Sampai Kapan Kami Hirup Asap?
Ratusan Mahasiswa Kepung Kantor Gubernur Riau, Desak Asap Segera Diatasi!
BUALBUAL.com - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Riau menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Riau, Selasa (13/10/2026). Dalam aksi tersebut, mereka mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi kabut asap yang kembali melanda wilayah Riau.
Aksi dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dan berlangsung hingga sore hari. Meski sempat diguyur hujan, para mahasiswa tetap bertahan di depan gerbang Kantor Gubernur Riau di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, sambil menyampaikan berbagai tuntutan melalui orasi.
Koordinator lapangan aksi, Rahmadanu dari Universitas Islam Riau (UIR), menilai kabut asap telah mengganggu aktivitas masyarakat dan meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret.
"Sampai kapan kami menghirup asap ini, Pak Gubernur Riau. Sudah banyak aktivitas masyarakat Riau yang terganggu," ujarnya.
Selain persoalan kabut asap, mahasiswa juga menyampaikan sejumlah tuntutan lain, di antaranya penanganan penyakit masyarakat, termasuk isu LGBT, penghentian hibah kepada instansi vertikal, evaluasi dana transfer ke daerah (TKD) dan dana bagi hasil (DBH), transparansi anggaran beasiswa mahasiswa, pemerataan pembangunan infrastruktur, hingga penegakan hukum terhadap korporasi yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan.
Aspirasi mahasiswa diterima oleh Kepala Biro Hukum Pemprov Riau, Yan Darmadi. Ia menyatakan pemerintah menerima seluruh masukan yang disampaikan dan akan menindaklanjutinya sesuai kewenangan.
Terkait hibah untuk instansi vertikal, Yan menjelaskan anggaran tersebut juga digunakan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat, termasuk peningkatan fasilitas rumah sakit.
Sementara mengenai TKD dan DBH, Pemprov Riau disebut terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar memperoleh alokasi anggaran yang lebih optimal.
"Kita terima semua aspirasi adik-adik mahasiswa hari ini. Untuk TKD dan DBH Riau, kita sedang berusaha membahasnya dengan pemerintah pusat. Insyaallah, kita mengupayakan agar APBD Riau tahun 2027 bisa dua digit," kata Yan.
Mengenai beasiswa, ia menjelaskan anggaran mahasiswa untuk tahun 2025 telah dialokasikan. Namun, beasiswa bagi mahasiswa baru tahun 2026 belum dapat dianggarkan karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah.
Usai menerima penjelasan dari perwakilan Pemprov Riau, massa aksi membubarkan diri secara tertib.

Berita Lainnya
Pengerjaan Proyek Peningkatan Jalan di Desa Labuhan Papan Diduga Dikerjakan Asal - asalan
Resmi Tutup Selamanya! Plaza Citra Tinggalkan Sejuta Kenangan Anak Muda Pekanbaru
Ibu Hamil di Kuansing Nekat Gantung Diri, Diduga Akibat Masalah Keluarga
Kades Madukoro Baru Berikan Klarifikasi Terkait Pemotongan Insentif Linmas serta Imam Masjid
Melihat Lebih Dekat Potensi Wisata Destinasi Tersembunyi Selensen Point Kab Indragiri Hilir
Sidang Pertama Diterima Majelis Hakim, Paslon 03 Pilkada Pesibar Ditetapkan Sebagai Pihak Terkait
Berikan Klarifikasi, Penghulu Desa Menggala Sakti Rohil Meminta Maaf ke Kasat Reskrim
Kabar Duka, Aktivis Muda Riau Meninggal Pascakecelakaan di Banten
Rasa Cemburu Picu Kekerasan, Pria di Inhil Aniaya Istri Siri Hingga Tak Berdaya
Pemdes Bolak Raya Persiapkan Masjid Raya Sebagai Tempat Wisata Religi Desa
DP3 dan Balai Karantina Saling Tuding soal Laporan Sapi Ilegal Masuk ke Tanjungpinang
Polisi Tangkap John Kei, Kasus Penyerangan di Green Lake City