Dikira Sekarat, Kondisi Gajah Betina Berusia 60 Tahun Ini Ternyata Bikin Tim BBKSDA Terkejut
BUALBUAL.com - Seekor Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) betina berusia sekitar 60 tahun kembali menunjukkan ketangguhannya setelah berhasil pulih dari kondisi kritis yang sempat mengancam nyawanya pada tahun lalu.
Satwa liar yang hidup di kawasan hutan tanaman industri Estate Ukui, Kabupaten Pelalawan itu kini kembali menjalani kehidupan sebagai gajah soliter. Untuk memastikan kondisinya tetap sehat, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Pada Juli 2025, kondisi gajah tersebut sempat memprihatinkan. Ia mengalami penurunan berat badan drastis, dehidrasi berat, gangguan pencernaan akut, hingga prolapsus ani atau keluarnya jaringan usus melalui anus. Berkat perawatan intensif, kondisinya kini berangsur pulih.
Saat tim medis BBKSDA Riau yang dipimpin drh. Rini Deswita melakukan pemeriksaan terbaru, gajah itu justru terlihat lebih aktif dan agresif. Bahkan, satwa tersebut menunjukkan perilaku defensif saat didekati petugas.
Selama proses pembiusan ringan, gajah berusia senja itu tetap mampu berdiri tegak dan tidak menunjukkan tanda-tanda kelemahan yang berarti.
Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan. Berat badan gajah diperkirakan mencapai 2.600 kilogram, dengan lingkar dada 340 sentimeter dan tinggi badan sekitar 230 sentimeter.
"Skor kondisi tubuhnya kini berada pada kategori sedang atau proporsional. Selain itu, tidak ditemukan luka maupun cedera baru pada tubuhnya," ujar Supartono, Senin (6/7/2026).
Meski demikian, faktor usia tetap memengaruhi kondisi kesehatannya. Tim medis menemukan adanya anismus atau melemahnya fungsi otot anus sehingga kotoran sering menggantung dan menimbulkan aroma tidak sedap. Kondisi tersebut sempat membuat warga mengira gajah itu sedang sakit parah.
Selain itu, gigi-giginya juga telah mengalami keausan sehingga kemampuan mengunyah pakan berserat tinggi menurun. Akibatnya, proses pencernaan tidak lagi optimal dan sesekali menyebabkan diare.
Untuk beradaptasi, gajah tersebut memilih mengonsumsi pakan yang lebih lunak, seperti ubi kayu, batang pisang, rumput segar, hingga tanaman sawit muda yang berada di sekitar kawasan perkebunan.
Sebagai upaya menjaga kondisi fisiknya, tim medis memberikan terapi suportif berupa obat-obatan dan cairan infus guna membantu menjaga kestabilan fisiologisnya.
Supartono menegaskan bahwa penurunan fungsi organ merupakan proses alami pada satwa yang telah memasuki usia lanjut. Selama nafsu makan tetap baik, kondisi tubuh stabil, dan tidak mengalami stres, gajah tersebut diperkirakan masih mampu bertahan hidup secara alami di habitatnya.
Ia juga menilai pemantauan rutin ini menjadi bukti sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian satwa liar beserta habitatnya.
Di akhir keterangannya, BBKSDA Riau mengajak masyarakat untuk turut menjaga habitat gajah, menolak segala bentuk perburuan liar, serta segera melaporkan kepada petugas melalui layanan resmi apabila menemukan satwa liar yang membutuhkan pertolongan medis.

Berita Lainnya
Kasmarni - Bagus Santoso Menang Mutlak, Hulubalang Tameng Adat LAMR Mandau beri SELAMAT
FAHMIL W. Ketua DPRD Kampar Mengikuti Peresmian listrik 8 Desa Kec Kampar kiri hulu.
Peduli Tiada Henti, Sambu Group Membangun Tanggul di Desa Air Tawar
PKS PT.PCR Sebanga, Kembali Bantu Warga Di Sekitar Perusahaan
Yayasan Vihara Dharma Shanti kembali Gelar Bhakti sosial membagikan sembako 200 Paket Kepada Masyarakat
Polwan Polda Riau Ajak Rocky Gerung ke Bank Pohon, Rayakan HUT ke-77
PT SPR Berikan Santunan Anak Yatim dan Duafa
Kisah Polisi di Riau Daftarkan Pengamen Badut Sekolah Dasar
Polwan Polres Bintan Door to Door bagikan Sembako kepada Masyarakat
Siaran Pers Mantan Ketua Serikat Tani Riau Soal Sengketa Lahan Warga Dengan Koperasi ESM di Desa Sekijang
KNPI Riau Berbagi Berkah di Depan Gedung Rakyat
Wan Abu Bakar: Aneh LSM Lingkungan Menilai Orang yang Belum Bekerja