Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Temui Menteri KKP, Gubernur Ansar Bahas Implementasi Program Ekonomi Biru di Kepri
BUALBUAL.com - Pasca kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono ke Kepulauan Riau, Selasa (18/10) yang lalu, Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad yang saat itu tidak sempat mendampingi Menteri Trenggono karena sedang mempromosikan investasi Kepri di Turki bertemu langsung mantan Wakil Menteri Pertahanan tersebut di Kantor KKP, Jakarta, Rabu (02/11).
Gubernur Ansar menemui Menteri Trenggono untuk membahas dan menindaklanjuti program-program Kementerian KKP yang terangkum dalam 5 Program Ekonomi Biru di Kepri khususnya.
Memang saat kunker di Tanjungpinang, Ibukota Provinsi Kepri, Menteri Trenggono sengaja hadir sempena Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut (Gernas BCL) yang dimulai tahun 2022 ini.
"Gernas BCL ini merupakan implementasi salah satu dari lima desain program ekonomi biru oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan" ujar Menteri Trenggono saat itu.
Selain pengelolaan sampah laut melalui Gernas BCL, program KKP yang masuk dalam ekonomi biru antara lain perluasan kawasan konservasi tertutup, penangkapan ikan terukur, pengembangan budidaya, dan program pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
Gubernur Ansar dalam pertemuan itu menyebut seluruh program desain ekonomi biru KKP sangat cocok diterapkan di Kepri yang 96 persen wilayahnya merupakan lautan, demi keberlangsungan kesehatan laut namun tetap dapat dimanfaatkan aspek ekonominya.
"Sesuai namanya, Ekonomi Biru yang mencerminkan laut yang sehat dan kaya, dimana program-programnya akan menjamin kelestarian laut, dan aspek ekonomi untuk masyarakat dapat dipertahankan" ujar Gubernur Ansar.
Misal, dua hari sebelumnya Gubernur Ansar ikut serta dalam panen raya Ikan Bawal Bintang sebanyak 10 ton yang dilanjutkan dengan tebar benih ikan kerapu di Keramba Jaring Apung (KJA) Kampung Budidaya Perikanan Kampung Keter Tengah, Tembeling, Bintan. Ini merupakan implementasi nyata program ekonomi biru dalam hal pengembangan budidaya di Kepri.
"Kampung budidaya nelayan ini jadi program ekonomi biru KKP yang menjawab persoalan orientasi sebagian besar nelayan yang ada di Kepri sebagai nelayan tangkap, yang penghasilannya dipengaruhi oleh faktor cuaca dan tidak dapat dipastikan hasilnya" ungkap Gubernur Ansar.
Menteri Trenggono pun menyampaikan dukungan penuhnya terhadap implementasi program ekonomi biru di Kepri. Komitmennya dibuktikan dengan hadirnya ia secara langsung dalam Gernas BCL.
Menteri Trenggono pun mendorong Pemprov Kepri untuk memprioritaskan pengembangan budidaya perikanan dengan mengembangkan kampung-kampung budidaya nelayan lebih banyak lagi.
"Ini akan mendorong Kepri menjadi lumbung ikan di wilayah barat Indonesia. Dengan prioritas budidaya, nantinya setiap daerah di Kepri berpotensi memiliki komoditi unggulan di bidang kelautan dan perikanan," harapnya.

Berita Lainnya
PSBB Peknabaru, Dispar Riau Ingatkan Cafe, Restoran Terapkan Take Away Selama Covid-19
Open House Idhul Adha 1444H Kantor Camat Mandau, Dihadiri Bupati Bengkalis Kasmarni
Siapkan 10 Ton Garam, Besok TMC Hujan Buatan akan Beroperasi di Riau
Tata Niaga Kelapa Disorot, DPRD Riau Minta Kebijakan Lebih Berpihak ke Petani Inhil
Hari Ini 8 Pasien Covid-19 di Kota Tanjungpinang Dinyatakan Sembuh
Serap Aspirasi, Bupati Kasmarni Resmikan Wisma Daerah Sebagai Rumah Aspirasi
Gubernur Kepri Terima Kunjungan Konsulat Malaysia, Upaya Perkuat Hubungan Negara Serumpun
Bupati H.Sukiman Terima Sertifikat Pelayanan Paripurna Bagi RSUD Rokan Hulu dari KARS
Jelang Idul Adha, 317 Hewan Kurban di Keritang Diperiksa Ketat: Dipastikan Sehat dan Layak Sembelih
Ini yang Dikatakan Panitra MK Muhidin Terkait Kelanjutan Sengketa Pilkada 2020
Karhutla Mengganas, BNPB Kerahkan 5 Helikopter Water Bombing ke Riau
HIPMI Rohul Berikan Penilaian Pelayanan Publik Terbaik kepada DPMPTSP