Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Suatu Keniscayaan, Mulok Budaya Melayu di Sekolah
BUALBUAL.com - Pendidikan Budaya Melayu Riau (BMR) di sekolah merupakan suatu keniscayaan. Bukan hanya karena menjawab tantangan, tetapi juga melaksanakan amanah sebagai anak bangsa yang bersumbu pada kekuatan di daerah. Tidak ada alasan yang signifikan untuk mengabaikan pendidikan BMR itu.
Demikian benang hijau dari Webinar Pendidikan Budaya Melayu di Sekolah yang dilaksanakan Narawita Swarna Persada, Senin (20/7/2020). Diikuti sekitar 450 peserta, seminar tersebut menampilkan tiga pembicara yakni Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau (Ketum MKA LAMR) Datuk Seri H. Al azhar, Pengawas Madya Dinas Pendidikan Riau sekaligus mewakili Dinas Pendidikan Riau Drs Joyosman MM, dan budayawan Taufik Ikram Jamil.
Datuk Seri Al azhar mengatakan, pelaksanaan BMR merupakan salah satu upaya menghadapi globalisasi yang tak bisa dan tak perlu dielak. Setiap insan disuguhkan keberadaan dirinya untuk bersama-sama dengan pihak lain berupaya memuliakan sesama manusia. Lembaga pendidkan, tentu saja merupakan sisi utama untuk menyalurkan pewarisan keberadaan pemuliaan terhadap manusia itu sendiri.
Taufik Ikram Jamil menambahkan, kenyataan tersebut makin nyata manakala diketahui berbagai kalangan menyebutkan bahwa abad ke-21 ini adalah abad agama dan tradisi. Di sisi lain, gempuran teknologi informasi, bisa menyebabkan kebudayaan suatu kawasan tergilas. Untuk itu perlu dijawab dengan pewarisan agar penggilasan itu tidak terjadi, apalagi tunjuk ajar Melayun memang mewajibkan tindakan pewarisan tersebut.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” kata Joyosman menimpali. Dengan kesadaran serupa, lanjutnya, Dinas Pendidkan dan LAMR telah berusaha dengan berbagai cara mewujudkan mulok di sekolah. Segala perangkatnya yang menjadi wewenang daerah seperti payung hukum dan kurikulum telah disediakan sejak setahun terakhir.
Menjawab pertanyaan peserta, seminar yang dipandu Syaiful Anuar, S.Pd, M.Pd itu, Joyosman mengatakan bahwa mewujudkan BMR dalam data pokok pendididikan memang tidak mudah. Misalnya, harus ada perguruan tinggi yang melahirkan tenaga pendidikan mulok BMR. Tapi ini bisa dilaksanakan karena kita memiliki beberapa perguruan tinggi yang dapat digesa untuk itu.
Narawita Swarna Persada adalah penerbit buku-buku Riau yang dikelola oleh putera tempatan. Direkturnya, Masrinur, S.Pdi mengatakan, acara yang dihelat adalah sebagai media untuk membumikan budaya Melayu di Riau. “Kekuatan kebudayaan di masa mendatang, bergantung pada upaya-upaya yang kita lakukan kemarin dan hari ini,” ujarnya yang didampingi Ketua Panitia Syaiful Anuar, S.Pd., M.Pd.

Berita Lainnya
Bupati Inhu Ajak Masyarakat Tanam Pohon,Juga Tingkatkan Wisata Alam
Ngah Eet Tegaskan Tolak Pansus: Kita Butuh Solusi, Bukan Drama Politik
Menko Polhukam Mahfud Minta Jaksa Agung Tangkap Djoko Tjandra: Tak Ada Alasan Dibiarkan Berkeliaran
Jum'at Berkah, Pemerintah Kecamatan Beri Santunan Kepada Muallaf di Kecamatan Mandau
Tim Daehan dari Korsel Akan Dirikan Pengolahan Limbah Biochar di Inhil
Razia Blok Hunian Lapas Pekanbaru, Masih Ditemukan Sajam dan Benda Terlarang Lainnya
Mudahkan Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat, Bupati Bintan minta RSUD Bintan Ciptakan Aplikasi
dr Indra Yovi: Tingginya Gelombang Kedua Covid 19 Tergantung Kita Bersama
Bupati Kasmarni Sambut Baik, Seminar Dorong Peran Perempuan Jadi Pemimpin
Banjir Rob Berpotensi Terjang Pesisir Bintan, Ini Imbauan BPBD
Ikuti Seleksi Tingkat Nasional Sains Siswa Muslim, Della Adiana Silaturahmi bersama Bupati Inhu
Gubernur Ansar Minta Bintan dan Karimun Seperti Batam