PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Ratusan mahasiswa dari Universitas Riau dan UIN Suska, menggelar unjuk rasa di depan Mapolda
Bualbual.Com,-Ratusan mahasiswa dari Universitas Riau dan UIN Suska, menggelar unjuk rasa di depan Mapolda Riau, Rabu (12/4/2017) sore tadi. Dalam aksi tersebut mereka menuntut beberapa hal, terutama menyangkut kriminalisasi ulama dan mahasiswa, serta kasus kehutanan di Riau.
Banyak kejadian dalam unjuk rasa ini. Pertama diawali dengan aksi shalat Ashar di jalan, dilanjutkan dengan membakar ban bekas. Bahkan setelahnya, hujan deras mengguyur Kota Pekanbaru, membuat ratusan mahasiswa/i terpaksa basah-basahan.Beberapa jam berikutnya demonstrasi sempat memanas, di mana massa berupaya mengoyang pagar gerbang Mapolda Riau. Mereka juga sempat memblokir jalan, sehingga polisi memberlakukan pengalihan arus bagi pengendara. Kemudian mereka juga membacakan lantunan ayat Al Quran bersama.Dari serentetan peristiwa itu, ada hal lainnya yang turut menarik perhatian orang-orang, termasuk polisi yang melakukan pengamanan. Di mana ada sosok Pocong berwajah hitam berdiri di depan barisan demonstran. Pocong itu ikut berunjuk rasa pula.
Bahkan Pocong itu juga berdiri tepat disamping Kapolda Riau, Irjen Zulkarnain yang muncul dihadapan pengunjuk rasa. Matanya melotot dan diam kaku. Dengan santai Jenderal bintang dua ini kemudian mengangkat tangan kirinya lalu merangkul pundak si Pocong.Dengan posisi tangan di pundak Pocong, Kapolda Riau kemudian menguraikan panjang lebar terkait sikap kepolisian soal tuntuan pengunjuk rasa tersebut. Setelahnya Irjen Zulkarnain menandatangani Pakta Integritas dengan perwakilan mahasiswa."Ini Pocongnya bisa bicara?," tanya Zulkarnain yang disambut tawa mahasiswa. Sosok Pocong berwajah seram itu bukanlah makhluk halus, melainkan manusia yang didandani oleh pengunjuk rasa. Ia kemudian dikenakan kostum putih-putih, lengkap dengan tali pengikat.Pocong itu dibawa massa sebagai simbol bahwa 'matinya' kepedulian pemerintah terhadap aspirasi warganya, termasuk soal kriminalisasi ulama dan mahasiswa. Itu berkaitan dengan poin-poin tuntutan para demonstran tersebut.Adapun pernyataan sikap yang dilayangkan mereka antara lain mengutuk segala bentuk tindakan represif aparat negara terhadap ulama dan mahasiswa, lalu meminta Kapolri, Jenderal Tito Karnavian menindak tegas Kapolda dan oknum pelaku tindak represif terhadap mahasiswa.Tuntutan berikutnya meminta pemerintah serius dalam menjalankan pemerintahan yang pro kepada rakyat. Selain itu desakan lainnya khusus untuk Polda Riau terkait ketegasan dalam penanganan kasus kehutanan dan perusahaan ilegal yang beroperasi di Riau. ( Gr.C)
.jpg)

Berita Lainnya
Kodim 0314 Inhil Terima Kunjungan Wasev Kodam I BB dan Pasi Wanwil Korem 031 Wira Bina
UIR Salurkan Zakat Bagi 40 Mahasiswa Kurang Mampu
Refly Harun: Saya Yakin 99,99% Permohonan Sengketa Pilpres 02 akan Ditolak MK
Serda Arif D, Menggalakan Gerakan Magrib Mengaji Bagi Anak-Anak di Pulau Burung
KPU Riau Lakukan Uji Coba Rapat Jarak Jauh dengan Aplikasi Zoom Cloud
Terkait Dugaan Korupsi SPPD Fiktif, 45 Legislator Rohil Riau Sudah Diperiksa
Danramil Tempuling Inhil, Terjunkan Alat Berat untuk Lakukan Pemadaman dan Pendinginan Karhutla
Komjen Syafruddin Resmi Jabat Wakapolri
Tujuh Ratus Peserta SKD CPNS Inhil Berhak Ikuti SKB
Polda Riau Perketat Penjagaan Pasca Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan
Empat Santri Pesantren Dar Aswaja Dirawat di Puskesmas '150 Pemondokan Terbakar'
Seleksi Sekda Riau 3 Nama Diumumkan, Sekda Inhil Said Syarifuddin Masih Bertahan!