Warga Dumai Dapat Buaya saat Mancing Ikan di Kanal Chevron
BUALBUAL.com - Warga Bukit Cahaya, Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai, dibikin geger. Warga setempat, Sabaruddin (35) dan kawan-kawan, menangkap buaya sepanjang 4 meter saat memancing ikan di kanal Chevron.
Buaya jantan jenis air tawar itu muncul ke permukaan sungai sudah beberapa minggu lalu, dan warga telah mendapat imbauan tersebut baik dari pemerintah Dumai maupun Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), bahwa wilayah tersebut merupakan daerah konservasi.
"Karena saya menajur pancing pada Senin 27 April 2020 sekitar pkl 19.30 malam di perairan drainase atau kanal Chevron. Selasa 07.00 Wib rencana ingin melihat pancing, ternyata yang dapat bukan ikan melainkan buaya," ujar Sabaruddin, Selasa (28/4/2020).
Penangkapan buaya itu bikin heboh warga sekitar dan beramai-ramai mendekat. "Baru kali ini saya menangkap buaya," cerita Sabaruddin yang dibenarkan temannya Yulka (40) Ustaz Nasution dan Ujang.
"Setelah berhasil ditangkap, kita langsung menghubungi pak lurah dan BKSDA," pungkasnya.
Di samping itu, Camat Dumai Selatan Yudha Pratama saat dikonfirmasi membenarkan, sesuai laporan yang diterimanya bahwa beberapa pekan lalu memang pernah terlihat buaya di daerah itu. Banyak kemungkinan buaya ini datang dari hulu sungai Dumai. Warga diminta untuk berhati-hati beraktivitas di wilayah konservasi terutama anak-anak.
Buaya yang belakangan diketahui berkelamin jantan itu kini sudah diserahkan ke pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam wilayah IV.
Sementara, Kepala Resor BKSDA Konservasi Wilayah IV, mencakup Wilayah Dumai, Kabupaten Rohil, Kabupaten Siak dan Kabupaten Meranti, Muhammad Zanir SH, saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya penangkapan hewan tersebut. Dia mengemukakan buaya yang berhasil ditangkap berjenis buaya ikan atau air tawar berkelamin jantan dengan ukuran 3 meter 90 Cm.
"Saat ini, BKSDA tengah menyiapkan proses evakuasi untuk penangkaran lebih lanjut, dan jenis kelamin buaya Ikan dan Air itu, sedang dilakukan perawatan," jelasnya.
Menurut Zanir kemunculan buaya tersebut karena adanya desakan manusia. Akibat, habitatnya yang kini mulai terganggu karena adanya alih fungsi area di sekitar lokasi penemuan menjadi pemukiman dan bangunan lainnya.
Padahal sebelumnya, BKSD telah membuat pamflet di sekitar lokasi penemuan, agar warga untuk selalu berwaspada di lokasi itu. Sebab, buaya merupakan salah satu hewan yang dilindungi Undang-undang (UU). "Kita berterimakasih pada warga juga tetap menghimbau pada warga agar selalu waspada di wilayah Konservasi Hutan Lindung Bukit Cahaya," pungkasnya.

Berita Lainnya
Niat Tanam Sawit, 3 Pembakar Hutan 10 Hektare Diamankan Polisi
Melempem Paska Tanda Tangan, Masyarakat Ingatkan Pemerintah Jangan Main Kata-kata
Kebakaran Hanguskan Satu Unit Rumah dan Sepeda Motor di Kempas
Polsek Kuindra Giat Berikan Sosialisasi dan Himbauan Pemilu Damai Kepada Masyarakat Sapat
Jatuh dari Sampan, Pria Bengkalis Ditemukan Tewas Tersangkut di Jaring Nelayan
Diduga Lakukan Penimbunan Tanpa Izin, PT Elang Indonesia Ancam Wartawan Jika Diberitakan
Penembakan H Permata Diduga Sudah Direncanakan dan Terorganisir
Kronologi Tewasnya Seorang Pekerja Penebang Kayu Liar Diterkam Harimau di Riau
Namanya Dicatut untuk Minta Sumbangan, Bacaleg DPRD Purwakarta Dulnasir Buat Laporan
Mahasiswa Lari Hingga Masuk Gang, Demo Tolak Omnibus Law di Pekanbaru Ricuh
Warga Pulau Dendun Minta Pemerintah Bantu Air Bersih
Silaturahmi Bersama Masyarakat, Polsek Kuindra Ajak Ciptakan Sitkamtibmas Yang Kondusif