouTube Ferdian karena dirasanya penghasilannya lumayan. "Suka ngasih uang sama istri, enggak banyak. Pernah ngasih Rp500 ribu, Rp300 ribu. Bilangnya uang dari video?" ujar Roni.
Roni mengaku sedih, melihat kenyataan nasib anaknya yang masih muda sudah harus mendekam di tahanan. "Saya tidak mengutuk perbuatannya. Dasar kenakalan remaja, orang iseng. Saya yakin si Aidil tidak memprediksi bakal begini kejadiannya," ucap Roni.
Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Galih Indragiri menambahkan, dalam video yang diunggah di akun YouTube Ferdian, Aidil bersama Ferdian dan Tugabus Fahdinar tampak seolah ingin memberi bantuan makanan dalam dus pada transpuan. Namun ternyata, isi dusnya itu hanya sampah.
"Jadi awalnya Aidil memberi Ide pada Ferdian dan TB Fahdinar untuk membuat video prank pemberian makanan pada waria di pinggir jalan dengan menggunakan dus mi instan," ujar Galih Indragiri di Mapolrestabes Bandung.
Video rekaman pemberian dus berisi sampah itu kemudian viral. Transpuan yang terlibat dalam video itu pun marah dan melaporkan ketiganya ke polisi.
Akibat perbuatannya, Ferdian, Aidil dan TB Fadinar dijerat Pasal 45 ayat 3 Undang-undang ITE yang mengatur, setiap orang dengan sengaja tanpa hak, mendistribusikan informasi atau dokumen elektronik, memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik.
"Ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun dan denda Rp750 juta maksimal Rp12 miliar," ujar Galih.
Meski Aidil disebut-sebut sebagai kreator awal konten yang kontroversi itu, Ferdian tampak melindungi teman-temannya. "Itu bukan idenya Aidil, itu idenya kami bertiga," kata Ferdian.

Berita Lainnya
Wanita Pengedar Sabu Dibekuk Polsek Batang Gansal, Ini Identitasnya
Diduga Oknum Polisi Aniaya Pasangan Suami Istri di Lampura
Cari Tindak Pidana Jaksa Cocokkan Dokumen Kontrak Proyek Terkait Dugaan Rekayasa Bagi-bagi Jatah Proyek di Bengkalis
Bupati Bintan Ditetapkan sebagai Tersangka Terkait Dugaan Korupsi Barang Kena Cukai
Kejati Sita Dua Kotak Berisi 26 Item, Setelah Tiga Jam Geledah Kantor Disdik Riau
AS Divonis 4 Tahun, Korupsi Pembangunan Kantor Lurah Sapat Kecamatan Kuindra
Sikat Sepeda Motor, Laptop Hingga Surat Tanah, Pria Asal Mahator Rohul Ditangkap Polisi
Bong, Sabu, dan Ekstasi Disembunyikan di Kamar Hotel, Dua Pelaku Ditangkap
Edarkan Sabu, Pasutri di Tembilahan Diringkus Polisi
MP Club Pekanbaru Digerebek! Polisi Tetapkan 5 Tersangka, Ekstasi hingga Uang Tunai Disita
Korupsi Dana Desa, Kades Air Putih Inhu Dituntut 5 Tahun Penjara
Polsek Pasir Peyu Ciduk Maling Motor dalam Waktu Singkat