PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Kisah Kepala Bayi Rohingya Terbakar usai Tentara Myanmar Ledakkan Bom
Kisah Kepala Bayi Rohingya Terbakar usai Tentara Myanmar Ledakkan Bom
Bualbual.com,- Areta menunjukkan luka kepala Taslima Bezum, bayi Rohingya, yang terbakar usaitentara Myanmar meledekkan bom di dekat rumahnya di Rakhine. Mereka kini mengungsi di Cox's Bazar, Bangladesh. Foto/Sunday Mirror/John GladwinCOXS BAZAR- Taslima Bezum, nama bayi etnis Rohingya berusia delapan bulan ini.
Dia masih ketakutan meski berada di dekapan ibunya, Areta, 18, di kamp pengungsi di kawasan Cox’s Bazar, Bangladesh.Bagian atas kapala Taslima memerah, sekilas seperti luka sobek. Namun, itu adalah luka bakar akibat serangan tentara Myanmar di dekat rumahnya dalam kekerasan di negara bagian Rakhine beberapa waktu lalu.Areta takut bayi perempuannya tidak akan bertahan lama. Ibu dan bayi itu berada di antara 12 kamp pengungsi kumuh di Bangladesh, di mana ratusan ribu pengungsi Rohingya yang putus asa meminta bantuan.Areta sampai di tempat yang aman dengan menaiki kapal nelayan yang penuh sesak untuk menyeberangi Sungai Naf yang berbahaya dengan guyuran hujan.“Militer datang ke rumah saya dan menembakkan peluru di rumah saya,” kata Areta, menceritakan operasi militer Myanmar di desa-desa etnis Rohingya, salah satunya di desa Nabura, di negara bagian Rakhine.Operasi militer itu sebagai respons atas serangan gerilyawanArakan Rohingya Salvation Army(ARSA) terhadap puluhan pos polisi yang menewaskan sekitar 12 petugas pada 25 Agustus 2017.”Mereka menyiksa orang-orang di desadan kemudian mereka memicu ledakan, sebuah bom, di dekat rumah saya. Kepala bayi saya terbakar,” keluh Areta, seperti dilansirMirror, Minggu (1/10/2017).”Tidak ada yang bisa kami lakukan.
Kami mencoba menenangkannya, agar dia tetap aman. Kami pergi ke dokter diMyanmar tapi tidak ada obatnya,” lanjut Areta.”Saya ketakutan. Saya tidak tahu apakah anak perempuan saya akan selamat atau meninggal. Saya adalah ibunya dan tidak ada yang bisa saya lakukan.”Kamp-kamp tempat Areta berlindung dipadati para pengungsi Rohingya ketika Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina membuka perbatasan tak lama setelah etnis minoritas itu melarikan diri dari kekerasan di Rakhine setelah tanggal 25 Agustus.
Di kamp pengungsi yang kumuh, penyakit mulai mengancam mereka. Kisah memilukan tak hanya datang dariAreta dan bayinya. Beberapa pengungsimenceritakan eksekusi, pembekaran dan pelecehan seksual yang mengerikan.
(Sindo.bbc)
.jpg)

Berita Lainnya
Kejurda Panjat Tebing di Kampar, Bengkalis Juara Umum
Fraksi Gerindra, Asmadi Desak Pemda Inhil Ajukan Kelanjutan Pembangunan Jalan High Way Tempuling-Mandah Ke Pemprov Riau
Artis Senior 'Ria Irawan' Meninggal Dunia, Berikut Sekilas Profil Singkat dan Rekam Jejak Karier di Dunia Entertainment
Banjir Melanda Desa Cipang Kiri Hulu dan Kelurahan Rokan IV Koto
Pria Ini Dibekuk Polisi Karena Ketahuan Simpan Ekstasi dalam Bungkusan Rokok
Rusli Efendi Bakal Maju Di Pilgubri 2018
Pilkada Pekanbaru Baru Digelar 2024, Meski Masa Jabatan Berakhir 2022
Yayasan Riau Madani Dituding Ilegal, Setelah Menang Gugatan Dengan Wakil Bupat Kuansing Halim alias Aliang
Termasuk Kepala Daerah, 5.700 Unit Kendaraan Milik Pemerintah di Riau Belum Bayar Pajak
Danramil 08 Mandah: Turnamen Volly Ball Sebagai Ajang Mencari Bakat dan Silaturahmi
Dalam Hitungan Hari, Eden Hazard Gabung Real Marid
Dua Tersangka Dilumpuhkan, Penyelundupan 50 Kg Sabu dan 23 Ribu Butir Ekstasi di Dumai Gagalkan BNN