Asosiasi Kontraktor Tuding Ada Monopoli Lelang Proyek di Pokja Pemda Rohil
BUALBUAL.com - Belum lama ini, di laman website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menayangkan pengumuman undangan pembuktian kualifikasi untuk lelang di Pokja LPSE Rohil.
Dari sekian banyak proyek pembangunan yang dilelang melalui LPSE tersebut, terdapat sejumlah kegiatan lelang yang diundang pembuktian kualifikasi adanya monopoli proyek dari instansi dengan pemilik perusahaan yang diundang untuk pembuktian kualifikasi.
Dengan adanya dugaan monopoli proyek tersebut, pihak asosiasi kontraktor Kabupaten Rohil akan turun menggelar aksi di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohil.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Gapensi Rohil Tarmawan kepada CAKAPLAH.com, Ahad (30/5/2021) di Bagansiapiapi.
Tarmawan menerangkan, dalam proses lelang itu, oknum yang melakukan monopoli proyek tersebut diduga seorang Penghulu aktif di Kabupaten Rokan Hilir dan oknum Polisi yang bertugas di Kabupaten Rokan Hilir serta tim pemenangan bupati terpilih.
"Atas dugaan itu kita akan melaksanakan aksi di depan kantor Kejari Rohil dan akan berlanjut di kantor DPRD kabupaten Rohil dan kita meminta untuk membatalkan proses lelang yang berlangsung," pungkasnya.

Berita Lainnya
Begini Kisah Pelepasliaran Rocky Orangutan di Kawasan TN Bukit Tiga Puluh
Bea Cukai Bengkalis Awasi Ketat Barang dari Negara Malaysia
Terjadi Penambangan Pasir Laut, Begini Kondisi Kawasan Pulau Rupat
Begini Kata DKP Riau Terkait Ikan Belida Dilarang Ditangkap
Bersama Pemcam Batang Tuaka, DP2KBP3A Inhil Gelar Lokmin Pendampingan dan Pemuatan Keluarga Beresiko Stunting
Program Pembekalan Purna Karya PHR; Tetap Profesional Memasuki Masa Pensiun
Rianto : Segera Chroschek Bersama DLH, Bila Benar Dapat Dipidanakan
Sebagian Warga yang Padati Disdukcapil Pekanbaru Disuruh Pulang
Klarifikasi Adhi Yanriko Mastur: Tahanan Positif Covid-19, Belum Sepenuhnya Jadi Tahanan Lapas Tembilahan
Jalan Kantor DPRD Inhu Berubah Fenomena Menarik
Komisaris Independen PT KIG Inhil, Haryanto: Tak Setuju Ekspor Kelapa Bulat di Larang
Berikut disampaikan Siaran Pers mengenai: Gajah dan Petani Kini Hidup Rukun, Agroforestri Ciptakan Harmonisasi