PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Tak Hanya Sekedar Konser, JMF 2016 Bawa Nilai Budaya Melayu
bualbual.com - Untuk kelima kalinya Jakarta Melayu Festival (JMF) bakal digelar di Jakarta. Kali ini, JMF mengambil tema 71 Tahun Daulat Merdeka karena akan digelar pada 20 Agustus 2016, berdekatan dengan dirgahayu Indonesia yang ke 71. Bukan hanya sekedar konser, JMF 71 Tahun Daulat Merdeka juga membawa misi budaya, yakni melestarikan budaya Melayu di Indonesia.
"Ini bukan sekedar konser tapi ada gagasan budaya Melayu. Kali ini banyak improvisasi dan lebih banyak jamming antar musisi. Ini untuk menunjukkan bahwa musisi kita gak kalah dengan musisi luar. Kedua, musik melayu bisa diterima anak muda juga bukan hanya orang tua. Banyak inovasi tapi tidak meninggalkan originalitasnya," ungkap Geisz Chalifa selaku ketua penyelenggara dan perwakilan Gita Cinta Production yang menggagas konser saat jumpa pers belum lama ini.
Sederet nama penyanyi dan musisi melayu seperti Iyeth Bustami, Kiki Ameera, Henri Lamiri, Vico Amigos Band, bakal tampil menghibur masyarakat. Banyak yang berbeda di JMF kali ini. Misalnya, untuk pertama kali konser ini digelar di tempat terbuka yakni
pesisir Pantai Pasir Putih Ancol dan juga bakal digelar secara cuma-cuma.
"Kenapa di pantai? Karena Melayu itu ada di pesisir. Kenapa gratis? Karena ini hadiah untuk masyarakat Indonesia. Mereka bisa berpesta sambil mengingat dan melestarikan kebudayaan Melayu," terang Geisz Chalifa.
Tidak hanya didukung oleh banyak musisi melayu, JMF juga dapat dukungan dari beberapa politisi dan juga mantan Menteri. Salah satunya adalah Anies Baswedan, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Anies pun ternyata telah mengikuti perjalanan JMF sejak pertama kalo digelar. Ia berharap, adanya JMF 2016 makin memberi pesan positif untuk Indonesia.
"Mengapa ini penting? Dalam musik ini ada syair yang bisa masuk dalam alam bawah sadar. Salah satu kekuatan musik Melayu adalah dari syair yang mengirim pesan tentang moral, keindahan, dna kehidupan. Ini yang harus kita besarkan. Saya berharap dari festival ini akan mengirimkan pesan-pesan positif untuk negara kita," katanya.
Sumber : Kapanlagi.com
"Kenapa di pantai? Karena Melayu itu ada di pesisir. Kenapa gratis? Karena ini hadiah untuk masyarakat Indonesia. Mereka bisa berpesta sambil mengingat dan melestarikan kebudayaan Melayu," terang Geisz Chalifa.
Tidak hanya didukung oleh banyak musisi melayu, JMF juga dapat dukungan dari beberapa politisi dan juga mantan Menteri. Salah satunya adalah Anies Baswedan, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Anies pun ternyata telah mengikuti perjalanan JMF sejak pertama kalo digelar. Ia berharap, adanya JMF 2016 makin memberi pesan positif untuk Indonesia.
"Mengapa ini penting? Dalam musik ini ada syair yang bisa masuk dalam alam bawah sadar. Salah satu kekuatan musik Melayu adalah dari syair yang mengirim pesan tentang moral, keindahan, dna kehidupan. Ini yang harus kita besarkan. Saya berharap dari festival ini akan mengirimkan pesan-pesan positif untuk negara kita," katanya.
Sumber : Kapanlagi.com

Berita Lainnya
Komunitas KITA KITA 'Loe Punya Bakat, Loe Punya Hobi' Disini Tempat Kita Salurkan isnpirasi
Sebaiknya Kwarda Pramuka 04 Riau Dipimpin Generasi Muda
hm. Wardan Mendukung Demi Terwujudnya Kader Yang Lebih Baik TP-PKK Kab Inhil Laksanakan Kegiatan Jambore
Bupati Rohil Tinjau Lokasi Pemancangan Spam Durolis Sekaligus Pimpin Rapat Pembangunan
Menanti Tuah Tangan Guru Ngaji dan Penjaja Kue di Pilkada 2020 Negeri Junjungan
Sekda Said Syarifuddin Pimpin Rakor di Lingkungan Setdakab Inhil
Serda Januar Kawal Penyerahan Bibit Lele Dinas Ketahanan Pangan di Desa Sungai Dusun
Hina UAS di Sosmed, Bupati Rohil Kumpulkan Tokoh Agama dan Minta Josep Edward Panji Putra Hapus Status!
SELAIN OBJEK WISATA, GUBRI RENCANAKAN BANGUN PONDOK PESANTREN DI RUPAT UTARA
Cawabup Bagus Santoso Silaturahmi Dengan Brigjen Kennedy Kepala BNN Riau
Kapolda Riau Dapat Gelar Kehormatan Datuk Palimo Sutan Dirajo dari Tokoh Adat Kampar
Pasti Banyak Belum Tahu, 8 Penjelasan Kenapa Es Batu Warnanya Putih