Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Haji Permata Tewas Ditembak
Kepala Bea Cukai Tembilahan Dicecar 20 Pertanyaan oleh Polda Riau
BUALBUAL.com - Kepala Bea Cukai Tembilahan, Ari Wibawa Yusuf, akhirnya selesai diperiksa di Polda Riau, Kamis (21/1/2021) malam. Pria berkaca mata itu dicecar 20 pertanyaan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau.
Ari yang mengenakan kemeja putih diperiksa di Lantai II Gedung Ditti Polda Riau, Jalan Pattimura, ada pukul 10.00 WIB. Sekitar pukul 12.00 WIB, ia bersama rombongannya keluar dari ruang pemeriksaan untuk istirahat.
Pemeriksaan kembali dilanjutkan setelah pukul 13.00 WIB. Selain Ari, penyidik juga memeriksa Kepala Seksi Penindakan Bea dan Cukai Karimun, Kabupaten Kepulauan Riau, Gunar Wiratno.
Kedua pejabat Bea Cukai itu diperiksa terkait penembakan yang menewaskan H Jumhan alias H Permata. Pengusaha asal Batam itu tewas ketika petugas Bea Cukai berupaya menggagalkan penyelundupan 7,2 juta batang rokok ilegal di Perairan Indragiri Hilir, Jumat (15/1/2021).
Pemeriksaan Ari berakhir sekitar pukul 21.35 WIB. Saat keluar dari ruangan pemeriksaan, tampak Ari didampingi sejumlah orang dari pihak Bea Cukai.
Wartawan yang telah menunggu Ari sejak siang hari mencoba melakukan konfirmasi. Ari dan rombongan terus berjalan ke arah kendaraan yang sudah menunggunya untuk pergi dari Mapolda Riau.
"Pada prinsipnya, pemeriksaan berjalan lancar. Kami tentunya menghormati dan mendukung proses hukum yang sedang berlaku. Jadi kita tunggu seperti apa hasilnya," kata Ari sambil terus berjalan.
Ari mengaku diberi 20 pertanyaan oleh penyidik. Ketika ditanya terkait penembakan, ia menyatakan diserahkan ke proses hukum. "Kita kembalikan kepada proses hukum yang sedang berjalan," tutur dia.
Namun kejadian kurang mengenakan terjadi. Ketika itu, seorang pria berkacamata yang mengenakan baju batik mencoba menghalangi kerja awak media.
Pria itu mendorong wartawan yang sedang merekam gambar wawancara dengan Ari sehingga sempat terjadi ketegangan. Dalam hitungan menit, Ari dan rombongan sudah masuk ke mobilnya dan meninggal Mapolda Riau.
Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan, mengatakan, pihaknya sedang mengalami kasus penembakan H Permata.
Kasus ini awalnya dilaporkan oleh pihak keluarga H Permata ke Polda Kepulauan Riau. Namun sejak 18 Januari 2021, kasus ditangani Polda Riau karena lokasi kejadian di Provinsi Riau.
Teddy menyebutkan, H Permata mengalami lima luka tembak di bagian dada. Lima proyektil sudah dikeluarkan dari tubuh korban dan diuji di Laboratorium Forensik Polda Riau.
Terkait jarak tembakan antara petugas Bea Cukai dengan para korban, Teddy belum mengetahuinya. Begitu juga senjata yang digunakan karena proyektil harus diuji terlebih dahulu di Labfor Polda Riau.
"Kita belum tahu soal jarak penembakan. SOP (standar opersional prosedur) penangkapannya juga sedang kita pelajari," kata Teddy.
Dari penyelidikan yang dilakukan, terungkap kalau bukan hanya H Permata yang tertembak. Tiga orang anak buah H Permata juga ditembak, dan satu tewas.
Korban tewas adalah Bahar, nakhoda kapal yang ditumpangi H Permata. Ia meninggal Selasa (19/1/2021) dan telah dikebumikan di Tembilahan. Bahar mengalami luka tembak di kepala. Penembakan dilakukan dari arah depan
Korban ketiga adalah Abdul Rahman. Korban mengalami luka tembak di telapak kaki sebelah kiri. "Dapat tujuh jahitan," ucap Teddy.
Korban terakhir adalah Irwan, yang juga merupakan warga Inhil. Ia mengalami luka di lengan sebelah kiri. "Semua korban berada dalam satu kapal," kata Teddy.

Berita Lainnya
Pelaku Penikaman Warga Mandah di Belantaraya Gaung, Akhirnya Dibekuk Polisi Inhil
Pemuda Desa Marga Jaya Ditangkap Satres Narkoba Polres Tubaba
Tak Disangka! Jual Beli Motor Bekas Seret Dua Pria ke Kasus Hukum, Endingnya Bebas
Kasi Pidsus Kejari Inhu Baru dilantik, Berhasil Ungkap Kasus Sertifikat Tumpang Tindih
Polres Bintan Komitmen Berantas Judi, 4 Tersangka Diamankan
2 Pelaku Narkoba di Desa Hangtuah
Polres Kampar Bongkar Sindikat Sabu Bersenpi, 3 Tersangka Diamankan
Dakwaan KPK Dinilai Kabur, Tim Hukum Minta Hakim Bebaskan Abdul Wahid
Terduga Pelaku Pembunuhan di Lampung Utara Menyerahkan Diri
Mantap! Seorang Pria Warga Mandau Terpaksa Lebaran di Balik Jeruji
Polsek Bintan Timur Berhasil Bekuk 2 Pencuri Sepeda Motor di Batam
Sempat Kabur, Pria 45 Tahun di Mandau Tak Berkutik Saat Satresnarkoba Bengkalis Menyergap