Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Dewan Kepri Minta Dihapuskan Rapit Test Antigen di Pos Penyekatan PPKM
BUALBUAL.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau, Harlianto meminta Pemerintah Kota Tanjungpinang tidak memberlakukan surat Rapit Test Antigen di Pos Penyekatan Penyekatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM).
"Kita minta Pemko Tanjungpinang tidak memberlakukan Rapit Tes Antigen itu," tegas Harlianto saat menghubungi media ini, Kamis(15/7) sore.
Karena Harlianto menilai petugas PPKM yang ada di Lapangan saat ini tidak memahami mana yang termasuk didalam Sektor Kritikal, Esensial, dan Non-Esensial selama PPKM Darurat.
"Jadi PPKM dalam aturannya hanya menyetop orang - orang yang tidak punya surat tugas. Kalau dia punya surat tugas dan dia tinggal Bintan serta masuk dalam kriteria esensial diwajibkan mengikuti Rapit tes antigen itu tidak manusiawi," ujarnya.
Terkait dengan pekerja bangunan dan pedagang sayur yang tinggal di Bintan dan tidak punya surat keterangan tugas harus diminta membayar rapit tes antigen. Anggota DPRD Kepri Dapil Bintan - Lingga ini menilai hal tersebut sangat tidak wajar.
"Inilah yang harus dipahami oleh petugas PPKM mereka itu masuk dalam sektor esensial. Tidak mungkinlah orang menanam sayur di Bintan itu harus diminta antigen. Sedangkan sayuran yang ada di Tanjungpinang itu sebagian besar dari Bintan," bebernya.
Anggota DPRD Kepri ini menduga ada oknum yang bermain dan mengambil kesempatan atas hal ini. Karena setiap warga Bintan diminta Rapit Test ditempat dengan petugas kesehatan dari apotek milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan biaya 150 Ribu Rupiah. Kalau tidak bisa menunjukan surat rapit test antigen.
"Kita minta tegas jangan sampai ada oknum yang bermain," sebutnya.
Untuk itu, Politisi Partai Demokrat ini meminta Pemko Tanjungpinang menghapus kebijakan rapit test antigen ini.
"Kecuali Pemko Tanjungpinang mau menanggung biaya rapit test antigen ini," katanya.

Berita Lainnya
Wow, Kabupaten Bengkalis Posisi Teratas Realisasi Pendapatan APBD Tahun 2021 Untuk Se-Indonesia
Kadis Kominfo Lampura sesalkan adanya hoak tentang covid-19
Baznas Inhil Sebut Lansia Berhak Terima Manfaat Zakat dari Muzakki
Menpan-RB Pastikan New Normal Tidak Ganggu Pelayanan Publik
3 Masih Dirawat, Satu Pasien Positif Corona di Dumai Sembuh
Masyarakat Desa Danau Pulai Indah Ucap Terima Kasih kepada Bupati HM Wardan Atas Penimbunan Jalan Menuju Pasar KM 5
Groundbreaking Bintan International Circuit, Saatnya Dunia Melirik Bintan
Alhmadulillah, Buat dan Perpanjangan SIM Sudah Bisa di Bengkalis
Lima Hari Kedepan, Vaksin Covid-19 di Inhil Berhadiah Sepeda Motor
Pemko Pekanbaru Anggarankan Rp 13 Miliar untuk Penanganan Banjir
BMKG Catat 27 Titik Panas Terpantau di Riau, Terbanyak di Inhu
WFH ASN Mulai Berlaku, Pemkab Inhil Belum Siap! Sekda: Kami Masih Cari Format