Menembak Mati 'Fuang Ngaji Permata' Tanpa Alasan Hukum, Ikbal Sayuti: Pelanggaran HAM
BUALBUAL.com - Tewasnya tokoh bugis yang juga mantan ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Batam, Membuat para tokoh-tokoh bugis di daerah lain angkat bicara.
Ikbal Sayuti Salah satu tokoh muda bugis asal Inhil yang berdomisili di jakarta mengungkapkan pendapatnya dirinya mengatakan Sebagai bagian dari masyarakat bugis, Setelah mempelajari semua yang terjadi pada kasus penembakan kepada orang tua kami H. Permata di Laut sungai Bela Inhil, Pertama secara pribadi "Saya mengutuk keras tindakan brutal oknum Bea Cukai yang menembak mati tokoh Bugis H Permata (fuang Ngaji) tanpa alasan hukum". Ujarnya 20/01/20.
Tiga peluru yang menembus dada Alm H Permata. jelas perbuatan terkutuk dan tidak dibenarkan dalam hukum, Kejahatan ini masuk kategori HAM yaitu Kejahatan serius disebut extra judicial Killing (membunuh tanpa melalui proses hukum)
"Karena itu saya meminta kepda Bea Cukai daerah Kepri Maupun Daerah Riau Serta pihak Kepolisian agar menindaklanjuti kasus pembunuhan ini sesuai laporan Keluarga, PAO dan KKSS Batam melalui Rekan H. Masrun Amin, SH MH selaku Kuasa hukum." Tegas Ikbal Sayuti
Dari pengamatan media terlihat pihak BC belum serius menyikapi ekstra judicial Killing yang dilakukan oleh oknum BC. dan jika ini terus terjadi Tidak Ada kepastian hukum bagi Pelapor, KKSS se-Indonesia serta simpatisan akan betindak tegas terkait permasalahan hukum peristiwa ini.
"Kematian Alm H Permata, Diduga terjadi street justice (Pengadilan jalanan/main Hakim sendiri). Jika Permasalahan ini tidak tidak tuntas jangan disalahkan kami, Apalagi budaya Bugis mengenal istilah SIRI sehingga bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan." Ucap Ikbal Sayuti.
Saya bersama Sahabat Saya Advokat/Pengacara Bugis dari Jakarta Andi Muhammad Anwar juga akan bergerak apabila oknum BC yg menembak H. Permata tidak segera di Uangkap, minimal diketahui /diumumkan siapa oknum BC yg menembak sehingga tdk terkesan Ada konspirasi alias ditutupi.

Berita Lainnya
Minimalisir Konflik dengan Manusia, BBKSDS Riau Pasang GPS Collar
Satu Tahun Melayani Masyarakat Tembilahan, Boss Delivery Terus Berkembang Berikan Pelayanan Terbaik
Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, Forkompincam Enok Bagikan 300 Masker
APBD Riau Abaikan Prioritas RMPJD 2019-2024, Fitra Riau: Malah Ada Membiayai yang Bukan Kewajiban
Akibat Tiang Roboh Listrik 14 Desa di Kampar Padam, PLN Riau Turunkan Ratusan Petugas
Dengan Harga 77 Juta Lebih, Pusat Pilih Sapi Milik Rois Jadi Hewan Qurban Bantuan Presiden di Riau
KPID Ingatkan Pengusaha TV Kabel di Riau Wajib Miliki Hak Siar
Ratusan Masyarakat Riau Gelar Aksi Solidaritas Bela Palestina di Tugu Perjuangan
Ini Prediksi Cuaca di Riau pada 1 Februari 2023
Sosoknya Kini Dicari, Potret Bocah Baca Al Quran di Trotoar Bikin Menyentuh Hati
Komitmen Perusahaan Ramah Lingkungan, Sambu Group Ciptakan Sistem Pengelolaan Bebas Limbah di Lingkungan Sosial
Program Replanting Kelapa Sawit Harus Didukung Semua Pihak