Kejari Bidik Calon Tersangka Dugaan Pungli PTSL Desa Bagan Limau Pelalawan

BUALBUAL.com - Kejari Pelalawan menaikkan status dugaan Pungutan Liar (Pungli) terhadap Program Pendaftaran Tanah Sistematis (PTSL) Desa Bagan Limau Kecamatan Ukui. Alhasil calon tersangka pun tengah dibidik paska ditangani sepanjang tahun 2021 dari penyelidikan ke penyidikan.
"Secara resmi kita sudah meningkatkan status dugaan Pungli Program PTSL di Desa Bagan Limau ke penyidikan. Surat Perintah Penyidikan atau Sprindiknya sudah diterbitkan," terang Kajari Pelalawan, Silpia Rosalina SH MH melalui Kasi Intelijen Sumriadi MH, Jumat (3/9/2021).
Sumriadi menjelaskan, setelah Sprindik keluar dan penyidikan dimulai, tim Pidsus akan kembali memanggil dan memeriksa para pihak dalam perkara ini. Setiap orang yang dimintai keterangan berstatus sebagai saksi dan masuk dalam berkas perkara dugaan Pungli sertifikat PTSL ini.
"Sejauh ini kita sudah memintai keterangan dari 15 orang yang terkait dalam kasus ini. Baik dari perangkat desa, mantan kepala desa, masyarakat, dan pihak BPN," tandas Sumriadi.
Dalam penyidikan, lanjut Sumriadi, akan dilakukan penyidikan umum dan khusus. Untuk menggali lebih dalam lagi seputar kasus rasuah tersebut. Para pihak di tingkat penyelidikan kembali dipanggil dimintai keterangan sebagai saksi. "Para pihak yang bakal kita panggil statusnya sebatas saksi ya," ujarnya.
Tentunya, cakap Sumriadi, penyidik Kejari Pelalawan akan fokus dalam mencari calon tersangka yang bertanggungjawab atas masalah ini. Berikut juga dengan barang bukti yang menguatkan adanya unsur pidana korupsi. "Tim akan bekerja secara profesional dalam mencari fakta dan alat bukti. Setelah itu baru menetapkan tersangka kasus ini," bebernya.
Sebagai data tambahan, perkara ini berawal dari laporan yang diterima Seksi Intelijen Kejari Pelalawan. Kemudian dilakukan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) dengan melakukan konfirmasi serta klarifikasi kepada pihak terkait. Berikut juga dengan barang bukti yang menguatkan adanya unsur pidana korupsi.
Tim intelijen menemukan dugaan adanya pelanggaran hukum atau tindak pidana. Alhasil penanganannya dilimpahkan ke Seksi Pidana Khusus (Pidsus) dan dilakukan penyelidikan.
Sementara itu kejaksaan menemukan indikasi pungli yang dilakukan oleh oknum-oknum yang ada di lapangan. Untuk mengurus sertifikat tanah jenis tapak rumah, oknum mengutip hingga Rp 900 ribu per Persil.
Sedangkan untuk tapak kebun dikenakan harga Rp 1 juta dan bagi pemilik lahan di luar warga Desa Baga Limau mengaku dipungut sampai Rp 1,2 juta.
Untuk diketahui bahwa, program PTSL bersifat nasional dan tidak dikenakan biaya. Jikapun ada pemungutan dana, yang dibenarkan dalam aturan SKB tiga menteri maksimal Rp 200 ribu saja.
Berita Lainnya
Istri Menunggu, Malah Suami Sudah Terbakar Di Dalam Mobil, Kasus Dalam Penyelidikan Polisi
Dua Pria Terduga Penyalahgunaan Narkoba Berhasil Diringkus Polres Lampura di Dua Lokasi Berbeda
Polisi Ringkus 2 Warga Kuala Enok, Inhil Terkait Tindak Pidana Narkotika
Sampai Menangis Bacakan Pledoi, Kepala BPKAD Meranti: Karir Saya Berhenti karena Perkara Ini, JPU Kami Tetap pada Tuntutan
Kejati Riau Belum Simpulkan Hasil Inspeksi Kasus Dugaan Pemerasan oleh Oknum Kejari Inhu
Terbukti Terlibat Kasus Narkoba, Seorang PNS di Lapas Kelas IIA Tembilahan Diberhentikan dengan Tidak Hormat
Kurun Waktu Satu Jam, Pelaku Curas Berhasil Dilumpuhkan Polsek Abung Selatan
Tersangka Curas Berhasil Diringkus Tekab 308 Polsek Abung Semuli
Pelaku Curat di Universitas Kabupaten Tulang bawang Ditangkap Polsek Menggala
Candra Guna SH Serahkan Novum, Sidang Perdana Pengajuan PK di PN Gunung Sugih
Beri Rasa Nyaman Pada Masyarakat, Polisi Patroli di Kota Duri
Dit Reskrimsus Polda Kepri Berhasil Ungkap Kasus Skimming ATM yang Dilakukan WNA