Dalami Kasus Tewasnya H Permata, 6 Anggota BC Tembilahan Diperiksa Polda Riau
BUALBUAL.com - Penyidik Polda Riau masih mendalami kasus penembakan Haji Jumhan alias Haji Permata dalam operasi penggagalan penyelundupan jutaan batang rokok ilegal beberapa waktu lalu. Sebanyak 6 anggota Bea Cukai Tembilahan memenuhi panggilan pemeriksaan Polda Riau, Senin (25/1).
"Iya, 6 orang petugas Bea Cukai Tembilahan datang dan sedang menjalani pemeriksaan," kata Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan.
Keenam anggota Bea Cukai itu sempat mangkir dari panggilan penyidik Polda Riau beberapa waktu lalu. Mereka saat itu menjalani pemeriksaan internal Ditjen Bea Cukai, Kementerian Keuangan.
Teddy menyebutkan, mereka merupakan yang saat itu ada di lokasi saat penangkapan jutaan rokok ilegal bermerek Luffman yang juga menewaskan Haji Permata dan 3 anak buahnya.
"Mereka diperiksa sebagai saksi," kata Teddy.
Sebelumnya Polda Riau telah memeriksa dua orang petinggi Bea Cukai. Mereka yaitu Kepala Bea Cukai Tembilahan Ari Wibawa Yusuf, dan Kasi Penindakan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Gunar Wiratno, beberapa waktu lalu.
Sementara dari pihak keluarga Haji Permata, polisi telah memintai keterangan sebanyak 17 orang saksi.
"Selain itu, ada juga 4 orang saksi yang berasal dari masyarakat Sungai Belah, Inhil yang mengetahui kejadian itu," jelas Teddy.
Untuk diketahui, peristiwa itu terjadi saat petugas berupaya menggagalkan penyelundupan rokok ilegal di perairan Inhil, Jumat (15/1) lalu. Dari keterangan pihak Bea Cukai, kelompok Haji Permata melakukan perlawanan saat hendak ditindak. Sehingga para petugas yang berada di lokasi melakukan penindakan terukur dengan melepaskan tembakan.
Haji Permata tewas di lokasi dan tidak dibawa petugas Bea Cukai. Bahkan, keluarga dan anak buah Haji Permata yang membawa jenazahnya pulang ke rumah untuk dikebumikan.
Sedangkan dari hasil otopsi, dalam tubuh Haji Permata ditemukan 5 proyektil dari senjata petugas Bea Cukai saat penyergapan upaya penyelundulan rokok ilegal di perairan Indragiri Hilir, Riau. Permata tewas di lokasi dan terkesan dibiarkan oleh petugas Bea Cukai dalam kondisi berlumuran darah di atas speedboat.
Polisi juga masih menyelidiki berapa jarak penembakan antara petugas Bea Cukai dengan korban. Bahkan, polisi juga masih menyelidiki senjata apa yang digunakan, dan bagaimana prosedur penggunaannya.
Polisi tak ingin terburu-buru dalam menyimpulkan salah atau tidaknya proses penangkapan yang dilakukan Bea Cukai terhadap Haji Permata hingga berakhir dengan kematian.
Dari hasil pemeriksaan pihak Bea Cukai, nantinya penyidik akan mendapatkan penjelasan bagaimana kronologi kejadian serta siapa pelaku penembakan terhadap Haji Permata.
Selain Haji Permata, 3 anak buahnya juga mengalami luka tembak yang dilakukan petugas Bea Cukai. Setelah ditembak, diduga petugas Bea Cukai membiarkan jenazag Haji Permata begitu saja di dalam kapal.
Malahan orang yang membawa Haji Permata ke rumah sakit dari pihak masyarakat. Sementara, petugas Bea dan Cukai berhasil menyita 7,2 juta batang rokok ilegal.
"Petugas Bea Cukai hanya membawa rokok saja dari kapal itu. Sedangkan Haji Permata dibawa oleh masyarakat ke rumah sakit," kata Teddy.
Karena tidak terima, keluarga korban membuat laporan dugaan pembunuhan Haji Permata ke polisi. Laporan dibuat di Polda Kepri dan dilimpahkan ke Polda Riau terhitung 18 Januari 2021.

Berita Lainnya
Nyaris Lolos! Sabu 27 Kg Senilai Rp26 Miliar Masuk Lewat Jalur Laut, 3 Orang Dibekuk
Tak Bisa Mengelak! Polisi Ringkus Pengedar Sabu di Sukajadi, Tes Urine Positif Narkoba
Mayat Wanita Cantik di Kebun Sawit Tapung Kampar Diduga Korban Pembunuhan
Dua Selebgram dan 25 Admin Judi Online Diamankan Polda Lampung
Edarkan Narkoba, Kakak - Adik Ini Diamankan Polres Tulang Bawang
Polres Lampung Utara Ringkus Pelaku Spesialis Pembobol Rumah
Heboh! IRT dan DPO Ditangkap Saat Transaksi Sabu di Inhu, Suami Kabur
Togel Online Merebak Di Duri, Team Kasat Reskrim Polres Bengkalis Sikat Pelaku
Kapolres Inhu Targetkan Kasus Narkoba, Adi Saputra Diringkus Saat Gelar Operasi Patuh
OTT KPK di Kuansing: Diduga Minta Land Cruiser Rp2 Miliar untuk Kursi Sekda, Bupati dan Sekda Jadi Tersangka
Bupati Meranti M Adil Diduga Suap Auditor BPK Agar Meranti Dapat Predikat WTP
Modus ''Orang Pintar'' Lewat WhatsApp, Wanita di Bengkalis Tipu Korban hingga Rp18 Juta