PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
LAM Riau: Kedisiplinan Individu dalam Masyarakat Menentukan Penyebaran Covid-19
BUALBUAL.com - Wabah Covid-19 adalah ancaman yang sangat nyata, menyebar secara berantai dari satu manusia ke manusia lainnya, dengan sangat cepat dan masif. Oleh karena itu, imbauan agar menjaga jarak (physical/social distancing), tidak berkerumun, berada di rumah saja kalau tidak ada keperluan yang amat mendesak, dan disiplin mencuci tangan serta membersihkan diri harus dipatuhi, sebagai ikhtiar mustahak yang dapat dilakukan setiap individu agar kehidupan di negeri ini segera kembali ke keadaan yang normal.
Hal tersebut dikemukakan oleh Datuk Seri Al azhar, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Jumat (3/4/2020), ketika diminta tanggapannya atas masih cukup banyaknya orang-orang di provinsi ini yang tidak mengindahkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 itu. Sebagaimana diberitakan media, sampai sekarang petugas kepolisian dan Satpol PP masih sering menjumpai dan membubarkan kerumunan orang-orang di berbagai tempat di Riau ini.
“Kita harus berterima kasih kepada jajaran Polda Riau, juga Satpol PP, yang melakukan pembubaran itu. Berasaskan prinsip ‘keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi’, sebagaimana dinyatakan dalam Maklumat Kapolri baru-baru ini, Polda Riau dan seluruh jajarannya tidak perlu ragu untuk mengintensifkan patroli dan menindak tegas orang-orang yang berkerumun itu,” kata Datuk Seri Al azhar. Beliau juga mengharapkan penertiban itu terus dilakukan secara konsisten di seluruh Riau, sampai ke desa-desa.
Selanjutnya, Datuk Seri Al azhar menyampaikan bahwa beliau dapat memahami bila orang masih banyak keluar rumah, karena bekerja memenuhi keperluan hidup diri dan keluarganya. Namun beliau tidak mengerti mengapa dalam situasi sekarang ini ada orang-orang yang masih berkumpul-kumpul hanya untuk bersantai atau bermain. Beliau misalnya menunjukkan adanya sejumlah remaja di sebuah kabupaten yang masih asyik di warnet, yang kemudian terjaring dan dibubarkan oleh patroli aparat kepolisian setempat. Begitu pula, kejadian ‘anak-anak punk’ di Simpang Tobek Godang yang terjaring patroli Polresta Pekanbaru baru-baru ini.
“Kedegilan seperti itu harus ditindak tegas, sebab amat berpotensi menjadi sarana penyebaran virus corona itu,” kata Datuk Seri Al azhar. Oleh karena itu, lanjut beliau, para orang tua yang memiliki anak-anak remaja harus lebih ketat mengawasi anak-anaknya, demikian pula masyarakat di sekitar tempat tinggal mereka.
Selanjutnya Datuk Seri Al azhar mengatakan bahwa cepat-lambatnya ancaman COVID-19 berakhir di suatu negara, amat bergantung pada kepatuhan dan kedisiplinan rakyat di negara tersebut dalam menjalankan protokol pemutusan rantai penyebaran virus laknat itu.
“Semua orang di Riau, di Indonesia, dan di dunia menghendaki penyebaran virus corona ini segera berhenti. Oleh karena itu, dalam hal ini, pilihan untuk kita ada dua: mendisiplinkan diri dan keluarga kita sendiri, atau dipaksa oleh negara untuk disiplin,” pungkas Datuk Seri Al azhar. (MCR)
.jpg)

Berita Lainnya
Bupati Inhil Melepas Pawai Taaruf MTQ Tembilahan Hulu Tahun 2019
Siap Sumbang 25,7 Juta Suara, Eksponen Muhammadiyah Dukung Prabowo
BUALBUAL RAKYAT Warganet Reteh: Apalah Daya Pemerintah Tak Kunjung Peka 'Jalan Tak Beraspal'
Bertambah Menjadi 2 Orang, Kasus Positif Covid-19 Warga Pelalawan
Azwar Syam Pensiunan TNI AL yang Berani Tampar Prabowo Subianto? Siapa Dia...
Pemda Akan Bantu Melalui BP3TKI Pekanbaru 'TKW Meranti Tewas di Malaysia'
Seluruh OPD Terima langsung Laporan Hasil Evaluasi SAKIP dari Bupati Kampar
Tahun Ini Penilaian Festival Lampu Colok Bengkalis Dilakukan Perdapil 'Seperti Pileg'
Begini Kondisi Ratna Sarumpaet saat di Jenguk Fadli Zon
Wakil Gubernur Edy Natar Buka Festival UMKM Riau
Polisi Dalami Kasus Kematian Si Cantik Ni Kadek Suciari
Bayi yang Dibuang Dalam Plastik Hitam di Siak Meninggal Dunia