VIRAL! Oknum Pejabat BUMD Tanjungpinang Diduga Hajar Pedagang UMKM, Warga: 'Sikapnya Mirip Preman!
BUALBUAL.com - Dunia usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Tanjungpinang mendadak diguncang kabar tak sedap. Seorang oknum pejabat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang berinisial GT, kini tengah menjadi sorotan tajam publik. Pejabat yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam mengayomi dan mendukung kemajuan UMKM, justru diduga melakukan aksi premanisme terhadap seorang pedagang kecil.
Peristiwa memilukan ini terjadi di kawasan Taman Gurindam, Tepi Laut, Tanjungpinang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula dari sebuah kesalahpahaman antara GT dan salah satu pedagang setempat. Bukannya menyelesaikan masalah dengan kepala dingin sebagai seorang pelayan publik, GT diduga tersulut emosi hingga berujung pada aksi adu jotos.
Ciderai Citra Pemerintah, Dinilai Tak Punya Jiwa Pemimpin
Insiden baku hantam tersebut sontak memancing amarah masyarakat Tanjungpinang. Tindakan arogan yang dipertontonkan oleh GT dinilai sangat tidak pantas dan menjatuhkan martabat instansi tempatnya bekerja.
"Sangat memalukan. Pejabat publik itu digaji dari uang rakyat untuk melayani dan membina, bukan malah bertindak ala preman pasar dan memukul warga kecil yang sedang mencari nafkah," ujar salah seorang warga yang menyaksikan ramainya perbincangan kasus ini di media sosial.
Masyarakat menilai, tindakan GT telah mencoreng kerja keras Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang yang selama ini gencar mengampanyekan pemulihan ekonomi melalui sektor UMKM. Pemimpin sejati seharusnya hadir memberikan solusi dan perlindungan, bukan justru menggunakan kekuatan fisik untuk menindas pedagang.
Desakan Copot Jabatan: Pemko Tanjungpinang Harus Bertindak Tegas
Kini, bola panas berada di tangan Pemerintah Kota Tanjungpinang selaku pemilik kebijakan. Gelombang desakan dari masyarakat sipil terus menguat, meminta agar Wali Kota atau pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas tanpa pandang bulu.
Masyarakat menuntut agar GT segera dicopot dari jabatannya jika terbukti bersalah. Sanksi moral dan administrasi dinilai harga mati demi menjaga nama baik dan wibawa Pemko Tanjungpinang di mata publik. Kasus ini menjadi ujian bagi pemerintah daerah: apakah mereka akan melindungi oknum pejabat yang arogan, atau berdiri tegak membela hak-hak rakyat kecil dan pedagang UMKM?
Hingga berita ini diturunkan, pihak media masih berusaha menghubungi pihak BUMD Tanjungpinang dan pihak kepolisian setempat untuk mendapatkan konfirmasi resmi terkait kelanjutan proses hukum dari insiden tersebut.
(Yt)

Berita Lainnya
Pencari Kepah Temukan Mayat WN Malaysia Terdampar di Pantai Teluk Lecah Rupat Bengkalis
Api Lahap Rumah Warga di Jalan Budiman Tembilahan, Penyebab Masih Diselidiki
IUMS 'Mengutuk Keras' Aksi Penyobekan Al Quran dan Perusakan Mesjid oleh Pemukim Israel
Rumah Warga Sungai Piring Inhil, Dihantam Angin Puting Beliung
Ratusan Rumah Warga di Kecamatan Kuantan Mudik Dilanda Banjir
Ratusan Driver Maxim Kepung DPRD Riau, Tuntut Komisi Dipangkas Jadi 8 Persen Sesuai Aturan Baru
Eks Kades Sungai Raya Kritik Bupati Inhu Terkait Konflik Lahan Warga dan PT SBP
Posal Tanjung Berakit Bersama Basarnas Evakuasi Mayat Tenggelam
2 Rumah Warga di Desa Pebenaan Hangus Terbakar, Kerugian Diperkirakan Rp250 Juta
Kabar Duka, Lurah Kijang Kota Bintan Tutup Usia
Pejuang Marwah Tanjungpinang Sayangkan Dengan Tudingan Pakar Hukum Jangan Asbun
Tiang Penyangga Sutet Listrik Roboh, 4 Pekerja Tower Tewas