21 Rakit PETI Dimusnahkan!
Bikin Geger! Polres Kampar Bongkar 6 Kasus Besar Sekaligus, dari PETI hingga Pemerkosaan
BUALBUAL.com - Polres Kampar ungkap 6 kasus menonjol di wilayah Kabupaten Kampar selama Juli 2026. Keenam kasus ini diungkapkan dalam konferensi pers dengan memperlihatkan barang-barang bukti yang diamankan. Konferensi pers digelar di Aula Sabika Satyawada, Selasa (21/7/2026).
Konferensi pers dengan para wartawan dipimpin Kapolres Kampar diwakili oleh Waka Polres Kampar Kompol Rizki Hidayat yang didampingi oleh Kasat Reskrim AKP I Gede Yoga Eka Pranata dan para Kanit Reskrim terkait 6 kasus yang menonjol ini.
Dalam press release, Waka Polres Kampar memaparkan beberapa kasus yang telah diungkap oleh jajarannya. Kasus pertama adalah kasus pertambangan emas tanpa izin di wilayah Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar pada satu pekan lalu.
Dalam kasus ini, Satreskrim Polres Kampar berhasil mengamankan dua pelaku yaitu TR (33) dan S (51). Serta 21 rakit di musnahkan dan barang bukti lainnya. Selain mengamankan dua terduga pelaku, petugas turut menyita sejumlah barang bukti yang digunakan dalam aktivitas PETI, di antaranya mesin sedot, selang, rakit, serta peralatan pendukung lainnya.
"Atas perbuatannya, para terduga pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dengan ancaman pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.
Selanjutnya kasus kedua, yaitu pencurian dengan kekerasan (Curas) yang terjadi di Jalan M Ali Rasyid, Kelurahan Bangkinang, Kecamatan Bangkinang Kota. Dengan korban Masdalena (40) yang menyebabkan gelang emas milik korban dijambret oleh MG (27) bersama RF yang saat ini masih DPO. "Untuk MG berhasil diamankan di sebuah Kos di Pekanbaru. Gelang milik korban dijual oleh pelaku dan uang dijadikan untuk poya-poya oleh pelaku," ucapnya.
Kasus ketiga pencurian dengan pemberatan (Curat) yang terjadi di Desa Kuok, Kecamatan Kuok pada Sabtu (18/7/2026) sekira pukul 02.00 Wib masuk ke dalam rumah korban Yus Nizar (36) warga Desa Pulau Terap, Kecamatan Kuok. "Pelaku berhasil diamankan oleh warga yaitu DES (33). Pelaku ini merupakan residivis untuk ketiga kalinya dan juga meresahkan masyarakat," jelas Kompol Rizki Hidayat ini.
Sementara itu, kasus keempat penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia yaitu korban Fahmi Armansyah yang dianiaya korban hingga korban meninggal dunia yaitu SG (25) warga Desa Bukit Payung, Kecamatan Bangkinang. "Motif pelaku melakukan penganiyaan yang mengakibatkan korban tewas karena sakit hati, karena korban pernah memukul adik korban," ujarnya.
Pelaku kita tangkap di rumahnya tanpa perlawanan. "Pelaku kita jerat Pasal 466 ayat (3) dan atau pasal 446 ayat (1), UUD nomor 1 tahun 2023 tentang KUH.Pidana dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara," kata Waka Polres Kampar menambahkan.
Kasus kelima persetubuhan pada anak di bawah umur pada korban IA (12) dengan pelaku yang merupakan pacarnya RA (18). " Korban dicabuli oleh pelaku di bahwa jembatan dan sudah dilakukan kedua kalinya.
Namun korban dibawa ancaman pelaku yang memaksa korban melakukan persetubuhan. Jika korban tidak mau, maka vidio call seksnya akan di sebarkan. Atas kejadian tersebut ayah korban mengetahui perbuatannya dan langsung melaporkan pelaku. Pelaku kemudian ditangkap tanpa perlawanan.
Terakhir kasus pemerkosaan, korban HO (33 tahun). Pelaku MU (24 tahun). Selain pemerkosaan juga melakukan pencurian terhadap barang milik korban.
Pelaku melakukan modus dengan melakukan tipu muslihat korban dengan menawarkan pekerjaan. Setelah itu membawa korban ke tempat sepi dan melakukan kekerasan pada korban, sehingga korban tidak berdaya dan merasa terancam, setelah memperkosa korban, barang berharga korban diambil oleh pelaku dan meninggalkan korban.
"Setelah itu pada Rabu, satu pekan lalu, pelaku menyerahkan diri ke Polres Kampar dan langsung kita amankan," kata Waka Polres Kampar dalam keterangan persnya.
Terakhir Waka Polres Kampar menyatakan bahwa Polres kampar terus berupaya mengungkap kasus-kasus lainnya dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Kampar.

Berita Lainnya
Tragedi Balai Jaya Rohil, Anak 4 Tahun Meninggal Dunia, Kakek Sendiri Diduga Pelakunya
Mantan Polisi di Inhu Ditangkap Jadi Bandar Sabu, 210 Gram Disembunyikan dalam Sepatu
Nova Puspitasari: Tidak ada Kepentingan Politik, Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Baznas Inhil Tetap Berlanjut
Berkas Perkara Pencabulan Dinyatakan Lengkap, Dekan FISIP Unri Nonaktif segera Disidangkan
Warga Lampung Selatan Ini Tega Tipu Temannya Sendiri, 2 Unit Hp Raib
Digerebek di Hotel Pekanbaru, Dari 17 Muda Mudi 8 orang Positif Gunakan Narkoba
Polisi Selidiki Ledakan Mematikan di Sekolah, Siswa 15 Tahun Meninggal Dunia
21 Paket Sabu Siap Edar Digagalkan, Pengedar Dibekuk Polisi di Mandau
Tim Polri dan KLHK Tangkap 4 Pelaku Perdagangan Sisik Trenggiling di Pekanbaru
Satreskrim Polres Bengkalis Pantau Adanya Dugaan Penyelewengan BBM Solar Bersubsidi di SPBU Duri
Simpan Barang Haram, Seorang Pria Berhasil Diciduk Sat Narkoba Polres Lampung Utara
BREAKING! KPK Resmi Tahan Bupati Kuansing Suhardiman Amby, Digiring Pakai Rompi Oranye