Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Mantap! Conservation Goes To School, PHR Ajak Anak-anak Lestarikan Gajah dan Hutan Riau
BUALBUAL.com — Upaya menjaga kelestarian alam dan habitat Gajah Sumatera terus dilakukan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) WK Rokan bersama Rimba Satwa Foundations (RSF), salah satunya melalui kegiatan Conservation Goes To School.
Kegiatan tersebut digelar di SD Negeri 25 Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Selasa (29/8/2023). Siswa-siswi sekolah dasar tampak antusias mengikuti program tersebut, mereka ditanamkan jiwa cinta alam sejak dini.
Dalam program tersebut, PHR juga menggandeng tim National Geographic Indonesia untuk menumbuhkan nilai-nilai lingkungan dan keanekaragaman hayati di dalamnya, terutama gajah Sumatera yang dimiliki Riau.
Kepala SDN 25 Mandau, Zabinar S.Pd MM mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung program PHR tersebut. Menurutnya, ini merupakan kesempatan berharga yang didapat sekolah untuk masa depan anak didik.
"Kami dari pihak sekolah sangat bangga sekali dikunjungi tim PHR, RSF dan National Geographic, karena ini merupakan ilmu dan wawasan bagi anak-anak, sehingga mereka bisa lebih mencintai lingkungan," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, PHR memberikan pemahaman luas tentang habitat gajah Sumatera yang hampir punah. Para siswa diberikan bekal ilmu untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan ekosistem hutan Riau.
"Riau bangga memiliki gajah, satwa ini harus terus kita lindungi demi kelangsungan ekosistem hutan Riau. Anak-anak kelak akan menjadi dewasa, saat mereka dewasa harapan kita mereka masih bisa melihat satwa tersebut," kata Corporate Secretary PHR WK Rokan, Rudi Ariffianto.
Ia menjelaskan, sejauh ini PHR bersama RSF terus melakukan program konservasi gajah Sumatera dengan berbagai aksi nyata, salah satunya lewat program Agroforestri dan mensosialisasikan langsung kepada masyarakat yang berada di kantong Balai Raja dan Giam Siak Kecil, Riau.
Sejak 2011, Gajah sumatera termasuk dalam daftar merah The International Union for Conservation of Nature (IUCN), dengan status kritis atau sangat terancam punah. Hal ini disebabkan karena populasi gajah Sumatera yang menurun lebih dari 80% dalam waktu tiga generasi terakhir, atau sekitar 75 tahun. Penurunan populasi gajah sumatra terutama disebabkan oleh hilangnya habitat, degradasi hutan dan fragmentasi habitat serta perburuan. Dengan begitu, peran Pentahelix yang dijalankan PHR merupakan salah satu langkah untuk melestarikan gajah dan habitatnya di hutan.
PHR bersama RSF mengembangkan pembibitan pohon-pohon yang bernilai ekonomi tinggi namun rendah gangguan gajah. Antara lain alpukat, durian, petai, jengkol, matoa dan kakao. Sedangkan jenis tanaman untuk pakan gajah antara lain rumput odot. Program ini sangat didukung oleh masyarakat yang memiliki lahan di perlintasan gajah, sekitar 75 KK warga pemilik lahan di lokasi-lokasi tersebut ikut mengambil bagian karena sadar akan konservasi tersebut.
Selain itu, upaya konservasi gajah juga dilakukan secara terintegrasi melalui pembinaan habitat serta pemantauan populasi gajah. Dua unit kalung global positioning system (GPS collar) tambahan telah dipasangkan ke kelompok gajah. Melengkapi tiga unit yang sudah lebih dahulu dipasang, serta 18 unit kamera pengintai (camera trap).
Kalung GPS yang dipasangkan di leher gajah berfungsi untuk memonitor pergerakan kawanan gajah melalui satelit. Sehingga potensi konflik dengan manusia dapat dimitigasi secara dini. Selain itu, alat tersebut dapat memberikan data awal sebagai dasar penghitungan perkiraan berat badan gajah. Sedangkan kamera pengintai dipasang di kawasan perlintasan gajah guna memberikan informasi secara visual.
Selain agroforestri, program rtanggung jawab sosial dan lingkungan PHR telah banyak dilakukan. Antara lain penguatan kelompok Bank Sampah, Program Kampung Iklim (PROKLIM), Konservasi Mangrove, serta Desa Energi Berdikari melalui pembangunan beberapa unit reaktor biogas dengan pemanfaatan kotoran sapi.

Berita Lainnya
Buka Penerimaan Siswa Baru, Konsep Pendidikan Berbasis Sekolah Alam 'Sai Tahfiz Indragiri'
Pelantikan Akbar Ormawa UIN Suska Riau, Rektor: Mari Majukan Kampus dengan Kolaborasi dan Inovasi
Langkah Positif Gubernur Abdul Wahid: Menghapus Beban Finansial dalam Dunia Pendidikan Riau
Solo Drum! M Riski Meifi Rehan Meriahkan Gemilang Creative Fest 2023 di Inhil
Dari Sungai Luar ke Arab Saudi, Rohana Wahida Kantongi Rekomendasi Bupati Inhil
LPPM dan Kukerta UNRI Edukasi Warga Tepian Sungai Buat Apartemen Ikan
Peringatan Hardiknas 2025, Siswa-Siswi SDN 001 Singkep Selatan dan Babinsa Serda Junaidi Bersatu dalam Semangat Pendidikan
Dari 3.500 Kuota BOSDA Afirmasi di Riau, Baru 382 Siswa Daftar ke SMA/SMK Swasta
Pagelaran Seni SMAN 7 Pekanbaru: Ujian Praktik yang Tumbuhkan Karakter dan Talenta Siswa
Ruri Tirta Kumala Dewi Temui Camat Kuantan Tengah Bahas Persiapan Grand Final Putra Putri Edukasi
Kapolda Riau Hadiri Khotmil Qur'an Di Masjid Jami' Air Tiris
DP2KBP3A Inhil Laksanakan Pertemuan Peningkatan Kapasitas Kader IMP Bagi Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa