Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Plt Gubri Lapor Soal Kebutuhan Lahan Alternatif untuk Percepat Pemulihan TNTN
BUALBUAL.com - Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan masih diperlukan sekitar 9.966 hektare lahan alternatif untuk mendukung percepatan pemulihan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).
Pernyataan itu disampaikannya saat memaparkan perkembangan pemulihan TNTN di Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Selasa (3/3/2026).
SF Hariyanto menjelaskan, hasil pendataan penguasaan lahan di kawasan TNTN menunjukkan sekitar 10.600 hektare dikuasai oleh 3.916 kepala keluarga (KK). Hingga kini, proses relokasi yang sudah dilakukan mencapai 633 hektare dengan 227 KK yang telah dipindahkan.
“Masih tersisa kebutuhan 9.966 hektare lahan alternatif yang telah dipetakan. Tindak lanjutnya membutuhkan keputusan di tingkat nasional, dan pihak daerah siap mengawal implementasinya,” ujarnya.
Sebagai Ketua Tim Percepatan Pemulihan TNTN (TP2TNTN), SF Hariyanto menekankan bahwa pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kepastian hukum, kehati-hatian, serta stabilitas sosial masyarakat.
Menurutnya, penyelesaian persoalan kawasan konservasi tidak boleh menimbulkan masalah sosial baru. Oleh karena itu, pendekatan dilakukan tidak hanya lewat pengamanan kawasan, tetapi juga melalui penyediaan lahan alternatif yang sah secara hukum.
Ke depan, Tim Percepatan akan menempuh tiga fokus paralel: pengamanan dan penertiban kawasan, penyediaan lahan alternatif, serta reforestasi berbasis zonasi dan pengawasan berkelanjutan.
Pemulihan TNTN ditargetkan berlangsung hingga 2028 dengan sasaran pemulihan sekitar 66.704 hektare, agar fungsi kawasan konservasi dapat kembali optimal.
SF Hariyanto menegaskan, percepatan pemulihan membutuhkan dukungan kebijakan dan pembiayaan dari pemerintah pusat agar target yang ditetapkan bisa tercapai secara efektif dan berkesinambungan.
“Pemulihan harus berjalan terukur dan terkendali. Tujuan kami adalah Tesso Nilo kembali menjadi kawasan konservasi yang utuh dan berfungsi optimal,” tegasnya.

Berita Lainnya
Dispar Riau Kembali Aktif Promosikan Destinasi Wisata Via Sosmed
Sesuai Arahan Gubri, Pemkab Kampar Akan Bentuk Desa Siaga Covid-19
Lurah Rimbasekampung Bengkalis Semprot Disinfektan Rumah dan Fasum
Gubernur Kepri Dukung Terkait Investasi PLTS Kapasitas Besar di Tanjungpinang
Warga Kepri Positif Covid-19 di Riau, Punya Riwayat Dua Kali Berkunjung ke Sungai Hijau Bangkinang
#ASN NEKAD MUDIK! Siap-siap Ini Sanksi dari Pemprov Riau
Bupati Inhu Tinjau Perbaikan Jalan Lintas Pangkalan Kasai lubuk Kandis Kec Batang Cenaku
Dari Teluk Kuantan untuk Riau! Logo MTQ 2026 Segera Diresmikan
Kemenkumham Berikan Remisi 2.176 Narapidana dan Anak di Kepri
Tim GTP Covid-19 Riau Tinjau 4 Pos Check Poin Covid-19 di 3 Kabupaten/Kota
Lift Proyek RS Santa Maria Pekanbaru Jatuh, Disnakertrans Riau Turun Tangan Selidiki
Bahas Insiden Pekerja Tewas, Tim Disnaker Riau Ikut Hearing PT BSP dan DPRD Siak