Usia 80 Tahun, BNI Tembilahan Siap Gas Pol Bangun Ekonomi Rakyat dan Era Perbankan Cerdas
BUALBUAL.com - Waktu tak pernah berbohong. Ia mencatat setiap detik pengabdian, setiap tetes peluh, setiap senyum yang lahir dari kepercayaan. Tahun 2026 ini, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menapaki usia 80 tahun. Sebuah angka yang tak sekadar tua, tapi penuh cerita tentang setia menemani Indonesia. Dari Tembilahan, BNI Kantor Cabang Inhil merayakan usia emas itu dengan dada bergetar, mata basah oleh syukur.
Delapan dekade sudah BNI berdiri. Ia lahir ketika republik ini masih bayi, tumbuh ketika bangsa tertatih, dan kini tegak ketika Indonesia menatap dunia. BNI bukan hanya deretan angka di laporan keuangan. Ia adalah nadi yang mengalirkan darah ekonomi, dari kota hingga ke pelosok. Di Indragiri Hilir, BNI adalah sahabat. Ia ada di balik warung yang kini naik kelas, di balik perahu nelayan yang pulang membawa rezeki, di balik mimpi anak muda yang merintis usaha dari kamar kos.
Pemimpin Cabang BNI Tembilahan, Indra Wahyu, tak kuasa menyembunyikan haru. “Delapan dekade ini adalah warisan. Warisan kepercayaan dari rakyat, dari nasabah, dari setiap orang yang pernah menaruh harap pada BNI. HUT ke-80 ini bukan pesta, tapi perenungan. Bahwa kami harus terus berlari lebih kencang, melayani lebih tulus untuk negeri,” ucapnya, suaranya parau menahan rasa.
Perjalanan 80 tahun menjadikan BNI saksi sekaligus penggerak. Ketika Inhil butuh akses modal, BNI hadir. Ketika UMKM butuh didampingi, BNI mengulurkan tangan. Ketika Pemkab Inhil butuh mitra membangun daerah, BNI tak pernah absen. Inklusi keuangan bukan lagi jargon. Di tangan BNI Tembilahan, ia menjelma jadi kenyataan yang dirasakan pedagang pasar, petani kelapa, hingga ibu rumah tangga.
Usia 80 tahun adalah usia matang. Tapi BNI memilih tak tua dalam berpikir. Tema besar yang diusung tahun ini adalah lompatan kuantum. Sebuah tekad untuk membawa perbankan Indonesia masuk ke era baru. Era yang serba digital, cepat, aman, dan terintegrasi global. Dari Tembilahan, Indra Wahyu menegaskan bahwa Inhil tak boleh tertinggal kereta zaman.
“Kami ingin BNI makin dekat, sedekat detak jantung. Lewat _wondr by BNI_, kami ingin nasabah merasakan bank yang ada di genggaman. Bayar belanja di pasar, kirim uang ke anak di rantau, urus usaha dari kebun, semua bisa dalam satu sentuhan. Teknologi harus memanusiakan, bukan menjauhkan,” tutur Indra Wahyu. Kalimat itu nasionalis sekaligus humanis, tegas tapi menghangatkan.
Tantangan zaman memang datang bertubi. Disrupsi teknologi, perubahan perilaku, tuntutan layanan yang makin cepat. Namun BNI Tembilahan punya tiga kompas: kolaborasi, integritas, dan inovasi. Tiga kata itu yang membuat BNI bertahan 80 tahun, dan tiga kata itu pula yang akan membawa BNI terbang lebih tinggi. Karena bagi BNI, tumbuh berarti tumbuh bersama rakyat.
Di balik layar _wondr by BNI_ yang makin canggih, ada wajah-wajah tulus insan BNI Tembilahan. Mereka yang lembur menyempurnakan fitur, yang sabar mengajari nasabah lansia pakai aplikasi, yang turun ke kampung mengenalkan literasi keuangan. Teknologi boleh canggih, tapi sentuhan manusia tak tergantikan. Dan itu yang BNI jaga selama 80 tahun.
Apresiasi setinggi langit disampaikan Indra Wahyu kepada Pemerintah Kabupaten Inhil, Forkopimda, mitra bisnis, dan seluruh nasabah setia. “Tanpa kepercayaan Bapak Ibu semua, BNI hanya nama. Kalianlah yang membuat kami ada, membuat kami bermakna. Terima kasih telah berjalan beriringan selama ini,” ucapnya. Ada getar di suaranya, ada jujur di matanya.
HUT ke-80 ini juga jadi momentum untuk menatap Inhil ke depan. BNI berkomitmen mengawal pertumbuhan ekonomi daerah. Dari pembiayaan sektor unggulan seperti kelapa dan perikanan, penguatan UMKM naik kelas, hingga mendukung digitalisasi layanan publik. Karena Inhil maju, Indonesia kuat. Dan BNI ingin ada di setiap langkah kemajuan itu.
Malam perayaan di Tembilahan boleh sederhana, tapi maknanya dalam. Tak ada pesta pora, yang ada hanya doa dan tekad. Doa agar BNI terus diberi kekuatan melayani, tekad agar 80 tahun bukan jadi titik nyaman, melainkan pijakan untuk lompat lebih jauh.
“Mari jadikan usia ke-80 ini bukan garis akhir. Ini adalah titik tolak. Titik di mana kita bersama-sama lompat lebih tinggi. Untuk Inhil yang sejahtera, untuk Indonesia yang jaya. BNI akan terus ada, bekerja dengan hati, mengabdi untuk negeri,” pungkas Indra Wahyu.
Delapan dekade telah terlewati. Sejarah sudah ditulis dengan tinta pengabdian. Kini, dari Tembilahan, BNI menatap 80 tahun berikutnya. Dengan semangat baru, dengan teknologi baru, tapi dengan hati yang sama: hati yang mencintai Indonesia tanpa batas. (*)

Berita Lainnya
Gubri Sebut Ekspor CPO dan Kertas Triwulan I 2020 Menggembirakan
Terbuka Berbagai Sektor, AQ DONAT Salah Satu Bisnis Terkini di Kabupaten Inhil
Ditengah Wabah Covid-19, Pendapatan Bisnis Perhotelan di Tembilahan Menurun
Hadirnya KNES di Desa Senama Nenek Berikan Dampak Positif Bagi Perekonomian Masyarakat
KARA Raih Indonesia Customer Experience Award ICXA 2021
Kunjungi Bupati Wardan, Kadin Inhil dan DPMPTSP Inhil Gelar Sosialisasi Keppres Nomor 18 Tahun 2022
Grand Opening Perumahan Pondok Ruby Osela, Berikan Promo 10 Unit Pertama Free Uang Muka
Minyak Goreng ''Minyakita'' Mulai Menghilang dari Pasaran Pekanbaru
Komisi Pemberantasan Korupsi Datangi Petani Sawit di Riau, Ada Apa?
Harga TBS Sawit di Riau Pekan Ini Rp1.489,53 per Kg
Pelangi Plaza Dorong Pelaku UMKM dan UKM Untuk Beraktivitas Kembali di Tengah Pandemi
Ketua Dewan Otoritas OJK Mengajak Semua Pihak Tidak Sangsi Pada Pengokohan Ekonomi