Berkaca dari Banyak Kasus
Mahasiswa dan Organisasi Kepemudaan Riau Minta Gubri Syamsuar Tidak Memilih Pejabat yang Bermasalah Hukum
BUALBUAL.com - Mahasiswa, pemuda dan organisasi kepemudaan di Riau kompak meminta Gubernur Riau Syamsuar untuk tidak memilih pejabat yang memiliki latar belakang masalah hukum, baik yang pernah menjadi narapidana, tersangka atau berpotensi memiliki masalah hukum untuk ditempatkan mengisi pos-pos jabatan di kepemimpinan Syamsuar-Edy Natar.
Gabungan gerakan kepemudaan ini menilai sejauh ini kepemimpinan Syamsuar-Edy Nasution dicoreng oleh oknum pejabat yang bermasalah dengan hukum. Antara lain Yan Prana Jaya (Sekdaprov Riau), dan dilantiknya orang yang pernah tersandung kasus hukum dan pernah menjadi tersangka, Ekky Ghadafi yang saat ini ditempatkan menjadi kepala bagian ULP Provinsi Riau.
"Kami menyoroti gubernur Riau, ini kesekian kalinya kami lihat kebijakannya banyak blunder. Roda pemerintahan tak jalan sebagaimana mestinya. Sebelumnya mantan sekda tersandung kasus. Hari ini kembali terjadi, anak buah Gubri, Ekky Ghadafi yang tersandung kasus hukum beberapa tahun lalau dilantik jadi Kabag ULP Riau," kata perwakilan mahasiswa, Roby Kurniawan, saat menggelar jumpa pers, Senin (3/5/2021).
Pihaknya, kata Roby menginginkan tindakan tegas terhadap hal-hal semacam itu. Karena mau tidak mau akan berefek bagi pemerintahan. Beberapa pejabat kata Roby sebagian kena kasus korupsi. "Kami minta Gubri berani pecat Ekky. Kalau Gubri gak berani kami pertanyakan itu," cakapnya.
Sementara itu, perwakilan pemuda Riau, James Fajri mengatakan, bahwa pihaknya melakukan mosi tak percaya atas kebijakan gubri menetapkan Ekky sebagai Kabag ULP.
"Kita menilai, roda pemerintahan Provinsi Riau rusak jadinya. Gubri harus segera lakukan tidakan. Copot Ekky dari jabatan itu. Ayo lah, cari pejabat yang memiliki track record baik, dan tak ada tersandung kasus hukum," cakapnya.
Senada dengan keduanya, Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru, Suhermanto mengaku sangat menyesalkan keputusan Syamsuar yang mengangkat Ekky sebagai Kabag ULP.
"Ini akan terus kita pantau. Kita tak mau pejabat di Riau dekat dengan korupsi. Gubri harus tindak tegas. Kita akan terus menyuarakan hal ini," cakapnya.
Ia mengatakan bahwa Ekky Ghadafi pernah mengenyam status tersangka. Adalah Proyek pembangunan gedung pascasarjana FISIP UR dikerjakan pada 2012 lalu. Saat itu, Ekky Ghadafi menjabat selaku Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Perlengkapan Fisipol UR, sekaligus anggota tim Kelompok Kerja pada Unit Layanan Pengadaan (ULP) di UR.
"Kita ingin pejabat kedepannya semua harus bersih, kita akan terus pantau," tukasnya.

Berita Lainnya
Dinas DP2KBP3A Inhil Laksanakan Pekan Imunisasi Nasional Polio untuk Cegah Penularan Virus Polio
Catat! Ini Besaran Tarif Tol Pekanbaru-Dumai yang Akan Diberlakukan 10 November Nanti
Ketua Komunitas Pekanbaru Bertuah Dukungan Pemerintah Ajak Warga Patuhi 3M
Presiden Harus Mencabut Izin Korporasi Untuk Keselamatan Warga dan Kelestarian Habitat Harimau Sumatera!
Wasekjend Sosial Kesejahteraan Rakyat PB HMI dukung kedatangan 500 TKA China
21 Pelajar Ditertibkan Satpol PP Inhil, Martha Haryadi: Anak-anak Boleh Bermain Tapi Disaat Jam Belajar Usai
PT. Pelita Agung Agrindustri Melaksanakan _Corporate Social Responsibility_ Permata Hijau Penanaman Pohon di Desa Kesumbo Ampai
Pembangunan Drainase Mangkrak di pinggiran jalan Pasar Kampa menjadi Polemik di tengah Masyarakat
300 Paket Bantuan Sembako, Disalurkan Pemdes Kuala Selat Kepada Masyarakat Terdampak Covid-19
Masyarakat Pekanbaru Mengaku Was-was Ambil Uang di ATM 'Karyawan Bank Positif Covid-19'
Bos Kurma Klaim Desember Ini Akan Melanjutkan Perawatan 900 Kavling Kurma Ranah Sungkai
Klaster Palembang, 6 ASN Pemko Pekanbaru Positif Corona