Teluk Belengkong Lebih Maju?
Bukan Sekadar Slogan! Tokoh Pemuda Teluk Belengkong Ungkap Kunci Menuju Indonesia Emas 2045
BUALBUAL.com - Cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak boleh hanya menjadi slogan yang terdengar indah di tingkat nasional. Visi besar tersebut harus diwujudkan melalui pembangunan nyata yang manfaatnya dirasakan masyarakat hingga ke pelosok desa, termasuk di Kecamatan Teluk Belengkong, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.
Hal itu disampaikan Sona Adiansah, S.Kom.I, tokoh pemuda Kecamatan Teluk Belengkong dan Pulau Burung, dalam pandangannya mengenai pentingnya pembangunan desa sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, Indonesia Emas 2045 merupakan harapan untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang maju, mandiri, sejahtera, serta memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Namun, cita-cita tersebut sulit terwujud apabila desa masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, pendidikan, pelayanan kesehatan, kesempatan kerja, dan akses terhadap teknologi.
Kecamatan Teluk Belengkong memiliki 13 desa, yakni Beringin Mulya, Gembaran, Griya Mukti Jaya, Hibrida Jaya, Hibrida Mulya, Indra Sari Jaya, Kelapa Putih Jaya, Saka Rotan, Sapta Mulya Jaya, Sumber Jaya, Sumber Makmur Jaya, Sumber Sari Jaya, dan Tunggal Rahayu Jaya.
Ketiga belas desa tersebut, menurut Sona, memiliki peran penting dalam mewujudkan satu cita-cita bersama, yaitu membangun Teluk Belengkong yang lebih maju tanpa meninggalkan masyarakat kecil.
“Pembangunan daerah tidak seharusnya hanya diukur dari banyaknya proyek fisik atau megahnya bangunan pemerintahan. Pembangunan harus diukur dari perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai, keberhasilan pembangunan perlu dilihat dari sejumlah hal mendasar. Di antaranya, apakah anak-anak desa memperoleh pendidikan yang layak, apakah petani dan pelaku usaha mendapatkan penghasilan yang lebih baik, apakah pemuda memiliki kesempatan berkarya di kampung halaman, serta apakah masyarakat dapat mengakses pelayanan publik dengan mudah.
Menurutnya, pertanyaan-pertanyaan tersebut harus menjadi dasar dalam merancang masa depan Kecamatan Teluk Belengkong.
Perkuat Ekonomi Desa dan Potensi Perkebunan
Salah satu langkah penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 di Teluk Belengkong adalah memperkuat perekonomian desa.
Wilayah ini memiliki sejarah perkembangan perkebunan kelapa hibrida, serta karakteristik dataran rendah dan lahan gambut. Potensi tersebut perlu dikelola secara berkelanjutan dengan memperhatikan produktivitas, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan.
Sona menilai petani perlu mendapatkan peluang lebih besar untuk meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Masyarakat tidak seharusnya hanya bergantung pada penjualan bahan mentah, tetapi juga perlu didorong mengembangkan usaha pengolahan hasil perkebunan.
Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penguatan koperasi, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pemasaran produk desa.
“Bayangkan jika setiap desa mampu melahirkan usaha unggulan, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan keluarga. Perputaran ekonomi akan semakin kuat, pemuda memiliki lebih banyak pilihan pekerjaan, dan masyarakat tidak harus selalu meninggalkan kampung halaman untuk mencari penghidupan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, desa yang maju bukan sekadar desa yang memiliki kekayaan alam, melainkan desa yang mampu mengubah potensi tersebut menjadi kesejahteraan bagi masyarakatnya.
Generasi Muda Harus Mendapat Ruang
Selain penguatan ekonomi, pembangunan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Pada 2045 mendatang, generasi muda saat ini akan berada pada usia produktif dan memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa. Karena itu, Kecamatan Teluk Belengkong perlu memberikan perhatian besar terhadap pendidikan, keterampilan, dan kreativitas anak muda.
Sona mengingatkan agar anak-anak desa tidak kehilangan kesempatan mengembangkan diri hanya karena keterbatasan ekonomi atau akses pendidikan.
Menurutnya, pemerintah desa bersama masyarakat dapat mendorong berbagai program pengembangan generasi muda, antara lain:
- Memperkuat literasi dan budaya membaca bagi anak-anak.
- Menyelenggarakan pelatihan komputer, internet, dan pemasaran digital.
- Mengembangkan pelatihan kewirausahaan serta pengolahan hasil perkebunan.
- Mendorong pengembangan seni, budaya, olahraga, dan sejarah lokal.
- Membentuk forum pemuda desa sebagai ruang berdiskusi dan merancang kegiatan pembangunan.
- Memberikan ruang kepada pemuda untuk menyampaikan gagasan, melakukan inovasi, serta ikut mengawasi jalannya pembangunan desa.
Ia menilai, pemuda bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga harus dilibatkan sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dari Teluk Belengkong untuk Indonesia Emas 2045
Sona berharap pembangunan di Kecamatan Teluk Belengkong dapat berjalan dengan mengedepankan pemerataan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Baginya, kemajuan daerah tidak harus selalu dimulai dari proyek besar. Perubahan dapat tumbuh dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi keluarga, pembukaan kesempatan kerja, hingga keterlibatan aktif masyarakat dalam pembangunan.
“Teluk Belengkong tidak boleh hanya menjadi bagian dari peta Indonesia. Kecamatan ini harus menjadi bagian dari kemajuan Indonesia,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan generasi muda untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun daerah.
“Berawal dari desa, kita membangun harapan. Dari kecamatan, kita memperkuat persatuan. Selanjutnya, dari Teluk Belengkong, kita ikut mengambil bagian dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau,” tutup Sona Adiansah, S.Kom.I, Tokoh Pemuda Kecamatan Teluk Belengkong dan Pulau Burung.

Berita Lainnya
Sadis! Pekerja Kebun Mitra Agrinas Diduga Dipukul, Diludahi dan Diancam Dibunuh
Terkuak! Diduga Santriwati Melahirkan di Pondok Pesantren, Warga Langsung Heboh
Daftar Kelam Korupsi Riau Bertambah, Sudah 7 Kepala Daerah Riau Dijerat KPK, Terbaru Bupati Kuansing
Berani Tagih Rp1 Triliun ke Pusat! Surat Bupati Siak ke Prabowo, Dahlan Iskan: Kepala Daerah Sudah Mau Meledak!
Bela Petani, Ketua DPRD Inhu Mengaku Jadi Korban Fitnah dan Ujaran Kebencian Oleh PT SBP
Dua Kali Disidang, Abdul Wahid Justru Banjir Dukungan: Publik Riau Mulai Bersuara
Dua Kali Disidang, Abdul Wahid Justru Banjir Dukungan: Publik Riau Mulai Bersuara
DBH Siak Bisa Turun Drastis, Afni Bergerak ke Kemenkeu: ''Bukan Minta Hadiah''
Anggaran Dipangkas, Program Mandek, Gaji Tak Terbayar, Jabatan Kades Tak Lagi Menggiurkan
Di Tengah Polemik UHC, Publik Diminta Lihat RAPBD 2026 Secara Utuh
Kursi Menimbang Marwah
UHC Dianggarkan 8 Bulan, Jamri: Hak Kesehatan Tak Boleh Digantungkan APBD Perubahan